GI Joe: Retaliation (2013)

Roadblock: Let’s move! The world ain’t saving itself!

Directed By: Jon M. Chu

Cast: Dwayne Johnson, Bruce Willis, Channing Tatum, Ray Park, Byung- Hun Lee, Adriane Palicki, Ray Stevenson, Arnold Vosloo, Elodie Yung, D.J. Cotrona, Joseph Mazzello, Jonathan Pryce, Luke Bracey, RZA

Synopsis:

Setelah difitnah, Pasuka Elite G.I. Joe, harus berjuang untuk membersihkan namanya. Sementara itu Cobra Commander berhasil kabur dari penjara dan telah mempersiapkan suatu skenario yang akan membuat negara- negara besar di dunia tunduk kepada perintahnya.

Review:

Dalam hal mengadaptasi suatu kisah yang cukup dikenal sebenarnya gampang- gampang susah. Gampangnya kita tinggal mengikuti pola yang sudah ada di sumber asalnya. Susahnya kita harus mengantisipasi kritikan para fanboy yang dalam hal ini pasti lebih pintar dan kritikannya lebih didengar daripada Rogert Ebert sekalipun. Maka dari itu banyak adaptasi- adaptasi yang menggunakan jasa sutradara atau aktor yang mengenal atau menggilai franchise yang akan diadaptasi tersebut.

Kita masih ingat bagaimana Batman and Robin dicaci maki salah satunya dengan merubah origins dan nama belakang alter ego Batgirl, atau Brett Rattner yang cukup dikritik karena berani mematikan karakter sekuat Cyclops di X-Men: The Last Stand. Kali ini hal yang senada juga dilakukan oleh sutradara spesialis film2 joget, Jon M. Chu.

Sekedar informasi, bagi yang mengikuti serial animasi atau komiknya G.I. Joe pasti sudah tau kalau storyline G.I. Joe tidak akan lengkap tanpa kehadiran General Hawk sebagai pemegang komando tertinggi, dan juga Duke, sebagai Field Commander di setiap misi yang dijalankan para Joes. Nah, di film ini dengan “jenius”nya Chu sama sekali tidak memunculkan karakter Hawk dan mematikan karakter Duke. Entah kesambet setan dari mana, Chu malah memilih mengedepankan karakter Roadblock dan Joe Colton. Well, mungkin Roadblock sering muncul di kebanyakan storyline cerita G.I. Joe. Namun dirinya tidak pernah menjadi pimpinan misi dan hanya sebagai side character saja. Terus Joe Colton itu siapa? Memang ada karakter Joe Colton di franchise G.I. Joe, namun setahu saya sangat amat jarang sekali keluar. Selain itu Chu sengaja memunculkan karakter Flint dan Lady Jaye yang dibuat lovable. Ane believe me, penampilan Flint di sini jauh dari kharismanya di komik. Snake Eyes masih tetap cool meskipun lebih cool di prekuelnya.

Dari pihak Cobra Chu dengan “jenius” nya pula melupakan karakter Destro dan tidak memunculkan karakter Baroness. Destro hanya muncul sebentar dan karakternya dihilangkan dengan diiringi ucapan “You are out of the band” dari Cobra Commander. For God Sake…. apa coba alasannya tidak dijelaskan. Padahal di ending prekuel Cobra Commander tampak begitu susah payahnya menyelamatkan Destro untuk dijadikan letnannya. Kemudian penampilan LBH sebagai Storm Shadow tidak sebagus dulu. Mungkin cukup berperan sebagai “eye candy” bagi penonton wanita saja. Zartan yang memegang peranan lebih penting di sekuel inipun malah terlihat lebih bagus di film pertamanya. Bahkan di ending seperti terlihat Zartan tidak ada apa- apanya. Please, I need him to fight well.

Dan semua kekecewaan itu masih ditambah dengan penampilan aktor gak banget yang bernama RZA. Please deh… lu udeh deh ngerap aje… gak bisa akting lo…. gaya lo jadi Blind Master kagak cocok… kagak ada karisma- karismanye…

Tapi di luar kekecewaan itu semua ada beberapa penampilan karakter baru yang cukup baik menurut saya. Palicki cukup mencuci mata sebagai Lady Jaye. Fisiknya yang aduhai serta wajahnya yang ayu bisalah mengobati kekecewaan. Kemudian ada Yung yang cukup baik berperan sebagai ninja wanita Jinx. Dan yang paling bagus menurut saya adalah Ray Stevenson. Aktingnya sebagai Firefly cukup baik dan karakternya pun dibawakan dengan sangat cool.

Selepas dari itu semua, mungkin bagi yang tidak mengikuti komik dan animasinya akan cukup terhibur. Setidaknya dengan adegan- adegan aksi yang cukuplah. Meskipun adegan terbaik berada di tengah film. Yaitu action scene di Himalaya. Setelah itu…. antiklimaks. Selain itu usaha Chu untuk sedikit membawa nuansa komik, seperti helm Cobra Commander yang lebih mirip dengan komik, vehicle- vehicle yang mirip dengan komik, serta kemunculan tank HISS bisa dihargai.

Terbukti sudah kenapa Paramount menunda perilisan film ini lebih dari setengah tahun lamanya. Awalnya film ini memang direncanakan mengisi musim panas tahun lalu, lalu diundur sampai Maret 2013. Sepertinya memang Paramount kurang PeDe dengan hasil akhir film ini. Yah mau alesannya syuting adegan tambahan yang melibatkan Duke-lah, memperbaiki 3D lah, semua orang juga tahu kalau Paramount menyadari dari awal hasil akhir kurang memuaskan. Saya tidak bisa berkomentar tentang 3Dnya karena saya menonton yang 2D saja.

Well, sebagai penutup, saya berharap sekali Paramount dan Hasbro mau mereboot franchise ini. Karena dari pertama juga sudah kurang begitu memuaskan. Tapi dibandingkan dengan film kedua ini, film pertama masih terlihat bagus. Yah, film pertama masih bolehlah mengaku adaptasi mainan keluaran Hasbro. Kalo yang kedua ini adaptasi mainan keluaran Masbro.

Rating:

6.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s