Lincoln (2012)

Abraham Lincoln: Do you think we choose the times into which we are born? Or do we fit the times we are born into?

Directed By: Steven Spielberg

Cast: Daniel Day Lewis, Sally Field, Tommy Lee Jones, David Strathairn, Joseph Gordon- Levitt, Jared Harris

Synopsis:

Pada tahun 1865, Amerika mengalami perang saudara yang dikenal dengan nama CIVIL WAR. Presiden Abraham Lincoln menyatakan peperangan tersebut untuk memperjuangkan emansipasi warga negara kulit hitam yang selama ratusan tahun hanya menjadi budak dan tidak memiliki hak pemungutan suara. Namun perjuangan Lincoln tidak hanya dihalangi oleh musuh- musuh dari Selatan saja. Di jajaran kabinetnya sendiri dan di kursi senat banyak pihak- pihak yang tidak menyetujui apa yang menjadi dasar Amandemen ketiga belas tersebut. Dalam hitungan waktu, Lincoln harus mendapatkan suara dari orang- orang yang akan mendukung amandemen tersebut. Meskipun itu menggunakan politik uang.

Review:

Hal pertama yang harus kita ketahui sebelum menonton film ini adalah, ini film serius dan berat. Selama kurang lebih 2,5 jam kita hanya disajikan dengan dialog- dialog berat, akting yang bagus, dan pace film yang lambat. This is not absolutely everyone’s cup of tea. Jadi jika anda lebih menyukai Lincoln berlari- lari membawa kapak dan memburu, membunuh, serta membantai Edward Cullen dan teman- temannya, silahkan tinggalkan film ini.

Well, film seperti ini memang hanya menjual akting dan cerita yang bagus saja. Mungkin banyak orang yang masih bingung dengan event- event yang ada di film ini. Tony Kushner selaku penulis skenario berdasarkan buku karangan Doris Kearns Goodwin, melakukan pekerjaannya dengan anggapan bahwa semua publik sudah mengetahui sejarah perang sipil dan amandemen ketiga belas ini. Ya mungkin bagi warga Amerika hal ini sudah tidak asing lagi. Apalagi Lincoln dianggap sebagai Bapak emansipasi dan salah satu presiden yang dihormati. Karena tanpa dia kelak Barrack Obama gak bisa merasakan kerja di Oval Office dan kita tidak bisa melihat akting Will Smith di film. Namun bagi kita mungkin hanya tahu Lincoln salah satu presiden Amerika Serikat berjanggut panjang, bertopi tinggi, dan mati ditembak saja.

Yang paling kuat dari film ini adalah jajaran cast dengan akting over-the-top nya. Jujur ketika pertama kali membaca berita biopik Lincoln akan dibuat dengan sutradara sekelas Spielberg dan aktor sekelas DDL, saya sudah membayangkan suatu film berkualitas Oscar dengan taburan skill akting di atas rata- rata. Memang, aktor yang terkenal sangat pilih- pilih peran ini belum pernah sekalipun berakting mengecewakan. DDL mampu membawakan peran Lincoln dengan baik. Bahkan bagi kita sekalipun yang tidak pernah melihat sosok Lincoln secara fisik mampu terpuaskan dan percaya gerak- gerik dan cara berbicara Lincoln pas seperti apa yang dibawakan aktor yang berhasil melakukan hattrick memenangkan 3 piala Oscar sebagai pemeran utama pria terbaik lewat My Left Foot, There Will Be Blood, dan Lincoln ini.

Aktor lainnya yang tidak kalah bagusnya adalah Tommy Lee Jones. Jones di sini mampu memberikan penampilan terbaiknya setelah The Fugitive. Kemampuannya dalam membawakan peran Thaddeus Stevens patut diacungi jempol. Sayang memang dia harus mengalah dengan Christoph Waltz di ajang Oscar lalu.

Kemudian ada Sally Field yang berakting sangat bagus. Jajaran lainnya seperti David Strathairn, Jared Harris juga berakting lumayan. Khusus bagi Harris yang menurut saya pribadi cocok banget memerankan Jenderal Ulysses S. Grant. Baik secara fisik maupun akting. Yang cukup disayangkan adalah penampilan JGL di sini. Kemunculannya seperti hanya sekedar pemanis untuk menarik minat penonton muda, khususnya wanita. Entah mungkin karena Spielberg tidak terlalu mementingkan karakternya atau memang JGL di sini sengaja mengalah terhadap para seniornya agar mampu tampil lebih baik.

Yang juga cukup bagus adalah sinematografinya. Efek kabut dan tone- tone gelap mampu membawa kesan suram seperti halnya kesuraman yang dialami Amerika pada periode tersebut. Dialog- dialog yang muncul juga sangat cerdas dan menarik untuk diikuti.

2,5 jam yang melelahkan memang terbayar melihat penampilan- penampilan para aktor kualitas Oscar tersebut. Namun seperti saya bilang tadi, this is not everyone’s cup of tea. Jika anda mencari hiburan semata, jangan tonton film ini.

Rating:

8/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s