Oz: The Great and Powerful (2013)

Oz: I don’t want to be a good man… I want to be a great one.

Directed By: Sam Raimi

Cast: James Franco, Michelle Williams, Mila Kunis, Rachel Weisz, Zach Braff, Bill Cobbs, Joey King, Tony King

Synopsis:

 

Oscar Diggs adalah seorang pesulap kelas teri yang bermimpi untuk menjadi seorang yang hebat. Namun kenyataannya dia hanya mampu menguasai sulap- sulap murahan dan kemampuan untuk menarik hati perempuan. Suatu hari dia terbawa sebuah angin topan yang mendamparkannya ke sebuah negeri fantasi bernama Oz.

Oscar kini harus terseret sebuah petualangan epik di negeri Oz karena dirinya dipercaya menjadi seorang penyihir yang di dalam sebuah ramalan kuno bisa menyelamatkan negeri tersebut dari ancaman penyihir jahat yang berniat menguasai negeri tersebut.

Review:

Melanjutkan atau meremake sebuah film klasik bukanlah sebuah pekerjaan mudah. Apalagi jika film tersebut menjadi salah satu film terbaik sepanjang masa. Banyak yang malah mendapatkan kritikan pedas dari penggemar originalnya. Kita bisa melihat kasus Psycho, The Wolfman, atau Planet of The Apes yang dicoba untuk diremake oleh Tim Burton dan flop sebelum akhirnya 10 tahun kemudian direboot oleh Rupert Wyatt dan mendapatkan tanggapan positif.

Untuk itu perlu adanya tangan dingin dari seorang sutradara berkualitas ditambah akting- akting dari bintang- bintang yang mampu membuat filmnya dilirik penonton muda yang mungkin saja bisa menjadi fans baru dari franchise tersebut.

Kali ini giliran sutradara yang berhasil mengangkat tokoh manusia laba- laba ke layar bioskop, Sam Raimi, untuk menangani reboot salah satu film klasik terbaik sepanjang masa, The Wizard of Oz.

Banyak yang meyakini ini adalah sebuah film prekuel. Dan sebagian ada yang beranggapan ini adalah sebuah film reboot. Tapi saya pribadi berpendapat ini adalah sebuah film yang diangkat dari novel Oz The Great and Powerful yang merupakan prekuel dari novel The Wonderful Wizard of Oz yang kemudian diangkat menjadi The Wizard of Oz di tahun 1939. Tapi secara kontinuitas film ini merupakan film reboot dan bukan prekuel. Salah satu analisanya adalah di buku The Wonderful Wizard of Oz karakter Dorothy di awal cerita bertemu The Wizard of North dan di akhir bertemu The Wizard of South yang merupakan karakter Glinda. Sementara di versi film tahun 1939 karakter penyihir Utara dan Selatan dijadikan satu menjadi Glinda. Versi Sam Raimi ini mengembalikan karakter Glinda menjadi The Wizard of South saja. Lalu kemudian penggambaran Wicked Witch of The East yang tanpa “bisul” yang sudah menjadi trademarknya. Untuk masalah bisul tersebut memang dikarenakan masalah hak cipta MGM di film tahun 1939 tersebut dan tidak bisa dipakai oleh Disney.

Untuk masalah cerita mungkin bagi anda yang kurang begitu suka dengan segala hal klise khas kisah fantasi dongeng akan kurang masuk dengan film ini. Seperti karakter hitam dan putih yang begitu nyata, fantasi yang terlalu kekanak- kanakan, tokoh- tokoh aneh, dan lain sebagainya.

Sebagai tokoh utama dipilihlah James Franco yang sudah tiga kali diarahkan Sam Raimi di trilogi Spider- Man. Untuk memerankan karakter Oscar Diggs, gerak- gerik Franco banyak mengingatkan kita kepada Johnnie Depp. Tidak heran karena memang awalnya Depp lah yang menjadi kandidat pertama untuk memerankan Oz. Franco sudah cukup pas memerankan Oz, meski untuk karakter aneh khas kisah fantasi masih harus banyak belajar dari Depp lagi. Namun untuk adegan- adegan flirting, mata dan senyumnya sudah cukup genit.

Michelle Williams juga mampu memerankan ratu baik khas negeri dongeng dengan pas. Begitupun Rachel Weisz, meskipun saya masih melihat kemampuan aktingnya kurang begitu terasah dan kurang semenyebalkan Charlize Theron ketika menjadi musuh putri salju. Padahal saya yakin, Weisz mempunyai kemampuan untuk berakting lebih.

Yang paling kasian adalah Mila Kunis. Sepertinya tim penulis naskah kurang begitu semangat untuk menggali karakter Theodora ini. Jadi sepertinya Kunis terasa sebagai pemanis numpang lewat saja.

Yang paling saya suka dari film ini adalah grafisnya. Film dibuka dengan warna hitam putih dan aspek rasio 4:3 academy ratio khas film- film jadul. Lalu layar berubah menjadi penuh warna dengan aspek rasio 2.35:1 widescreen. Terasa seperti sebuah tribute untuk film klasik. Ditambah dengan latar belakang dan beberapa efek yang terasa kuno. Mungkin bagi beberapa orang seperti pekerjaan spesial efek yang kurang baik, namun bagi saya ini merupakan tribute juga untuk film klasik.

Semua keindahan mata tersebut ditambah lagi dengan tampilan 3D yang sangat wah. 3D terbaik pertama yang saya tonton di tahun 2013. Depth dan pop up-nya cukup apik.

Berbicara masalah tribute, Raimi cukup jeli untuk memasukan beberapa unsur dari film klasiknya. Seperti hint- hint tentang karakter Gale (tokoh utama di tahun 1939 adalah Dorothy Gale), scarecrow, Para Tinkers pembuat Tin Man, karakter Cowardly Lion, asal- usul The Wizard of Oz dan gumpalan asapnya, lalu asal- usul The Wicked Witch of The East yang tidak lupa ditampilkan menggunakan sapu terbang dan rentan terhadap air, lalu buble sebagai jalan masuk, dan masih banyak lainnya.

Sebagai akhir kata, Raimi saya anggap cukup berhasil dalam mengangkat reboot film klasik ini. Mudah- mudahan dengan berhasilnya film ini membuka jalan untuk ke depannya karya- karya klasik lainnya seperti The Sound of Music, Casablanca, atau Gone With The Wind akan ikut- ikutan diremake. Oiya, di tahun ini salah satu film klasik Raimi juga akan diremake/ reboot. Judulnya apa? Tebak aja ayo…..

Rating:

7.5/10

One thought on “Oz: The Great and Powerful (2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s