Silver Linings Playbook (2012)

Pat: I am remaking myself

Directed By: David O. Russell

Cast: Bradley Cooper, Jennifer Lawrence, Robert De Niro, Jacki Weaver, Chris Tucker, John Ortiz, Shea Wingham, Julia Stiles, Brea Bee

Synopsis:

Setelah dikeluarkan dari rumah sakit jiwa, seorang mantan guru yang mengidap Bipolar Syndrom, Pat, mencoba untuk memperbaiki hubungannya dengan istrinya. Pat merasa tidak ada satupun yang mengerti dirinya, sampai dia bertemu dengan seorang gadis misterius yang baru saja menjadi janda bernama Tiffany. Kesamaan akan gangguan mental dan problem yang mereka alami masing- masing membuat mereka merasa nyaman dan saling mengerti satu sama lain. Hubungan merekapun meningkat menjadi sahabat yang berjanji untuk saling membantu masalah masing- masing. 

Review:

“Ini komedi romantis terbaik mas. Kayanya udah lama gak ada komedi romantis bagus kaya gini.” Ucap istri saya ketika beranjak keluar bioskop. Ya, memang apa yang diucapkannya tidaklah berlebihan. Film ini bagus hampir dari segala aspek. Dan jarang komedi romantis dipadukan secara baik dengan hal- hal semacam bipolar syndrome ini.

Apa sih yang disebut dengan bipolar syndrome? Well, Correct Me If I’m Wrong, atau bahasa chattingnya CMIIW, Bipolar syndrome adalah suatu sindrom atau kelainan mental di mana mood si penderita bisa berubah dengan cepat karena suatu pemicu dengan disertai tindakan- tindakan lebay seperti serangan panik.

Gambaran seorang yang terjangkit bipolar syndrome dan efek- efek yang menimpanya di dalam kehidupan tersaji dengan baik lewat novel karya Matthew Quick ini. Seperti hilangnya pekerjaan, masalah dengan hukum, sampai retaknya hubungan dengan kerabat tersaji dengan baik.

Plot yang sudah baik itupun akhirnya dikembangkan dan diadaptasi oleh sutradara berbakat yang pernah mengantarkan Christian Bale dan Melissa Leo meraih piala Oscar- nya 2 tahun lalu lewat The Fighter. Tangan dinginnya bisa membuat kisah yang penuh dengan dialog cerdas ini bisa dinikmati dengan baik dan membuat durasi hampir 2 jam tidak terasa.

Yang paling menonjol dari film ini memang dari segi jajaran castnya. Bahkan 4 karakter utama dianugerahi nominasi Oscar dan 1 berhasil dimenangkan. Yang paling mendapatkan sorotan siapa lagi kalau bukan Jennifer Lawrence yang berhasil mendapatkan Oscar sebagai pemeran utama wanita terbaik lewat film ini. JenLaw sangat sempurna dalam membawakan peran ini. Karakter yang sama sekali tidak pernah dibawakannya dan berbeda jauh dengan yang pernah dibawakannya. Jen Law yang akrab dengan karakter- karakter remaja seperti dalam film House at The End Of The Street, X-Men: First Class, The Hunger Games, dan Winter’s Bone kini tampil lebih dewasa dan lebih tua daripada umurnya. Bahkan bisa menyaingi usia Bradley Cooper yang berbeda 15 tahun dan lebih cocok jadi abang- adek ini. Saya sebagai salah satu fans Jen Law semakin yakin kalau dirinya tidak akan stuck ke dalam peran- peran remaja saja.

Bradley Cooper secara surprising berhasil berakting dengan baik. Memang genre yang dimainkannya masih berada di comfort zone- nya (baca: komedi), namun Cooper cukup apik membawakan peran seorang yang memiliki permasalahan bipolar. Suatu hal yang mungkin tidak asing dimainkan aktor- aktor sekelas Leo DiCaprio, Tom Hanks, maupun Russell Crowe.

Bob De Niro dan Jacki Weaver juga bermain dengan baik. Bob De Niro kembali menunjukkan kebolehannya berakting. Hal yang jarang ditunjukan hampir 2 dekade lamanya. Begitu juga dengan Chris Tucker yang sebenarnya memerankan karakter tidak penting. Mungkin maksud hati ingin dijadikan Scene Stealer, namun pada kenyataan tidak mampu menghadapi serangan Jen Law dan Bradley Cooper.

Jajaran pemeran pembantu lainnya seperti Julia Stiles, Shea Wingham, dan John Ortiz bermain cukup pas. Terlebih John Ortiz yang biasa berperan di film- film action bisa tampil cukup baik. Sekedar catatan, saya cukup suka dengan akting Ortiz saat berperan sebagai antagonis di film- film semacam Miami Vice dan Fast and Furious.

Akhir kata, Silver Linings Playbook menjadi salah satu komedi romantis favorit saya dan istri. Hal- hal klise yang biasanya tampil di film- film sejenis lainnya tidak ada. Film ini memang penuh dengan scene- scene yang membuat hati menyentuh dan menghangatkan kalbu di samping banyak joke- joke dan adegan kocak ringan yang menghias sepanjang film.

Rating:

9/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s