Stoker

India: He used to say, sometimes you need to do something bad, to prevent you from doing something worse.

Image

Directed By: Park Chan- Wook

Cast: Mia Wasikowska, Nicole Kidman, Matthew Goode, Jacki Weaver

Synopsis:

Di tengah suasana duka atas kematian Richard, keluarga Stoker kedatangan adik Richard, Charlie, yang tidak pernah terdengar sebelumnya. Gerak- gerik misterius Charlie disadari anak Richard, India, yang merasakan ada yang aneh dengan pamannya tersebut. Sementara sang ibu, Evelyn, yang sedang dirudung duka malah merasa terpesona dengan adik iparnya tersebut.

 

Review:

Image

Amerika terkenal dengan pusat perfilman Hollywood yang bisa dikatakan barometer film selama beberapa dekade. Selain itu Amerika juga terkenal dengan arogansinya yang tinggi. Karena ke-arogansi-annya tersebut Amerika selalu ingin mencoba untuk membuat genre film dengan citarasa negara lain. Seperti contoh film Kill Bill dan The Man With The Iron Fists di mana Amerika mencoba membawa gaya film Kung Fu klasik. Lalu film The Guru di mana Amerika mencoba untuk membawa gaya Bollywood. Amerika juga pernah membawa tokusatsu dengan franchise Power Rangers- nya. Dan yang tidak akan lama lagi kita saksikan adalah film Mecha ala Jepang dengan sentuhan Hollywood lewat Pacific Rim.

Di lain sisi, perfilman Korea sedang maju- majunya. Jika penonton wanita rela begadang sampe Subuh demi menonton drama Korea (curhatan seorang suami), penonton pria tertarik dengan thriller- thriller Korea yang memang memiliki twist “watdefak” yang tidak terbayangkan.

Karena itu, Amerika kini mencoba untuk menghadirkan film dengan gaya penyajian thriller ala Korea. Dengan mengangkat naskah karya pemeran Prison Break, Wentworth Miller, pihak produser tidak tanggung- tanggung, langsung mengimpor sutradara kenamaan asal Korea yang beken dengan judul- judul semacam Oldboy, Thirst, Sympathy of Mr. Vengeance, dan Lady Vengeance, Park Chan- Wook. Film- film tersebut memang cukup diakui secara internasional. Bahkan Spike Lee sedang meremake Oldboy dengan pemain Josh Brolin, Samuel L. Jackson, Sharlto Copley, dan Elizabeth Olsen.

Image

Kehadiran Park Chan- Wook diharapkan mampu membawa nuansa thriller Korea. Berhasilkah? Saya jawab “iya”. Park cukup berhasil membawa trademark Korea nya ke dalam film ini. Opening title membuka film dengan permainan font- font huruf yang menarik. Kemudian permainan visualnya pun cukup efektif dalam menambah nuansa kengerian. Seperti goyangnya lampu penerangan di basement dan sudut pengambilan gambar yang menambah efek thriller. Saya pribadi suka dengan nilai artistik di film ini.

Selain itu penggambaran karakter India yang memiliki pendengaran melebihi manusia normal juga bagus. Memang kurang begitu nyambung dengan plot, namun hal ini justru bisa memberikan kesempatan tim audio untuk memberikan efek suara yang bagus. Dan hasilnya memang cukup memuaskan.

Mia Waskikowska berperan cukup apik di film ini. Dirinya mampu berakting cukup misterius dan cukup sukses memberikan efek “sakit jiwa” khas korea. Malahan aktingnya mampu mengungguli Nicole Kidman sekalipun yang bermain tidak terlalu istimewa di film ini. Matthew Goode kurang bisa untuk menduduki porsi peran utama. Apalagi untuk memberikan efek sadis dan misterius yang diharapkan penonton. Dirinya juga kurang mampu mengeluarkan ke-charming-annya untuk menjadi seorang pribadi yang mempesona wanita.

Image

Memang jika dilihat dari beberapa segi, Stoker cukup menarik untuk dinikmati. Yang kurang hanyalah skrip yang tidak mendukung. Miller harus banyak belajar dengan senior- seniornya. Miller kurang mampu dan kurang mengerti esensi dari thriller Korea. Dia hanya menghadirkan unsur sakit jiwa tanpa penjelasan yang kurang mendukung. Dan naskahnya pun memiliki plothole di sana- sini. Saya juga heran kenapa Park sebagai sutradara yang lebih berpengalaman tidak memberikan masukan dalam naskah.

Alhasil, Stoker menjelma menjadi suatu tontonan yang serba tanggung. Apalagi bagi mereka yang cukup akrab dengan film thriller Korea. Ya mudah- mudahan ini bisa menjadi pelajaran bagi Hollywood. Untuk lebih jeli dalam mencontek gaya perfilman negara lain.

 

Rating:

7/10

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s