Finding Srimulat (2013)

Tessy: Bapak pernah bilang. Srimulat harus selalu besar hati. Tapi srimulat tidak boleh tinggi hati.

Image

Directed By: Charles Gozali

Cast: Reza Rahadian, Rianti Cartwright, Nadila Ernesta, Fauzi Baadillah, Djudjuk Srimulat, Kadir Mubarak, Mamiek Prakosa, Nunung, Tessy Kabul Basuki, Gogon

Synopsis:

Andika Fajar dan istrinya, Astrid Lyanna memiliki mimpi untuk bisa hidup mandiri. Mereka menanamkan cita- cita mereka yang besar dan juga mengumpulkan uang karena Astrid sedang hamil tua. Namun sebuah nasih buruk menghampiri mereka ketika sebuah penghianatan membuat kantor tempat Andika bekerja harus berhenti beroperasi sementara.

Di tengah rasa kecewa dan bingung dalam menghadapi istrinya, Andika bertemu dengan legenda Srimulat, Kadir, dan berniat untuk mengadakan sebuah event comeback-nya Srimulat. Hal ini selain dikarenakan untuk mengumpulkan uang, dilakukan juga karena kecintaan Andika terhadap grup Srimulat sejak kecil.

Review:

Image

Medio 60-80an, Jauh sebelum adanya stasiun TV Swasta, Indonesia terkenal dengan grup- grup lawak yang sebagian besar sudah menjadi legenda. Di antaranya ada Jayakarta Group, Sersan Prambors, Tomtam Group, D’Bodors, Empat Sekawan, Kwartet Jaya, dan Pancara Sinar Petromak. Di antara mereka semua mungkin yang paling terkenal dan namanya masih diingat sampai sekarang adalah Warkop dan Srimulat. Bahkan ada satu legenda lawak juga yang tidak tergabung dalam grup, seorang pelawak betawi yang namanya dijadikan jalan raya di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Medio tersebut bisa disebut jaman keemasan dunia lawak Indonesia. Jaman di mana para grup lawak masih solid dan anggota- anggotanya belum tergoda mencari sidejob sendiri atau tertarik ke dalam dunia politik.

Di antara grup- grup lawak tersebut, Srimulat merupakan yang memiliki anggota terbanyak. Baik yang pernah ataupun yang masih tergabung. Grup ini terkenal dengan lawakannya yang berbau Jawa dan setiap anggotanya diwajibkan untuk memiliki satu ciri khas tertentu, baik secara fisik maupun dari anekdot- anekdot nya. Di antaranya adalah Asmuni yang tekenal dengan lawakan “Mulai suaat ini”, “suatu hil yang mustahal”, “Tun jep point (plesetan to the point). Basuki dengan kalimat “yen tak pikir- pikir”. Gepeng dengan anekdot “Untung ada saya”. Kadir dengan dialeg maduranya. Tessy dengan dandanan wanitanya. Pak Bendot yang selalu jadi objek penderita. Mamiek Pondang yang ngetop dengan kalimat “makjegagik” dan “makbedunduk”. Gogon dengan dandanan rambut dan gaya berpangku tangannya. Atau Timbul yang ngetrend dengan “Heru Soetimbul” dan Triman yang selalu mengaku bernama Bambang lengkap dengan mulut menganganya. Dan masih banyak lagi ciri khas yang dimiliki masing- masing anggotanya. Bagi yang tumbuh sempat melihat lawakan- lawakan Srimulat pasti sudah tahu bahwa meski lawakan- lawakan tersebut sering diulang tapi masih tetap mampu memancing tawa.

Image

Kini dengan semangat untuk mengulang nostalgia akan lawakan- lawakan Srimulat, dibuatlah film Finding Srimulat. Memang bisa diakui, plotnya mirip dengan The Muppets. Saya tidak mengatakan mencotek, hanya mirip. Karena memang kemiripan suatu plot dalam sebuah media sudah tidak asing lagi. Kemiripan di sini terlihat dari usaha seorang anak muda untuk menjemput anggota- anggota sebuah kelompok yang terdiri dari banyak orang, yang dulu pernah terkenal di masanya. Si pemuda memiliki kenangan indah akan kelompok tersebut.

Namun di luar kemiripan tersebut, Charles Gozali mampu menjaga ritme cerita sehingga tidak terasa menjemukan. Memang adegan- adegan awal mungkin agak bikin ngantuk. Namun semua itu berubah ketika tokoh Andika mulai bertemu dengan satu per satu anggota Srimulat.

Untuk menarik minat penonton lebih muda, dipilihlah 4 bintang masa kini yang diharapkan mampu menambah nilai jual film tersebut. Keempat bintang tersebut juga bermain cukup baik. Ada Reza Rahadian yang memang paling menonjol di antara rekan- rekan seangkatannya. Lalu Rianti dan Nadila Ernesta yang cukup memanjakan mata dengan wajah cantiknya. Tapi saya sendiri paling suka dengan penampilan Fauzi Baadillah. Memang dirinya paling pas untuk memerankan tokoh antagonis.

Image

Bagaikan film Jurassic Park, meskipun Reza, Rianti, dan Nadila didapuk sebagai tokoh utama, namun geng Srimulatlah yang menjadi bintang utama. Sama halnya dengan Sam Neill dan T-Rex. Kehadiran Srimulat tetap mampu mengocok perut penonton. Bahkan tidak tanggung- tanggung, theme song Srimulat juga ikut menjadi theme song film ini. Selain lawakan- lawakan yang efektif, film ini juga dengan pintar memasukan sindiran- sindiran sosial. Untuk adegan drama yang dimaksukan juga cukup pas. Setidaknya bisa membawa elemen dramatisir dan tidak terlalu berlebihan. Namun jangan harapkan para personil Srimulat akan terlihat bagus dalam adegan drama. Kecuali mungkin Mamiek yang memang mukanya paling serius di antara geng Srimulat yang ada di jajaran cast.

Selain itu saya cukup suka dengan product placement yang halus di film ini. Tidak terasa dipaksakan namun cukup efektif.

Tapi bukan berarti film ini tidak memiliki kelemahan. Salah satunya adalah ke-klise-an sebuah film dan plothole yang cukup banyak. Terlihat dalam urusan naskah tidak terlalu disorot, namun film hanya berfokus kepada formula lawak dan proses comebacknya Srimulat. Tapi ini masih bisa dimaklumi. Karena film ini hanya bertujuan untuk lucu- lucuan saja.

Secara garis besar, Finding Srimulat merupakan sebuah tontonan yang cukup menghibur. Mudah- mudahan tidak kalah dengan Lenong Rumpi The Movie dulu yang sempat dibuatkan sekuelnya. Dan mudah- mudahan jika ada sekuelnya nanti, anggota- anggota Srimulat lainnya bisa ikut bergabung. Seperti Tarzan, Bambang Gentolet, Betet, Nurbuat, Polo, dan lainnya.

Rating:

8/10

One thought on “Finding Srimulat (2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s