Oblivion (2013)

Sally: Are you still an effective team?

Image

Directed By: Joseph Kosinski

Cast: Tom Cruise, Olga Kurylenko, Andrea Riseborough, Morgan Freeman, Melissa Leo, Nicolas Coster- Waldau

Synopsis:

60 tahun lalu bumi diserang oleh ras Alien yang disebut Scavenger. Mereka berhasil menghancurkan bulan. Meskipun manusia menang dalam peperangan tersebut, namun akibat bencana dahsyat itu, bumi menjadi terkontaminasi dan tidak dapat lagi untuk ditinggali. Orang- orang yang selamat semua berkumpul di sebuah mothership bernama Titan dan siap untuk berangkat ke planet lain. Namun sebagai persiapan, para manusia mengirim mesin- mesin ke bumi untuk menghisap sumber dayanya dan dibawa ke planet baru tersebut.

Jack Harper dan Victoria adalah sepasang manusia yang diberi tugas di Tower 42 untuk mengawasi mesin- mesin di area sekitar dan memperbaikinya jika terjadi kerusakan. Berbeda dengan Victoria yang penurut, Jack selalu merindukan kehidupan di atas permukaan bumi. Rasa penasarannya tersebut membawanya ke sebuah petualangan yang akan merubah hidup manusia selamanya setelah dia bertemu dengan seorang astronot wanita bernama Julia dan seorang misterius bernama Malcolm Beech.

Synopsis:

Image

“Eh ada film Tom Cruise yok. Lagi main tuh di bioskop.”

“Oya? Judulnya apa?”

“Oblivion.”

“Tentang apa?”

“Gak tau deh, kayanya tentang planet- planet gitu.”

Dialog semacam ini mungkin umum kita temui semenjak trailer Oblivion muncul di bioskop- bioskop. Nama Tom Cruise memang masih memiliki Box Office power yang kuat. Diawali dengan kesuksesan film Top Gun dan berada di puncak kesuksesan lewat peran Ethan Hunt di pentalogi Mission: Impossible, Tom Cruise sudah membuktikan bahwa hanya dengan memasang nama dan wajahnya di poster sudah menjadi jaminan kesuksesan sebuah film, secara komersial. Hal ini sudah berlangsung lebih dari 2 dekade. Mungkin prestasi seperti ini hanya bisa disamai oleh Brad Pitt dan Will Smith.

Film ini disutradari oleh Joseph Kosinski. Sebuah film Sci- Fi yang murni hanya menjual tampilan grafis dan nama franchise saja. Sama halnya dengan film Oblivion ini. Secara tampilan dan suara saya berani kasih jempol. Gaya visualisasi yang dibantu dengan teknik special effect dan sinematografi yang mantap menjadi kekuatan film ini. Namun karena terlalu asyik dengan visualisasi, atau mungkin terlalu pede karena berhasil menggaet Tom Cruise, Kosinski saya katakan cukup gagal dalam mengangkat kisah yang sebenarnya memiliki plot cerdas dengan premis yang menjanjikan ini.

Image

Tempo film berjalan dengan lambat. Bahkan semenjak adegan pembukaan, saya sudah merasa tersiksa dengan film ini. Dan ketika perasaan film sudah berjalan 3 jam, saya melihat jam tangan “damn baru muter satu jam!”

Kosinski banyak memasukan adegan- adegan tidak perlu yang malah membuat alur menjadi lebih lambat. Ditambah dengan plothole di mana- mana.

Kosinski juga kurang bisa menggunakan kemampuan para cast yang cukup potensial. Ada si Bond Girl Olga Kurylenko yang sebenarnya paling pas untuk film- film action. Ada Morgan Freeman yang di sini tampil kurang karismatik tidak seperti biasanya. Ada pemeran antagonis di Headhunters, Nicolas Coster- Waldau, yang sebenarnya memiliki kualitas akting bagus namun disia- siakan di film ini. Melissa Leo yang tampil hanya di layar kaca saja dan jauh bila dibandingkan penampilannya di The Fighter dan Olympus Has Fallen. Dan yang lebih parahnya lagi, pemilihan Andrea Riseborough yang benar- benar tidak meyakinkan.

Image

Namun seperti saya sebutkan tadi, secara audio dan visual film ini cukup menghibur. Claudio Miranda yang berhasil membawa pulang Oscar lewat Life of Pi dan The Curious Case of Benjamin Button sekali lagi berhasil membuktikan tangan dinginnya mampu mencari sudut pengambilan gambar yang baik. Dan kepiawaiannya pulalah yang mampu menangkap lanskap- lanskap indah yang menjadi lokasi syuting. Dari score, M.83 yang berkolaborasi dengan Anthony Gonzalez dan Joseph Trapanese mampu menciptakan musik yang megah dan cukup memberikan jiwa di setiap adegan. Sekedar catatan, Trapanese yang membuat musik untuk film The Raid: Redemption.

Secara garis besar, Oblivion kurang bisa dinikmati karena lambatnya tempo cerita. Namun film semacam ini mungkin bisa memuaskan hati para pecinta Sci- Fi berat yang sempat naik daun 5-6 dekade lalu pasca pendaratan Neil Armstrong di bulan.

Rating:

6/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s