Java Heat (2013)

Jake: This is my case

Hashim: And this is my country

Image

Directed By: Connor Allyn

Cast: Kellan Lutz, Ario Bayu, Mickey Rourke, Atiqah Hasiholan, Tio Pakusadewo, Astri Nurdin, Mike Muliadro, Rudy Wowor, Rio Dewanto

Synopsis:

Sebuah bom bunuh diri menelan puluhan korban termasuk anak Sultan Jogja. Letnan Hashim dari Densus 88 ditugasi untuk memimpin penyelidikan ini. Seorang turis Amerika bernama Jake dimintai keterangan karena dirinya merupakan orang terakhir yang berbicara dengan anak Sultan tersebut.

Sedikit demi sedikit penyelidikan Hashim dan Jake mulai menguak misteri peledakan bom tersebut dan mulai mengetahui siapa sebenarnya dalang di balik aksi terorisme ini.

Review:

Image

Film ini mungkin bisa dikatakan termasuk film yang ramai dibicarakan dalam beberapa waktu belakangan ini. Bukan karena termasuk Summer Movie atau diangkat dari novel/komik/game terkenal. Namun karena banyaknya unsur Indonesia yang masuk di dalamnya. Bahkan dari segi jajaran pemainpun didominasi oleh aktor-aktris Indonesia.

Memang, terlepas dari bagaimanapun kualitasnya, saya tetap menaruh respect terhadap film- film semacam Eat,Pray, and Love, Alex Cross, Savages, dan The Raid. Karena setidaknya film- film tersebut mulai memperkenalkan Indonesia, meski sebagai setting lokasi kisah ataupun hanya menggunakan aktor- aktrisnya saja. Dan yang sedang saya nantikan adalah Fast and Furious 6, The Philosophers, serta Man of Tai Chi di mana akan memakai aktor/aktris Indonesia terkenal sebagai salah satu castnya.

Sebenarnya cukup disayangkan melihat perkembangan perfilman Indonesia belakangan ini yang sepertinya hanya begitu- begitu saja.Sekalinya ingin menyentuh dunia internasional, effort maksimal yang dilakukan hanya menyewa pemain bokep ngetop saja.

Java Heat merupakan salah satu effort berbeda dari sutradara yang pernah melahirkan trilogi termahal Indonesia, Merah Putih. Jika trilogi Merah Putih hanya menggunakan crew dari Hollywood, kini Java Heat menggunakan cast dari Hollywood. Sebut saja Kellan Lutz yang terkenal lewat seri Twilight dan Mickey Rourke yang sudah malang melintang di dunia film selama lebih dari 30 tahun.

Image

Yang patut disayangkan adalah untuk debutnya di Hollywood, mengapa isu terorisme yang diambil. Padahal masih banyak yang lebih bisa diangkat lagi. Misalnya perburuan harta kerajaan, atau thriller korupsi misalnya. Narasi awal yang menyebutkan Indonesia sebagai negara yang memiliki penduduk mayoritas Muslim terbanyak, jika disambungkan dengan plotnya memang akan membawa negative thinking yang semakin menjauhkan pemahaman Islam.

Memang meski ada twist kisah yang diharapkan dapat melegakan umat Muslim, namun hal ini cukup riskan untuk ditayangkan di Indonesia sendiri, mengingat isu sensitif tersebut. Karakter yang diperankan oleh Mike Muliadro, yang digambarkan sebagai pemimpin jihadis, juga dideskripsikan memiliki kode etik “keterorisan” yang terlalu dipaksakan. Terlihat seperti effort Connor untuk menghindari demo atas filmnya.

Cerita sangat dangkal. Yah standard film kelas B. Namun hal tersebut juga tidak diiringi dengan kualitas adegan aksi yang bagus. Mungkin kita akan tertawa melihat orang pake blangkon dan bawa rocket launcher. Atau kejar- kejaran di candi Borobudur yang gak masuk akal.

Plothole pun banyak ditemui di film ini. Salah satu contohnya adalah penggunaan pangkat “Letnan” yang digunakan. Seperti kita ketahui, pangkat Letnan Satu dan Dua sudah diganti sejak tahun 2000 menjadi Ajun Inspektur Polisi Satu dan Dua. But it’s okay, The Raid also did the same….

Image

Kellan Lutz sebagai tokoh utama sangat- sangat mengecewakan. Aktingnya masih lebih bagus ketika bermain di film Toilet. Karakternya pun kelihatan bodoh. Berbeda dengan penampilan Ario Bayu, yang sekali lagi membuktikan kepiawaiannya berakting. Karakter Hashim lebih terlihat kompleks, meski hanya menjadi sidekick. Selain itu bahasa Inggrisnya paling menonjol dibanding para cast lainnya. Mickey Rourke sudah pas membawakan karakter antagonis. Dan yang sudah pasti menjadi buah bibir adalah penampilan berani Uli Auliani di sini.

Java Heat jujur mengingatkan saya dengan action kelas B Indonesia yang menggunakan bintang Hollywood di era 80-90an yang kebanyakan dibintangi Cinthya Rothrock. Sebagai penutup, Java Heat merupakan sebuah tontonan biasa saja yang kebetulan mayoritas memakai aktor dan dikerjakan di Indonesia. Sehingga memiliki daya jual sendiri di Indonesia. Tapi disarankan lebih baik nonton di DVD saja. Anda bisa save uang untuk menyambut summer movie yang akan mulai tayang minggu depan.

Rating:

6.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s