The Hangover Part III (2013)

Stu: I told myself, I would never come back

Phil: Don’t worry, it all ends tonight…

Image

Directed By: Todd Phillips

Cast: Bradley Cooper, Ed Helms, Zach Galifianakis, Justin Bartha, Ken Jeong, John Goodman, Melissa McCarthy, Jeffrey Tambor, Heather Graham, Mike Epps, Jamie Chung

Synopsis:

Di tengah perjalanan untuk mengobati “penyakit” Alan, mobil yang ditumpangi The Wolfpack diserang oleh sekelompok orang tak dikenal. Ternyata mereka adalah utusan seorang gangster bernama Marshall yang mecari Mr. Chow, gangster cina yang kerap berpetualang dengan The Wolfpack. Mr. Chow telah mencuri emas senilai 21 juta dollar dari Marshall. Marshallpun menculik Doug sebagai jaminan dan memerintahkan Stu, Phil, dan Alan untuk mencari Mr. Chow sebelum batas waktu yang ditentukan berakhir dan Marshall membunuh Doug.

Review:

Image

Di dalam dunia hiburan terkenal dengan istilah trilogy. Trilogy bisa diartikan sebagai 3 buah cerita yang saling berkoneksi dan dapat dinikmati baik secara individu maupun secara kesatuan cerita. Meskipun sebenarnya masih ada tetralogy, pentalogy, hexalogy, dsb., namun pada kenyataannya sebuah karya seni memiliki suatu pride tersendiri jika bisa dibuat sampai menjadi trilogi. Beberapa film sudah dipersiapkan menjadi trilogy. Biasanya film- film yang diadaptasi dari suatu franchise yang sudah terkenal dan sudah memiliki fanbase yang luas, seperti adaptasi komik, game, mainan, maupun novel. Namun ada juga film yang dijadikan trilogy dikarenakan pendapatan dan respond untuk film pertamanya cukup baik. Biasanya film yang memiliki alasan terakhir, pihak produksi ataupun sineasnya sudah sering berkoar kalau niatan trilogy sudah ada dibenaknya sebelum film pertama dirilis. Yah, apalagi kalau bukan karena alasan pride.

Mengikuti trend tersebut, sebuah film komedi dewasa yang menjelma menjadi kuda hitam di tahun 2009 ikut dilengkapi menjadi sebuah trilogy. Isu pun sudah digembar- gemborkan bahwa film ketiganya ini akan menjadi penutup kisah petualangan 4 orang sahabat tersebut. Jadi apakah betul film ini merupakan film penutup? Anda bisa menemukan jawabannya di after credit scene. FYI, sangat sedikit sineas atau rumah produksi yang mau menamatkan franchise yang mampu menambah pundi- pundi emasnya. Biasanya akan diselipkan satu- dua adegan yang mengindikasikan kemungkinan adanya sekuel. Ya minimal spin- off.

Image

Apa sih yang menjadi ciri khas The Hangover franchise atau yang disebut juga sebagai wolfpack series ini? Kisah yang memiliki template kurang lebih; sekelompok orang terbangun di pagi hari dan sama sekali lupa apa yang dilakukan malam sebelumnya. Hanya beberapa barang yang mereka temukan di kantong celana masing- masing yang bisa memberikan petunjuk apa yang terjadi semalam. Lalu kisah akan selanjutnya film akan menampilkan adegan- adegan komedi dewasa yang cenderung jorok dan sensual. Filmpun akan menjelma menjadi gabungan antara komedi dan cerita khas detektif. Poin- poin ini nampaknya luput di installment ketiganya. Mungkin dengan maksud mengambil tema berbeda, justru menjadikan The Hangover Part III nampak bukan seperti film The Hangover. Tidak ada adegan hangover (kejadian baru sadar setelah mabuk parah dan lupa dengan kejadian sebelumnya) di film ini.

Joke- joke pun terasa basi. Bahkan cenderung garing dan tidak lucu. Adegan yang melibatkan Zach Galifianakis dan Ken Jeong, yang merupakan center of attention franchise ini, tidak senatural dan sememorable pendahulunya. Filmpun menjadi lebih sopan dengan minimnya adegan- adegan dewasa yang menjadi ciri khasnya.

Image

Additional cast yang menampilkan Melissa McCarthy dan John Goodman sepertinya tidak menambah kesan apa- apa. Beda dengan penampilan Mike Tyson di film pertama yang cukup memorable.

Overall, film ini merupakan film terburuk dari franchise The Hangover. Jika anda menilai film keduanya sudah parah, lebih baik menjauhi film ini. Sepertinya Todd Phillips harus menampilkan sebuah breakthrough apabila nantinya dibuatkan sekuelnya lagi. Jadikan dua buah sekuel tersebut menjadi sebuah pelajaran.  Jika sekuel pertama dinilai hanya mengulang apa yang ada di film pertamanya, sekuel kedua ini menggunakan breakthrough yang sama sekali parah bahkan sama sekali menghilangkan ciri khasnya. Phew, I wish I could had hangover to forget those lame The Hangover sequels.

Rating:

5.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s