Riddick (2013)

Richard B. Riddick: You’re not afraid of the dark, are you?

Image

Directed By: David Twohy

Cast: Vin Diesel, Jordi Molla, Matt Nable, Katee Sackhoff, Dave Bautista, Bookem Woodbine, Karl Urban

Synopsis:

Setelah berhasil mengalahkan bangsa Necromanger dan menyandang gelar Lord Marshall, Riddick (Vin Diesel) rela menyerahkan gelar tersebut kepada Commander Vaako (Karl Urban) demi kepulangannya ke planet asalnya, Furya.

Namun bukan dibawa ke Furya, namun Riddick diasingkan ke sebuah planet tak berpenghuni. Ternyata planet tersebut diisi oleh mahluk- mahluk ganas yang lapar. Untung saja mahluk terganas di planet tersebut hanya bisa tinggal di tempat yang basah, sementara planet tersebut tandus dan tidak pernah hujan.

Hal buruk dimulai ketika hujan pertama mulai datang. Mau tidak mau, Riddick, yang berstatus buron, harus mengaktifkan sebuah suar untuk memancing datangnya para pemburu hadiah yang siap menangkapnya. 2 tim pemburu hadiah yang masing- masing dipimpin oleh Santana (Jordi Molla) dan Johns (Matt Nable) pun menjawab panggilan tersebut dan siap menangkap Riddick demi uang bayaran yang cukup besar untuk kepala Riddick.

Review:

Image

Bagi saya, franchise Riddick merupakan salah satu franchise film paling tidak jelas. Dengan krisis identitas yang melanda di tiap serinya. Franchise yang dibuka dengan film berjudul Pitch Black ini sebenarnya memiliki sebuah brand awareness yang cukup baik. Film yang berhasil menjadi sebuah sleeper hit di tahun 2000 ini cukup mendapatkan respon yang baik. Dan termasuk salah satu film yang kelak melahirkan salah satu bintang laga generasi baru bernama Vin Diesel yang kala itu baru meniti karir.

Namun sebuah keputusan salah membuat Vin Diesel harus membayar mahal. Penolakan untuk membintangi sekuel Fast and Furious dan XXX kala itu dan lebih memilih membintangi sekuel Pitch Black yang berjudul The Chronicles of Riddick merupakan sebuah keputusan yang tidak tepat. Karena hasil akhir dari sekuel pertama tentang anti hero yang mampu melihat di dalam kegelapan itu menuai banyak cacian serta kritikan pedas. Di antaranya dikarenakan ketidaksinambungan cerita dengan seri pertamanya, di mana seri pertama Riddick melawan alien ganas dan di seri kedua Riddick malah melawan sebuah ras alien religius fanatik.

Image

Mengetahui kesalahan fatal tersebut dan berniat untuk membuat sebuah penebusan dosa, sebuah sekuelpun kemudian digarap. Masih dengan David Twohy menduduki posisi sutradara, sekuel ini pun menurut saya masih mengalami krisis identitas. Masih tidak jelas sebenarnya film ini mau mengedepankan pergulatan Riddick melawan para Bounty Hunter atau melawan para alien ganas.

Sepertinya sineas yang lebih berbakat menjadi scriptwriter tersebut masih harus banyak belajar menjadi seorang sutradara, jika tidak ingin dikatakan “tidak berbakat”. Karena sebagai sutradara yang menggarap keseluruhan tiga seri franchise ini malah sepertinya tidak bisa mengerti apa yang dimau dari franchise ini. Bagi siapapun yang menonton tanpa melihat nama sutradara, pasti akan mengira ketiga seri ini disutradarai oleh orang yang berbeda.

Image

Film ini sangatlah tidak menarik. Dengan naskah dan plot yang buruk membuat film ini terasa sangat membosankan. Terlebih ditambah adegan eskyen sok cool dan kaku dan music yang tidak mampu membaur dengan adegan eksyen tersebut. Untuk editing juga sangat buruk membuat gambar- gambar yang tersaji jadi tidak bisa dinikmati dengan maksimal.

Dari segi pemainpun tidak ada satupun yang bermain dengan baik. Even si Vin Diesel pun bermain sangat kaku. Memang film seperti ini tidak mementingkan kualitas akting yang baik, yang penting berwajah macho atau sangar.

Image

Untuk character design juga sangat buruk. Alien yang seharusnya mengerikan dan ganas juga terlihat kurang begitu mengancam. Bahkan desainnya pun mirip dengan xenomorph dari saga Alien.

Mungkin satu- satunya yang bisa menyelamatkan film ini adalah tensi ketegangan di beberapa adegan yang memang cukup efektif. Terlihat di sini sepertinya Twohy cukup berbakat untuk membuat sebuah film horor berdurasi pendek. Karena di beberapa adegan panjang, Riddick masih menampilkan tensi ketegangan yang cukup panjang.

Image

So, sebagai kata penutup saya katakan sekali lagi David Twohy berhasil meyakinkan saya bahwa franchise kebanggaannya tersebut merupakan suatu produk gagal yang tidak memiliki identitas jelas. Saya berharap ini merupakan seri terakhir dari franchise ini. Kecuali Twohy sudah mampu mengerti bagaimana bisa memberikan sebuah karakteristik jelas bagi sebuah franchise film. Kalau belum bisa juga, just go back to scriptwriting. (dnf)

Rating:

5.5/10

4 thoughts on “Riddick (2013)

  1. Kmrin bru nonton dan… Ppfff Cerita lemah, action lemah, suspense nanggung, semuanya serba nanggung. Film terburuk tahun 2013 sejauh ini menurut saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s