Machete Kills (2013)

Machete: Machete don’t tweet

Image

Directed By: Robert Rodriguez

Cast: Danny Trejo, Mel Gibson, Demian Bilchir, Amber Heard, Michelle Rodriguez, Sofia Vergara, Charlie Sheen, Lady Gaga, Walton Goggins, Antonio Banderas, Cuba Gooding Jr., Vanessa Hudgens, Jessica Alba, William Sadler, Marko Zaror, Alexa Vega

Synopsis:

Machete (Danny Trejo) direkrut oleh Presiden Amerika Serikat (Charlie Sheen) untuk menyelidiki dan menangkap seorang revolusioner Mexico, Mendez (Damian Bilchir) yang berencana untuk meledakan Amerika Serikat jika tidak mau membersihkan negaranya dari kekuasaan para kartel.

Review:

Image

Exploitation Movies adalah sebuat istilah yang ditujukan untuk film- film berbujet rendah yang digarap dengan kualitas asal- asalan dan hanya untuk mengambil keuntungan semata. Disebut sebagai exploitation movies karena film- film tersebut hanya mengeksploitasi suatu tema tanpa memikirkan segi artistiknya. Biasanya tema- tema yang diekspoitasi adalah brutal scene, nudity, romance, violence, sex, dan drugs. Untuk menarik minat penonton pun biasanya exploitation movies menghadirkan bintang- bintang ternama saat itu yang rela dibayar murah. Dikarenakan rendahnya kualitas film- film semacam ini maka tidak heran banyak kritikus yang tidak menyukainya. Namun pada akhirnya bisa menjadi sebuah cult.

Pada tahun 2007, 2 orang sutradara “unik” merilis 2 buah dengan style semacam ini. Robert Rodriguez dengan Planet Terror dan Quentin Tarantino dengan Death Proof. “Paket hemat” film tersebut ditayangkan di bioskop dengan judul Grindhouse. Grindhouse sendiri adalah sebuah istilah di Amerika untuk bioskop- bioskop murah yang khusus menayangkan film- film semacam ini.

Image

Biasanya ketika kita menonton sebuah exploitation movie di sebuah grindhouse akan selalu menemukan beberapa trailer (kalo kata orang Indonesia “ekstra”) di selipkan di tengah pertunjukan. Nah, sama halnya dengan film Grindhouse. Di tengah- tengah film diselipkan beberapa trailer palsu yang disutradarai oleh beberapa sutradara ternama, di antaranya adalah Rob Zombie dan Eli Roth. Dikarenakan animo masyarakat yang besar, 2 dari trailer palsu tersebut dibuat menjadi film tersendiri di kemudian hari. Film- film tersebut adalah Hobo With A Shotgun dan Machete. Dan tahun ini sekuel dari Machete tahun ini dirilis dengan judul Machete Kills.

Pertama- tama yang harus kita camkan adalah film semacam ini adalah film yang sangat segmented. Tidak sedikit orang yang mengerti selera film semacam ini. Apalagi bagi mereka yang sangat mengedepankan kualitas sebuah film.

Image

Sama halnya dengan film pertamanya, film ini juga diwarnai dengan karakter- karakter unik yang menarik. Terutama pembunuh Chameleon yang memiliki kemampuan berganti wajah dan dimainkan oleh 3 aktor dan 1 aktris terkenal.

Namun untuk jajaran cast jangan mengharapkan kualitas akting sekelas Oscar. Karena memang film seperti ini tidak membutuhkan hal tersebut. Namun pemilihan pemain untuk memerankan setiap karakter bisa dikatakan cukup menarik. Secara fisik dan kriteria memang pas untuk penokohan yang dibutuhkan. Dan yang lebih unik lagi di sini karakter Presiden Amerika Serikat diperankan oleh Charlie Sheen yang menggunakan nama aslinya, yang memang terdengar rada ke meksiko- meksikoan, Carlos Estevez.

Image

Adegan- adegan aksi yang cenderung komikal juga sangat menarik. Beberapa scene yang menampilkan joke- joke segmented yang murahan masih efektif dalam menimbulkan gelak tawa penonton.

Namun ada beberapa unsur, seperti penggunaan elemen sci- fi yang menurut saya terlalu mengada- ngada untuk sebuah franchise Machete. But once again, anything can happen in an exploitation movie.

Image

Jika dibandingkan dengan film- film yang saya sebutkan tadi, sebenarnya Machete Kills memiliki kualitas yang kurang. Kualitas dalam konteks ini adalah “kualitas” sebuah film exploitation movies. Adegan violence dan nude yang menjadi nilai jual paling penting dari film Machete, seakan dibikin “soft” bahkan tidak ada adegan nude sama sekali. Memang sucks banget kalau nonton film semacam ini di bioskop lokal. Karena ketatnya lembaga sensor, selain untuk menghindari demo sebuah ormas, adegan nude dan violence yang berlebihan sudah pasti akan disensor. Namun ketika saya coba melihat rating R yang diberikan tidak untuk adegan nude. Berikut kutipannya Rated R For strong bloody violence throughout, language and some sexual content.

Padahal tidak sedikit yang mengharapkan sebuah adegan nude dari film ini mengingat begitu bertebarannya adegan tersebut di film pertamanya. Apalagi jika melihat salah satu movie still yang ada Amber Heard berikut ini. You will get your wildest dream and you will need to PUT ON YOUR 3D GLASSES.

Image

(dnf)

Rating:

7/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s