Carrie (2013)

Margaret White: Your dad gave me cancer. I thought you were cancer.

Carrie White: Mama, that’s not nice.

Image

Directed By: Kimberly Peirce

Cast: Chloe Grace Moretz, Julianne Moore, Gabriella Wilde, Portia Doubleday, Ansel Elgort, Alex Russell, Judy Greer

Synopsis:

Carrie White (Chloe Grace Moretz) adalah seorang remaja pendiam yang selalu menjadi obyek bulan- bulanan teman- temannya, termasuk Sue Snell (Gabriella Wilde) dan Chris Hargensen (Portia Doubleday). Bisa dikatakan hanya segelintir orang di sekolahnya yang empati terhadapnya. Salah satunya adalah guru olahraganya, Ms. Desjardin (Judy Greer). Sebenarnya sikap Carrie yang aneh tersebut dikarenakan ajaran ibunya, Margaret White (Julianne Moore) yang ortodoks dan menjauhkan Carrie dari kesenangan duniawi yang berlebihan.

Lain dengan Sue yang menyesal dan mencoba untuk memperbaiki kesalahannya terhadap Carrie dengan meminta pacarnya, Tommy Ross (Ansel Elgort) untuk mengajaknya ke prom night, 

Review:

Image

Salah satu sumber adaptasi film yang paling sering diangkat adalah novel. Di ranah perfilman Hollywood terdapat nama- nama novelis yang karya- karyanya paling sering difilmkan. Di antaranya ada nama Nicholas Sparks, Ian Fleming, John Grisham, Tom Clancy, dan Stephen King. Jika Nicholas Sparks terkenal dengan kisah- kisah drama, John Grisham dengan thriller pengadilan, Tom Clancy dengan thriller spionase, dan Ian Fleming dengan karakter agen 007-nya, Stephen King dikenal dengan karya- karya yang bergenre horor dan misteri.

Beberapa film yang diangkat dari novel karya pria berusia 66 tahun tersebut adalah; Misery, The Shawsank Redemption, It, The Mist, Stand By Me, The Shinning, Sleepwalker, The Green Mile, dan Pet Sematary. Salah satu karyanya yang juga sempat difilmkan adalah sebuah novel berjudul Carrie. Kini film yang versi originalnya dibintangi oleh Sissy Spacek, Nancy Allen, dan John Travolta tersebut di remake dengan bintang- bintang masa kini.

Image

Chloe Grace Moretz yang namanya sedang bersinar berkat dwilogi Kick- Ass didapuk untuk memerankan sang titular character. At first, ini bisa menjadi sebuah kabar baik bagi para pecinta novelnya. Selain karena kualitas akting yang sudah tidak diragukan lagi, Moretz masih berusia 16 tahun saat film ini dirilis, berbeda dengan Spacek yang sudah berusia 26 tahun saat film originalnya dirilis. Dari segi usia, Moretz lebih menang, karena di novelnya, Carrie dikisahkan berusia 16 tahun juga. Hanya saja paras cantiknya malah membuat karakter Carrie White kurang begitu menyatu dengan filmnya. Berbeda dengan tampilan Sissy Spacek yang memang fisiknya sangat menunjang untuk menghadirkan kesan lonely dan creepy sang karakter. Dan berbeda dengan Sissy Spacek, semua orang tidak akan percaya seorang Chloe Grace Moretz adalah seorang remaja tidak populer yang susah dapet cowok.

Image

Berbeda dengan Julianne Moore yang sangat pas memerankan karakter ibu posesif yang ortodoks. Make- up yang dipakai cukup menunjang tampilannya untuk menyatu dengan karakter yang dimainkannya.

Pemain- pemain pendukung lainnya cukup bisa diterima meskipun secara kualitas akting masih bagus yang versi original. Hanya Portia Doubleday yang memerankan Chris secara fisik kurang meyakinkan untuk menjadi seorang gadis cantik yang  populer dan tukang bully.

Image

Versi remake ini menambahkan beberapa scene yang cukup informatif dan bisa menjadi penjelasan atas beberapa elemen yang hilang di versi tahun 1976. Seperti opening scene yang cukup mendebarkan dan percakapan antara Sue dan Tommy di lapangan olahraga. Namun hal- hal tersebut tetap saja tidak menambahkan value added yang cukup signifikan.

Adegan prom night yang legendaris digarap dengan kurang meyakinkan. Meskipun dari segi visual effect sudah pasti lebih modern dan canggih, namun unsur kengerian tidak seefektif versi 1976nya. Hasil akhir jadi hanya seperti pameran muncratan darah dan violence film- film kelas B. Selain itu ending yang melibatkan karakter Sue Snell tidak semengagetkan versi originalnya. Namun balas dendam yang dilancarkan Carrie terhadap 2 antagonis utama digarap lebih memuaskan.

Image

Then again, meskipun naskah film ditulis oleh orang yang sama yang pernah menangani versi originalnya, Lawrence D. Cohen, Carrie versi modern ini menjadi sebuah sajian remake yang sebenarnya tidak perlu dibuat. Unsur- unsur yang menjadikan film originalnya menjadi sebuah horor klasik tidak disajikan dengan baik. Sebenarnya hal ini bukan salah dari penulis naskah ataupun jajaran cast. Moretz bisa saja di make up lebih meyakinkan lagi. Seperti halnya Charlize Theron saat membintangi Monsters. Saya lebih menyalahkan sang sutradara. Secara kualitas memang Kimberly Peirce tidak bisa disamakan dengan Brian De Palma. Meskipun pernah sukses lewat Boys Don’t Cry, sutradara kelahiran 1967 tersebut masih harus banyak belajar.

Jika saja saya sudah lahir dan mereview film di tahun 1976 saya pasti akan memberikan nilai 8.5 untuk versi originalnya. Andai saja adegan di kamar mandi wanita di awal film digarap seperti versi tahun 1976. If you know what I mean. *drooling* (dnf).

Rating:

7/10

2 thoughts on “Carrie (2013)

  1. terus review film ya..cz berguna banget..
    biasanya saya sblum nntn liat dulu reviewnya disini..hehehe
    Ganbatte..
    *ngacungin jempol sambil teriak makasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s