Ender’s Game (2013)

Ender Wiggin: So, I’m not the first

Mazer Rackham: No. But you will be the last.

Image

Directed By: Gavin Hood

Cast: Asa Butterfield, Harrisson Ford, Hailee Steinfeld, Abigail Breslin, Ben Kingsley, Viola Davis, Connor Carroll, Aramis Knight, Suraj Partha, Moises Arias, Khylin Rhambo, Nonso Anosie

Synopsis:

Di masa yang akan datang, bumi mendapatkan serangan dari ras alien yang disebut sebagai Formics. Dan berkat seorang pilot yang nekad melakukan aksi berbahaya, Mazer Rackham (Ben Kingsley), bumi berhasil memukul mundur para “penjajah” tersebut. Takut akan aksi balas dendam yang mungkin akan dilancarkan oleh para formics, manusia mendirikan kesatuan militer yang disebut International Military dan merekrut anak- anak kecil untuk dididik menjadi Rackham- Rackham yang baru.

Salah satu kandidat yang dipercaya dapat menjadi komandan tertinggi pasukan pelindung bumi tersebut adalah seorang anak remaja bernama Ender Wiggin (Asa Butterfield). Dengan didikan dari Rackham, Colonel Graff (Harrison Ford), Sergeant Dap (Nonso Anozie), serta psikolog Major Gwen Anderson (Viola Davis), dengan cepat, Ender berhasil menungguli teman- temannya dan memimpin pasukan yang terdiri dari Bean (Aramis Knight), Alai (Suraj Partha), Dink (Khylin Rhambo), Bernard (Conor Carroll), dan Petra (Hailee Steinfeld).

Review:

Image

Di negaranya, nama Orson Scott Card adalah seorang novelis science fiction yang cukup disegani. Dengan karya- karyanya yang sudah memiliki fanbase sendiri, Card merupakan salah satu penulis novel yang cukup populer. Karyanya yang paling terkenal terangkum menjadi sebuah saga yang dikenal bernama Ender’s Game Saga. Seri pertamanya yang berjudul Ender’s Game dirilis pada tahun 1985 berdasarkan cerpen dengan judul yang sama yang dirilis pada tahun 1977 di majalah Analog Science Fiction and Fact.

Dengan penggemar yang berjumlah tidak sedikit, Ender’s Game diharapkan bakal menjadi The Next Harry Potter. Namun melihat materi trailer yang cukup terlalu sangat banget sering diputar di bioskop nasional, nampak film ini tidak menjanjikan. Gambar- gambar yang ditampilkan sangat membosankan. Kualitas akting buruk serta action scene yang sangat murahan membuat tidak sedikit calon penonton yang cukup skeptis dengan hasil akhirnya, termasuk saya.

Image

Namun ternyata Ender’s Game merupakan sebuah sajian sci-fi berbobot yang mampu memuaskan dahaga para penggemar serta penonton non fans. Yang menjadi kekuatan utama dari film ini adalah akting para pemeran yang kebanyakan masih remaja. Asa Butterfield sebagai pemegang peran utama mampu menampilkan performa yang baik sebagai Ender Wiggin. Body language yang dikeluarkannya cukup believable sebagai seorang anak cerdas yang menguasai strategi perang di atas rata- rata anak seusianya. Bahkan di atas rata- rata rekan kerja yang jauh lebih senior.

Connor Carroll, Aramis Knight, Suraj Partha, dan Khylin Rhambo bermain cukup meyakinkan sesuai dengan porsinya masing- masing. Ditambah dengan pemanis muda bernama Hailee Stainfeld dan Abigail Breslin, yang makin cantik seiring bertambahnya usia. Namun di antara peran anak- anak lainnya, nama aktor muda Moises Arias yang berperan sebagai rival Ender, Bonzo Madrid yang menurut saya bermain paling baik. Aktor berusia 19 tahun tersebut mampu menampilkan sosok Bonzo yang menyebalkan dan benci terhadap Ender.

Image

Wajah- wajah muda tersebut bisa dikatakan mampu menyeimbangi performa om, tante, kakek, dan kakak- kakak pemain senior lainnya. Malah jika dibandingkan masih mampu mengungguli mereka yang notabene memiliki jam terbang lebih banyak. Seperti Harrison Ford yang terlihat terlalu over dalam memainkan emosi serta mimik wajahnya. Meski masuk kategori tolerable.

Gavin Hood sebagai sutradara bisa dibilang cukup beruntung mendapatkan kontrak dengan pemain- pemain berbakat lintas generasi tersebut. Sutradara yang mengawali karir dengan memegang film- film eksyen direct to video ini juga bertindak sebagai penulis naskah. Naskah yang ditulisnya tersebut mampu menjaga tensi ketegangan tanpa terlalu menggembar- gemborkan adegan aksi khas science fiction blockbuster yang terkadang malah kedodoran di segi cerita. Namun cerita mengalami kekendoran di sepertiga akhir film. Even, twist di akhir kisah yang kabarnya sangat baik digambarkan di dalam versi buku, menjadi agak hambar di layar bioskop.

Image

Adegan di area Gravity Zero yang menjadi salah satu daya tarik film ini juga digambarkan dengan baik. Permainan tembak- tembakan antar kadet tersebut sedikit banyak mengingatkan kita kepada permainan Quiditch di saga tentang penyihir cilik paling terkenal di dunia.

Kredit tersendiri patut diberikan kepada tim Production Design yang sangat apik menggambarkan secara visual apa yang menjadi buah pemikiran Orson Scott Card di dalam buku. Selain itu adegan- adegan aksi yang ditampilkan juga tidak terlalu overrated. Dengan porsi yang tidak terlalu banyak malah menjadikan film ini lebih nikmat untuk dinikmati.

Image

Once again, Ender’s Game membuktikan bahwa tidak semua teen flick gagal dalam segi kualitas ketika diangkat ke layar lebar. Tidak menutup kemungkinan di kemudian hari, sekuel- sekuelnya akan difilmkan juga. Asal dengan kualtias tim produksi yang sama bagus dengan film pertamanya ini. Tapi tau deh, bisa sampe semua seri gak difilmkan? Mengingat so far, Ender Saga sudah berjumlah 21 judul.

So, jika anda ingin menyaksikan sebuah sajian science fiction yang berbobot dengan kualitas akting yang solid, Ender’s Game bisa memuaskan dahaga. Namun jika anda mengharapkan adegan aksi yang bombastis khas summer movie, mungkin anda bukan termasuk orang- orang yang akan dapat menikmati Ender’s Game. (dnf)

Rating:

8/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s