Noah: Awal Semula (2013)

Image

Directed By: Putrama Tuta

Cast: Nazril Irham, Mohammad Kautsar Hikmat, Ilsyah Ryan Reza, Loekman Hakim, David Kurnia Albert, Andika Naliputra Wirahardja, Hendra Suhendra

Synopsis:

Peter Pan adalah sebuah band sekolah yang didirikan pada tahun 1997 di Bandung. Mereka kemudian berhasil mewujudkan cita- cita semua band di seluruh dunia: Masuk dapur rekaman. Sebuah album kompilasi berjudul Kisah 2002 Malam ternyata merupakan awal mula karir panjang mereka menjadi sebuah band besar skala nasional (some say international).

Namun sebagai sebuah band besar, tidak mungkin perjalanan karir mereka langgeng- langgeng saja. Beberapa kejadian yang menempatkan posisi mereka di ujung tanduk sempat menerpa mereka. Dimulai dari dikeluarkannya Andika dan Indra karena masalah kreatifitas, dan akhirnya membuat band baru bernama The Titans. Lalu skandal sex tape yang menerpa Ariel, sang vokalis ternyata menimbulkan dampak buruk bukan hanya bagi personil lainnya, namun juga bagi kehidupan perekonomian para crew.

Selepas Ariel dari masa tahanannya, band yang kemudian terdiri dari Ariel, Uki, Loekman, Reza, dan David ini mencoba kembali mengambil peruntungan mereka dengan sebuah nama baru dan menggelar tour di 2 benua dan 5 negara. Rentetan konser yang ditutup di Jakarta tersebut akan menjadi ajang uji coba apakah band yang mengganti namanya menjadi Noah tersebut masih bisa diterima atau tidak.

Review:

Image

Rockumentary adalah sebuah turunan dari genre dokumenter yang menceritakan perjalanan seorang musisi atau sebuah band. Biasanya sebuah rokumenter menjadi sebuah alternatif lain dalam menyajikan sebuah behind the scene sebuah konser ataupun perjalanan karir musisi/ band yang bersangkutan.

Genre macam ini bukanlah genre favorit di Indonesia. Masih jarang sekali produser yang mau merogoh koceknya untuk membuat sebuah genre rokumenter untuk konsumsi bioskop, karena memang genre dokumenter kurang begitu menjual. Lain halnya jika ditayangkan dalam format video atau televisi. Namun bagi dunia internasional, sudah banyak film rokumenter yang mengangkat perjalanan hidup ataupun konser sebuah bintang besar. Di antara bintang- bintang besar yang rokumenternya sempat diputar di bioskop kita adalah Michael Jackson, Justin Beiber, dan yang belum lama ini Metalica dan One Direction.

Image

Film rokumenter berbeda dengan sebuah film tentang kehidupan musisi seperti The Doors, Ray, ataupun kisah hidup Slank yang akan ditayangkan di bioskop. Film- film semacam ini tidak bisa dikatakan sebuah rokumenter karena bukanlah sebuah dokumenter, karena penggambaran hidup musisi yang bersangkutan dimainkan oleh aktor lain. Film- film semacam itu lebih tepat disebut sebagai biografi adaptasi kehidupan seorang superstar.

Noah memang band indonesia pertama yang cukup pede membuat sebuah rokumenter untuk konsumsi bioskop. Kebesaran namanya serta fanbase yang sudah cukup kuat di beberapa negara bisa menjadi dasar pengharapan kelarisan film ini. Namun sebenarnya band- band cadas underground seperti Seringai dan Burger Kill sempat membuat rokumenternya dengan format video. Saya sangat berharap di kemudian hari banyak band- band yang latah bikin rokumenternya masing- masing.

Image

Sebagai sutradara yang dipercaya menggawangi proyek ini, Putrama Tuta berhasil membawa misi yang diemban sebuah film rokumenter. Yaitu menggambarkan bahwa sebesar- besarnya sebuah status kebintangan seorang superstar, pada dasarnya mereka juga seorang manusia yang memiliki perasaan, mimpi, kehidupan pribadi, privasi, dan masalah hidup masing- masing. Namun bagaimanapun problem hidup yang dihadapi, profesi yang dipilih mengharuskan mereka tetap happy di hadapan para fans.

Dengan potongan- potongan footage yang diambil dari berbagai macam sumber, seperti TV, behind the scene, rekaman pribadi, ataupun beberapa adegan yang sengaja disyut untuk keperluan film ini, sutradara yang 2 tahun lalu berhasil membuat sekuel/ spin- off dari saga legendaris Catatan Si Boy ini sukses memainkan emosi penonton sehingga penonton bisa simpati maupun empati dengan masalah yang dirasakan para personil Noah.

Image

Penggambaran kemanusiawian mereka ditampilkan dengan cukup apik dengan mencomot footage- footage serta wawancara dengan para personil, mantan pesonil, manager, manager panggung, serta ketua fancslub yang berisikan penggambaran saat- saat retaknya band yang diikuti keluarnya 2 personil, bagaimana Ariel serta seluruh personil dan kru lainnya menghadapi dampak dari kasus tersebut, perjuangan David dalam mengatasi sakit yang dideritanya, serta hubungan antara para personil dan anaknya masing- masing. Film ini juga menggambarkan bagaimana sebuah band besar semacam Peter Pan/ Noah masih grogi sebelum naik ke panggung. Tuta juga menyajikan gambaran bagaimana para fans yang menamakan diri mereka “Sahabat” begitu setia dalam mendukung idolanya melewati masa- masa sulit tersebut.

Namun Putrama Tuta tidak hanya mengambil gambar- gambar emosional tersebut, Tuta juga menyelipkan footage- footage yang berisikan celetukan- celetukan lucu serta komentar- komentar nyeleneh para personil yang diharapkan bisa mengundang gelak tawa penonton. Pemilihan lagu- lagu yang dipakai mengiringi lagu ini juga tidak asing bagi penonton yang bukan Sahabat Noah. Hanya saja, jika anda mengharapkan akan ada sebuah lagu yang dibawakan full di panggung dalam film ini, anda akan kecewa.

Image

Jika mencari kekurangan film ini saya mencatat ada beberapa aspek yang saya rasa bisa diperbaiki. Beberapa adegan yang tidak tersusun rapi adalah salah satunya. Selain itu dengan memiliki sub judul “Awal Semula” saya mengharapkan sedikit banyak ada yang menyinggung masalah band Topi yang merupakan band sekolah yang cikal bakal Noah di kemudian hari. Atau bagaimana mereka diaudisi dan berhasil masuk ke dapur rekaman untuk pertama kalinya. Dengan pemilihan fokus cerita ke arah bagaimana mereka handle permasalahan paska menjadi sebuah bintang saya rasa judul album kompilasi Greatest Hits mereka yang rilis di tahun 2008, Sebuah Nama Sebuah Cerita lebih tepat. (dnf)

Rating:

8.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s