Killers (2014)

Nomura: The first one is always the hard one. It always goes unplanned.

Image

Directed By: Kimo Stamboel, Timo Tjahjanto (The Mo Brothers)

Cast: Oka Antara, Kazuki Kitamura, Rin Takanashi, Luna Maya, Ray Sahetapy, Epy Kusnandar

Synopsis:

Nomura (Kazuki Kitamura) adalah seorang pengusaha yang mempunyai hobi menculik, menyiksa, dan membunuh para wanita cantik. Dalam menjalankan “aksi”nya, dia selalu merekam dan mempublikasikan melalui channel di internet. Batinnya mulai terketuk ketika dia bertemu dengan seorang wanita cantik, Hisae (Rin Takanashi), yang memiliki hubungan dengan seorang adik persis dengan hubungan Nomura dan kakaknya ketika kecil.

Bayu (Oka Antara) adalah seorang jurnalis yang karirnya hancur lantaran mencoba untuk menyelidiki seorang politisi kotor bernama Dharma (Ray Sahetapy). Bayu juga salah seorang subscriber channel video Nomura dan menggemari hasil kerjanya. Iapun mulai merasa memiliki nafsu membunuh yang sama dengan Nomura setelah mengalami percobaan perampokan dan pelecehan seksual di sebuah taksi.

Kesamaan “hobi” keduanya membuat kedua pria beda negara tersebut saling berhubungan dan menjalani permainan hidup dan mati yang bukan hanya membahayakan jiwanya saja. Namun juga membahayakan orang- orang terdekatnya.

Review:

Image

Berapa kali anda mendengar aksi main hakim sendiri terhadap pelaku tindakan kriminal di jalanan? Apa yang akan anda lakukan jika ada orang yang berani menyakiti secara fisik keluarga atau orang terdekat anda? Apa tanggapan anda jika seorang musuh utama yang sadis di sebuah film action matinya cuman ditembak sekali? Jawaban dari pertanyaan- pertanyaan tersebut bisa menentukan apakah sebenarnya ada sifat seorang psikopat di diri anda atau tidak. Saya percaya 80% dari anda akan menjawab dengan jawaban yang serupa. Yang membuktikan bahwa setiap manusia pasti memiliki jiwa seorang psikopat. Besar- kecilnya atau mampu- tidaknya anda membendung jiwa tidak sehat itulah yang membuktikan apakah anda seorang psikopat atau bukan.

Image

Hal inilah yang coba diangkat oleh 2 orang sutradara spesialis film- film gore asal Indonesia; Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel, yang meskipun bukanlah seorang saudara kandung namun memilih untuk memilih nama beken The Mo Brothers. Selain Gareth Evans, The Mo Brothers sendiri merupakan 2 orang sutradara yang cukup berjasa dalam membawa perfilman Indonesia ke tingkat internasional. Mereka sempat menyutradarai short movie berjudul L for Libido yang menjadi salah satu segmen di omnibus Hollywood berjudul ABC of Death. Dan jika anda pernah menyaksikannya, anda pasti yakin kalau di Indonesia mereka tidak akan bisa membuat film “semacam” itu.

Image

Jika di film Rumah Dara, The Mo Brothers terlihat mencoba untuk membuat sebuah film slasher dengan pendekatan ala Hollywood, di film ini, mereka mencoba mengeksplor dengan pendekatan film- film “sakit jiwa” ala Korea Selatan macam I Saw The Devil. Di mana pendekatan psikologis dilakukan untuk menggambarkan sisi manusia dari seorang pembunuh sadis, yang terkadang membunuh hanya untuk memuaskan nafsu pribadinya saja. Hanya saja penggambaran sisi manusia yang dihadirkan di film ini agak dragging dan agak bertele- tele. Durasi yang di- share untuk penggambaran tersebut, bagi saya pribadi, terlalu banyak.

Image

Untuk adegan sadisnya sebenarnya sudah cukup lumayan bagus. Dengan special effect dan make- up yang apik. Meskipun sebenarnya The Mo Brothers masih bisa jauh lebih sadis lagi dengan membandingkan apa yang pernah mereka lakukan di 2 film sebelumnya, Rumah Dara dan L for Libido.

Padahal sebenarnya yang film- film Asia dilirik oleh pasar Hollywood salah satunya adalah tidak pelit dalam menampilkan adegan- adegan gore dan luka yang terkadang tidak segan- segan mempermak wajah sang aktor yang tampan atau aktris yang cantik menjadi selayaknya orang yang bonyok dan luka. Beda dengan film- film Hollywood yang kebanyakan mengincar rating PG-13 sehingga rada pelit untuk menampilkan adegan- adegan semacam itu.

Image

Yang cukup mengesankan adalah penampilan kedua aktor utamanya. Kazuki Kitamura sudah sangat meyakinkan untuk menjadi seorang pembunuh berdarah dingin. Wajahnya yang kaku serta dingin sudah menjadi aset utama untuk memerankan Nomura. Di sisi lain, Kitamura juga mampu berakting menjadi seorang gentleman yang flirty untuk memancing calon- calon korban masuk ke perangkapnya.

Oka Antara mampu memerankan karakter Bayu dengan pas. Aktingnya sebagai seorang yang desperate dengan problematika kehidupan yang menumpuk juga cukup meyakinkan. Selain itu akting wajahnya yang terkadang dingin terkadang ragu dalam membunuh para korbannya cukup pas. Bisa jadi di kemudian hari, dirinya akan mengikuti jejak Iko Uwais dan Joe Taslim untuk dilirik Hollywood mengingat dirinya juga akan tampil di film Berandal tahun ini.

Image

Para pemain pendukung lainnya bermain cukup bagus meskipun tidak sampai level “wah”. Ray Sahetapy meskipun cukup menyebalkan tapi tidak semenyebalkan ketika memerankan karakter Bos Tama di The Raid. Luna Maya dan Rin Takanashi juga cukup tampil apik dan tidak hanya sekedar “pemanis” belaka.

Mungkin bagi penonton Eropa dan Amerika, Killers bisa menjadi sebuah sajian segar yang baik karena banyaknya adegan- adegan darah yang ditampilkan. Namun bagi mereka yang sudah akrab dengan thriller- thriiler Korea Selatan, akan menganggap Killers menjadi sebuah sajian serba tanggung. Bagi saya pribadi, di luar keberhasilan Killers di Sundance Film Festival lalu, sebenarnya masih banyak yang perlu digali lagi oleh The Mo Brothers agar film ini lebih “wah” lagi. (dnf)

Rating:

7.5/10

One thought on “Killers (2014)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s