RoboCop (2014)

Alex Murphy: Dead or alive, you’re coming with me.

Image

Directed By: Jose Padilha

Cast: Joel Kinnaman, Gary Oldman, Michael Keaton, Abbie Cornish, Samuel L. Jackson, Jackie Earle Haley, Jay Baruchel, Marianne Jean-Baptiste, Michael K. Williams, John Paul Ruttan

Synopsis:

Alex Murphy (Joel Kinnaman) adalah seorang detektif yang mengalami cidera fatal setelah menjadi incaran peledakan bom oleh seorang penjual senjata gelap. Di saat yang bersamaan, Omnicorp, sebuah perusahaan raksasa yang menjadi penyuplai tentara robot bagi angkatan bersenjata, ingin melebarkan sayapnya dengan membuat tentara robot yang nantinya akan diperuntukkan bagi keamanan kota Detroit. Namun dikarenakan kekhawatiran tidak adanya sisi kemanusiaan atau judgement yang hanya bisa dihasilkan lewat hati nurani manusia, Raymond Sellars (Michael Keaton) selaku pemimpin perusahaan memutuskan untuk memilih penegak hukum terlatih yang cacat ke dalam sebuah mesin yang nantinya akan menjadi sebuah RoboCop. Dr. Dennett Norton (Gary Oldman), yang ditugasi untuk memimpin proyek ini, memutuskan Alex Murphy sebagai kandidat terpilih untuk menjadi RoboCop.

Namun ternyata eksperimen idealis tersebut mulai menjadi rancu ketika keberadaan RoboCop tidak jelas. Apakah untuk membantu masyarakat dalam memberantas kriminalitas sekaligus mengurangi korban dari pihak kepolisian, atau hanya untuk mengejar profit perusahaan semata.

Review:

Image

Pada tahun 1987, dunia science fiction mendapatkan sebuah karakter baru yang kelak menjadi sebuah franchise populer dengan melahirkan video game, komik, novel, animasi, mini seri, seri TV, action figure, serta merchandise lainnya. Karakter yang dihidupkan oleh aktor Peter Weller dan disutradari oleh Paul Verhoeven tersebut bernama RoboCop.

Saking populernya karakter RoboCop sampai- sampai ada candaan yang pada Februari 2011 ditujukan kepada walikota Detroit, Dave Bing, untuk menambahkan sebuah patung RoboCop di dalam proposal New Detroit, yang bertujuan untuk mengembalikan kota Detroit sebagai kota yang makmur lagi. Usulan tersebut tidak disanggupi oleh Major Bing dikarenakan tidak adanya budget untuk menambah patung tersebut di proposal New Detroit- nya. Namun candaan ini keburu santer di internet sehingga aksi fundraising pun diadakan. Hingga hal yang awalnya hanya guyonan iseng tersebut menjadi kenyataan. Patung RoboCop rencananya akan diresmikan pada musim gugur 2014.

Image

Dengan adanya budaya remake/ reboot film- film lawas sudah pasti akan membuat petinggi- petinggi Hollywood gatal untuk me-reboot kisah RoboCop. Dan yang terpilih menjadi sang jagoan adalah Joel Kinnaman dengan sutradara asal Brazil, Jose Padilha.

Yang namanya sebuah film reboot atau remake sudah pasti akan dibanding- bandingkan dengan versi orisinilnya. Tidak apa- apa menggunakan pendekatan berbeda, namun apabila pendekatan tersebut bisa memuaskan penonton, atau lebih bagus lagi mengejutkan penonton, bisa dikatakan remake/ reboot tersebut akan berhasil. Seperti The Mummy yang ketika di- remake oleh Stephen Sommers bisa mengejutkan para moviegoer dengan memasukkan unsur adventure, bukan hanya horor murni seperti versi klasiknya.

Image

Sama halnya dengan film- film superhero modern, Padilha mencoba untuk lebih menggali lagi sisi manusia sang superhero. Dalam arti ingin lebih menunjukkan reaksi serta dampak perubahan yang dirasakan oleh orang- orang terdekatnya setelah dirinya menjadi superhero. Di sini yang coba digali adalah dampak yang dirasakan oleh sang istri, Clara (Abbie Cornish) dan sang anak, David (John Paul Ruttan).

Namun ternyata dengan lebih memfokuskan sisi drama, malah membuat cerita film ini terlalu dragging. Duet Joel Kinnaman dan Abbie Cornish tidak memiliki chemistry yang pas. Sehingga luapan emosi yang terjadi di antaranya tidan bisa dirasakan oleh penonton.

Image

Unsur sci- fi hanya dapat dirasakan dari sisi special effect yang, otomatis lebih canggih dibandingkan versi orisinilnya. Selain itu untuk mengincar rating PG-13 (damn you, PG-13!!!!) menjadikan versi ini lebih soft. Seperti kita ketahui unsur violence di versi klasik cukup tinggi. Di sini adegan aksinya terlalu ringan. Bahkan hampir tidak ada yang bisa dikategorikan cukup seru. Sebagai contoh, kita tahu “siksaan” macam apa yang harus dijalani oleh Alex Murphy sebelum sekarat dan menjadi RoboCop. Di versi ini, hanya terkena leadakan mobil (bukan spoiler ya… udah ada di trailer, keleus…!!!). Padahal Jose Padilha adalah orang di balik film keren asal Brazil, Elite Squad.

Penokohan villain juga kurang kuat. Tidak ada satupun villain yang menyebalkan yang membuat kita mengumpat seperti halnya Clarence Bodicker dan Clarence Bodicker pada versi Verhoeven.

Image

Akting Joel Kinnaman, yang cukup bagus di The Killing, kurang begitu pas bermain sebagai RoboCop. Di sini RoboCop seperti kurang jati diri. Di beberapa adegan tampak sangat lincah bertarung layaknya Kamen Rider, namun di beberapa adegan tampak bergerak kaku layaknya versi Peter Weller. Abbie Cornish juga kurang begitu pas aktingnya. Untung aja cakep….!!!

Untung saja film ini turut didukung oleh 3 aktor yang memang sudah memiliki kualitas akting apik; Gary Oldman, Michael Keaton, dan Samuel L. Jackson. Oldman yang bertindak sebagai satu- satunya pihak Omnicorp yang mengerti perasaan Alex Murphy tampil cukup baik meskipun aktingnya di sini mengingatkan saya kepada James Gordon di The Dark Knight dan The Dark Knight Rises. Keaton yang berperan sebagai Raymond Sellars juga cukup baik. Jackson yang di sini berperan sebagai TV Host, yang mampu menambahkan unsur komedi dengan menarik.

Image

Selain itu semua, perubahan warna abu- abu menjadi warna hitam serta perubahan karakter Lewis yang aslinya bernama depan Anne, seorang wanita caucasian menjadi Jack, seorang pria negro, menurut saya malah menjadikan film ini lebih keren. Karena saya yakin apabila karakter yang menjadi partner Alex Murphy tersebut tetap seorang wanita, sudah pasti film ini mungkin berubah menjadi sebuah drama keluarga, bukan action science fiction.

Secara keseluruhan, bagi saya pribadi reboot RoboCop ini adalah sebuah produk yang cukup mengecewakan. Dengan memilih pendekatan drama menjadikan RoboCop kekurangan jati dirinya. Saya agak ragu apakah kelak akan ada sekuelnya atau malah di- reboot lagi. Namun apabila tetap ingin dibuatkan sekuel, saya berharap porsi adegan seru (tidak harus violence) bertambah. Well, at leasdi versi uncut home video- nya. (dnf)

Rating:

6.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s