I, Frankenstein (2014)

Adam: I’m a monster

Terra: You’re like a monster if you behave like one

Image

Directed By: Stuart Beattie

Cast: Aaron Eckhart, Bill Nighy, Miranda Otto, Jai Courtney, Socratis Otto, Aden Young, Caitlin Stasey, Mahesh Jadu, Kevin Grevioux, Yvonne Strahovski

Synopsis:

Victor Frankenstein (Aden Young) adalah seorang ilmuwan yang ingin mencoba untuk “playing God” dengan menciptakan manusia dari potongan- potongan mayat. Namun dikarenakan bentuk fisik yang menyeramkan, keberadaan “monster” tersebut tidak bisa diterima masyarakat. Takut akan mahluk ciptaannya sendiri, Viktor membuang hasil karyanya tersebut. Namun sang monster yang sakit hati malah membunuh kekasih Viktor. Hal ini membaut Viktor mencoba memburu sang monster hingga ke ujung dunia sampai menemui ajalnya.

Ketika sedang mengubur “ayah” yang sudah menciptakannya, sang monster diserang oleh pasukan demon utusan Naberius (Bill Nighy) yang sepertinya menginginkan sesuatu dari dirinya. Melihat pentingnya keberadaan sang monster bagi para demon, ratu gargoyle yang selama ini mengemban amanah untuk melindungi bumi dari serangan monster, Leonore (Miranda Otto), menawarkan kerjasama kepada sang monster, yang diberinya nama Adam.

Tidak ingin terlibat lebih jauh lagi ke dalam perang antara demon dan gargoyle, Adam mengembara ke ujung dunia selama lebih dari 200 tahun sambil memburu para demon satu per satu.

Review:

Image

Belakangan ini tema twisted classic tale layaknya kisah- kisah  Hansel and Gretel, Snow White, Alice in Wonderland, Red Riding Hood, dan Jack and The Beanstalk di mana kisah klasik diubah sedikit dengan memasukan unsur action dan elemen dark yang lebih kental untuk penonton dewasa modern sepertinya sedang menjadi pilihan produser untuk difilmkan. Kali ini kisah horor klasik yang diangkat dari novel karya Mary Shelley inipun juga tidak ingin ketinggalan di “begitu” kan juga.

Sosok Franskenstein sendiri sering disalah artikan oleh orang- orang awam. Banyak yang menyangka Franskenstein adalah nama sang monster. Sebenarnya Frankenstein itu adalah nama sang kreator yang menghidupkan monster itu. Namun dikarenakan sosok ikonik sang monster dan penggunaan judulnya adalah nama sang kreator, maka kesalahpahaman itu sering terjadi.

Image

Seperti halnya Bela Lugosi dan sosok Dracula- nya, karakter Frankenstein sangat lekat dengan sosok Boris Karloff. Tangan panjang, jaket abu- abu, sosok tinggi, kulit hijau, dahi kotak, mata sayu, rambut pendek, serta baut di kepala sudah menjadi template sosok sang monster selama puluhan tahun. Sebagai catatan, selain menciptakan template sang monster, Karloff juga berjasa dalam menciptakan template sosok mumi.

Kisah I, Franskenstein ini diangkat dari novel grafis karangan Kevin Gravioux yang juga berjasa telah menciptakan saga Underworld.

Image

Untuk memerankan karakter sang monster dipilihlah aktor yang sempat menghidupkan karakter Two- Face di The Dark Knight. Dan menurut saya Eckhart terlalu good looking sebagai sang monster. Beda dengan saat diperankan Robert De Niro di versi Kenneth Branagh dulu. Eckhart juga tampak tidak terlalu enjoy dan kurang bisa menghidupkan karakter tersebut. Sebenarnya bukan salah dia, karena kemampuan aktingnya sudah tidak pertanyakan lagi. Kesalah utama ada pada penulis naskah.

Naskah yang ditulis oleh Grevioux (ikut bermain sebagai Dekkar, kepala keamanan Naberius) terasa basi dan tidak mampu menjaga ritme kisah sampai akhir. Bahkan tujuan Naberius mengincar sang monster mirip saat Dracula mengincar sang monster di film Van Helsing. Opening scene yang menjelaskan background story dari universe I, Franskenstein juga tidak baik dan terasa murahan. Untung saja dari segi adegan aksi, masih mampu mengobati kekecewaan, meskipun belum sampai tahap brilian nan memukau.

Image

Spesial efek yang seharusnya bisa menjadi jualan utama di film ini, malah kelihatan melempem. Begitu juga dengan make- up serta disain karakter, khususnya untuk para demon. Wajah demon bagi saya malah terlihat lucu dan konyol. Tidak ada kesan mengerikan atau membahayakan. Beda dengan disain karakter gargoyle yang lebih bagus. Bahkan dari disain saja bisa kelihatan kalau gargoyle lebih unggul saat bertarung dibandingkan para demon. Selain secara fisik lebih kekar, kuat, tinggi, para gargoyle juga bisa terbang.

Selain Eckhart, jajaran cast lainnya juga tidak bisa memberikan kontribusi yang baik. Bill Nighy seperti mengulang perannya di saga Underworld, Miranda Otto tidak bisa memberikan kesan bijaksana sebagai putri para Gargoyle, Yvonne Strahovski yang berperan sebagai Tera hanya terasa sekedar templelan, serta Jai Courtney masih keren saat berperan sebagai anaknya Bruce Willis dibandingkan memerankan Gideon di sini.

Image

Overall, I, Frankenstein adalah sebuah sajian film yang kurang memiliki greget. Meskipun dari segi aksi lumayan menghibur, namun mostly secara keseluruhan film bisa dikatakan gagal. Dari hasil akhir, film ini lebih tepat jika langsung dikeluarkan dalam bentuk home video ketimbang dirilis di bioskop. (dnf)

Rating:

6/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s