Pompeii (2014)

Gladiators: For those who about to die, we salute you

Image

Directed By: Paul W.S. Anderson

Cast: Kit Harington, Emily Browning, Adewale Akinnuoye- Agbaje, Kiefer Sutherland, Jared Harris, Carrie- Anne Moss, Jessica Lucas, Sasha Roiz

Synopsis:

Milo (Kit Harington) adalah seorang keturunan terakhir dari suku celtic penunggang kuda. Seluruh desa, serta kedua orangtuanya, tewas di tangan pasukan Romawi yang dipimpin oleh Jenderal Corvus (Kiefer Sutherland). Milo, yang tinggal sebatang kara ditangkap penjual budak dan dijadikan seorang gladiator.

17 tahun kemudian, Milo telah menjadi bintang arena gladiator dengan nama panggung, Celt. Perjalanan Milo membawanya ke kota Pompeii di mana akan diadakan pertandingan gladiator untuk menyambut kedatangan Senator Corvus yang akan mengadakan kerjasama bisnis dengan pemimpin kota, Severus (Jared Harris). Milo juga jatuh hati kepada putri tunggal Severus, Cassia (Emily Browning).

Ketika gunung Vesuvius meletus dan akan menghancurkan kota Pompeii, Milo harus berpacu melawan waktu untuk menyelamatkan sang kekasih sekaligus membalas dendam kematian orangtuanya dengan membunuh Senator Corvus serta ajudannya yang tidak kalah sadis, Proculus (Sasha Roiz).

Review:

Image

Kota Pompeii adalah kota kuno yang berada di kaki gunung Vesuvius. Jika dilihat secara geografis masa kini, Pompeii terletak di dekat kota Napoli. Para ahli berpendapat bahwa kota tersebut didirikan sekitar abad ke 6-7 Sebelum Masehi dan akhirnya berhasil ditaklukan oleh Romawi pada tahun 80 Sebelum Masehi. Di bawah kepemimpinan Romawi, Pompeii menjadi kota yang maju di abad pertama Masehi.

Pada tahun 79 Masehi, kota Pompeii mendapatkan musibah, yang hingga kini tercatat menjadi salah satu musibah terbesar dalam sejarah Italia, di mana gunung Vesuvius meletus dan menewaskan puluhan ribu jiwa. Akibatnya, kota Pompeii terkubur lahar beku sedalam 4 hingga 6 meter dan selama berabad- abad namanya dilupakan dan kisahnya hanya menjadi sebuah dongeng semata.

Image

Hingga akhirnya pada tahun 1599, sebuah proyek pembuatan kanal menemukan dinding- dinding bertuliskan decurio Pompeii (Balai Kota Pompeii). Penemuan ini diteruskan pada tahun 1748 oleh seorang insinyur asal Spanyol, Rocque Joaquin de Alcubierre. Kini, sebuah kota baru telah dibangun di pinggiran reruntuhan kota Pompeii, dan kota tersebut diberi nama Pompei (dengan satu “i”).

Itulah sedikit kisah sejarah yang mengilhami sineas asal Inggris yang telah berjasa menelurkan salah satu franchise film terlaris hasil adaptasi video game, Resident Evil. Pendekatan yang diambil oleh Anderson berbeda dengan pendekatan film- film tentang bencana alam lainnya. Mungkin dikarenakan bersetting jaman kuda gigit besi, maka tidak ada ilmuwan- ilmuwan yang menjadi template baku seorang protagonis di sebuah disaster movie.

Image

Sebagai gantinya, Anderson mencoba menggunakan elemen gladiator ala Spartacus, lengkap dengan tema romasa dan balas dendam sebagai sentral cerita. Apakah itu berhasil? Sebenarnya bisa saja menjadi sebuah sajian alternatif disaster movie. Namun sayang, di paruh pertama cerita terasa terlalu dragging. Pembangunan kisah cinta antara Milo dan Cassia terlalu cheesy dan Kit Harington tidak memiliki chemistry dengan Emily Browning.

Lain halnya dengan hubungan antara Milo dan Atticus. Di sini chemistry antara rival yang saling menghormati lalu kemudian menjadi sahabat sangat kuat ditampilkan Harington serta Agbaje. Brotherhood- nya cukup terasa. Bagaikan hubungan Spartacus dengan Crixus.

Image

Anderson, yang memang lebih terkenal sebagai sutradara film aksi, mampu menampilkan adegan perkelahian serta adegan- adegan laga lainnya dengan cukup seru. Rating PG-13 mampu dimaksimalkan dengan baik. Dalam arti kata, meskipun masih masuk dalam threshold sebuah sajian PG-13, namun Anderson bisa memuaskan penggemar laga dengan memasukan adegan perkelahian antar gladiator dengan cukup seru. Serta penggambaran korban- korban bencana alam dengan cukup meyakinkan.

Special effect menjadi nilai tersendiri bagi film ini. Dan untuk menggambarkan sebuah film bencana alam dengan baik, kinerja tim special effect patut diberikan apresiasi tersendiri.

Image

Jebolan film seri Game of Thrones, Kit Harington, yang didapuk menjadi pemeran utama sudah cukup bagus memerankan Milo, meskipun dari raut wajah masih perlu belajar bagaimana cara untuk memberikan ekspresi yang baik dalam berakting. Emily Browning, tampil biasa- biasa saja.

Dari jajaran cast yang agak menonjol adalah Adewale Akinnuoye- Agbaje, Kiefer Sutherland, serta Sasha Roiz. Agbaje, yang biasanya berakting kaku dan tidak meyakinkan, di sini mampu menjadi sosok mentor serta sahabat Milo dengan baik dan cukup bijaksana. Sutherland dan Roiz sebagai dua antagonis utama mampu tampil dengan cukup menyebalkan.

Image

Overall, Pompeii cukup baik dalam memberikan sebuah hiburan pop corn movie. Meskipun agak- agak dragging di paruh awal film, namun Anderson mampu membayarnya dengan baik di paruh akhir. Saya juga ingin mewakili beberapa suara hati para penonton pria, kan film ini mirip- mirip Spartacus, tapi kenapa ya Emily Browning tidak “tampil” seperti di Sleeping Beauty? Too bad I think. (dnf)

Rating:

8/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s