Her (2013)

Theodore: I’ve never loved anyone the way I love you.

Samantha: Me too. Now we now how.

Image

Directed By: Spike Jonze

Cast: Joaquin Phoenix, Scarlett Johansson, Amy Adams, Rooney Mara, Chris Pratt, Olivia Wilde, Portia Doubleday, Kristen Wiig, Bill Hader

Synopsis:

Theodore (Joaquin Phoenix) adalah seorang loner yang sedang dalam tahap proses pengurusan perceraian dengan istrinya, Catherine (Ronney Mara). Theodore yang tertarik dengan teknologi voice command dan kurang bisa berinteraksi dengan lingkungan sosial, kecuali dengan Amy (Amy Adams), tetangganya yang unik, serta Paul (Chris Pratt), rekan kerja yang memuja hasil kerjanya, membeli sebuah operating system yang dilengkapi dengan virtual assistant pribadi yang dapat disesuaikan dengan kepribadian sang empunya, OS-1.

Lambat laun, Theodore semakin dekat dan semakin intim berbicara dengan virtual assistant yang bernama Samantha (Scarlett Johansson) tersebut. Hubungan merekapun berubah menjadi hubungan cinta. Perasaan yang dirasakan Theodore ini semakin membuat dirinya bingung. Di satu sisi, hanya Samantha yang dapat mengerti dirinya, karena memang dirancang khusus sesuai dengan kepribadiannya. Di sisi lain, hubungan cinta yang mereka jalani ini tidak lazim.

Review:

Image

It has become appallingly obvious that our technology has exceeded our humanity. – Albert Einstein

Quote yang konon kabarnya sempat diucapkan oleh Albert Einstein ini bisa menggambarkan keadaan kehidupan manusia modern belakangan ini. Di mana hampir di seluruh aspek kehidupan sudah bergantung kepada teknologi. Bahkan tenologi tersebut sudah menjadi bagian terpenting dalam hidup kita. Berapa banyak waktu silaturahmi yang terkuras dengan chattingan, cek social media, main game, cek email, dsb? Berapa banyak dari kita yang heboh saat gak nemu colokan buat gadget? Berapa banyak dari kita yang suka beli kopi dan minumnya dikit- dikit hanya demi sebuah jaringan wi-fi? Atau berapa banyak anak- anak yang lebih doyan main video game sendirian di rumah daripada berinteraksi dengan teman- teman sebaya di luar?

Dengan majunya teknologi saat ini sampai- sampai pekerjaan yang bisa dilakukan oleh manusia telah diganti dengan sebuah software ataupun hardware. Seperti halnya personal assistant. Salah satunya adalah SIRI yang di develop oleh perusahaan raksasa asal Amerika, Apple. Belakangan juga dikabarkan microsoft telah mengembangkan teknologi saingan bernama Cortana, yang namanya diambil dari personal assistant dari game HALO rilisan Microsoft juga.

Image

Lebih dari itu. Komunikasi di antara manusia juga lebih prefer dilakukan perantara media sosial atau chatting. Bahkan banyak juga yang mencoba untuk komunikasi dengan Tuhan melalui status facebook, status BBM, twit, serta broadcast message. Coba cek facebook kamu, berapa banyak yang isi status teman- teman kamu berupa ucapan doa yang seharusnya menjadi media komunikasi personal antara dirinya dengan Tuhan namun diumumkan supaya semua orang baca?

Pertanyaannya sekarang apakah hubungan emosional yang seharusnya terjadi di antara dua insan bernyawa bisa juga terjadi di antara manusia biasa dengan sebuah artificial personal assistant? Mungkin kalau cuman kesel karena BBM jam pasir terus atau software yang kerap force stop sudah wajar. Namun apakah bisa manusia jatuh cinta dengan seorang (?) personal assistant? Sebenarnya hal macam ini sudah bisa terlihat dengan adanya gadget/ game Tamagochi yang sempat booming beberapa tahun lalu.

Image

Sineas langganan apresiasi tinggi para kritikus, Spike Jonze mencoba untuk mengeksplorasi hal ini lewat sebuah science fiction drama romantis berjudul Her.

Untuk memerankan 2 karakter sentral dari film dengan plot macam ini Jonze membutuhkan seorang aktor watak yang mampu berakting sendiri dan memainkan perasaan tanpa harus ada lawan main. Selain itu seorang aktris yang mampu memainkan emosi hanya dengan suara saja juga dibutuhkan. Dan bukan hanya memainkan emosi saja, aktris tersebut juga harus memiliki suara yang khas dan lovable. Aktor kaliber Oscar yang sempat pensiun sementara dari dunia film, Joaquin Phoenix serta sang Black Widow, Scarlett Johansson- lah yang terpilih untuk memikul tanggung jawab tersebut.

Image

Phoenix mampu berakting dengan baik sebagai seorang loner paruh baya yang introvert. Saudara dari mendiang River Phoenix ini cukup piawai dalam memainkan emosi dengan baik. Mimik wajah serta gesture tubuhnya cukup pas saat berakting kasmaran dengan personal assistant– nya itu. Di sisi lain, Scarlett Johansson juga berhasil dalam memberikan nyawa bagi karakter Samantha. Dengan suaranya yang khas, seksi, serak basah, dan lovable, mantan istri Green Lantern ini bisa memberikan emosi bagi artificial intelligence yang dikaruniai hati nurani serta perasaan tersebut.

Chemistry keduanya cukup terbangun dengan baik. Penonton bisa ikut merasakan benih- benih cinta yang tumbuh di antara keduanya. Tanpa harus terkesan cheesy, Jonze mampu mengarahkan keduanya sehingga duet Theodore serta Samantha masuk ke dalam jajaran pasangan romantis teraneh yang pernah ada di jajaran film Hollywood.

Image

Jajaran cast lain bisa membawakan perannya dalam porsi yang baik. Amy Adams yang tampil cukup adorable di film ini sekali lagi membuktikan bahwa dirinya bukanlah aktris kaliber Oscar karbitan, yang performa aktingnya kian menurun. Masih fresh di ingatan saya saat dia tampil apik di American Hustler. Di Her, Amy Adams mampu tampil dengan performa tak kalah menarik meskipun karakternya bertolak belakang dengan karakter yang memberikannya nominasi Oscar tahun ini. Olivia Wilde, yang tampil hanya cameo bagus dalam menampilkan karakter blind date Theodore dengan pas untuk porsinya sebagai seorang cameo tanpa harus dilebih- lebihkan.

Chris Pratt tampil cukup baik dan dapat memberikan kesan ackward sebagai teman kerja Theodore yang nge-fans sama karya- karyanya. Rooney Mara tampil cukup cute. Meskipun kebanyakan tampil di adegan flashback, namun bisa menjadi menarik perhatian dengan permainan emosi yang cukup baik serta gesture tubuh yang cukup meyakinkan.

Image

Film ini juga memunculkan beberapa cameo yang hanya sebagai voice over juga namun mampu memberikan value added tersendiri. Khususnya Kristen Wiig yang bisa memberikan nuansa komedi sebagai wanita horny yang berbicara lewat telepon dengan Theodore. Dan juga kemunculan karakter Alien kecil di game yang disuarakan oleh Bill Hader bisa menjadi scene stealer dengan dialog maki- makian yang sebenarnya bertolak belakang dengan fisiknya yang lucu.

Selain parade akting yang brilian, naskah film Her mampu dikembangkan dengan baik. Meskipun memiliki pace yang lambat dan nuansa depresi yang cukup kental yang bisa jadi sangat membosankan bagi sebagian penonton, namun pace lambat tersebut mampu dimaksimalkan dengan baik oleh Jonze dalam mengeksplorasi karakteristik tiap tokoh dengan baik. Jonze memang sengaja tidak terlalu terburu- buru dalam menyajikan kisah ini supaya emosi yang didapat dari film ini bisa disampaikan dengan baik kepada para penonton.

Image

Pemilihan karir Theodore yang sebagai penulis surat bayaran menurut saya sudah merupakan keputusan yang tepat. Sangat kontradiktif dengan karakternya yang introvert. Theodore digambarkan memiliki profesi untuk mengungkapakan perasaan kliennya untuk disampaikan ke dalam sepucuk surat. Sementara dirinya memiliki keterbatasan dalam mengekspresikan perasaannya sendiri, even ke istrinya sendiri.

Sinematografi juga memegang peranan penting bagi film ini. Pengambilan gambar close up di beberapa adegan emosional bisa memberikan attachment serta rasa simpati terhadap apa yang dirasakan para tokoh di layar. Disain produksi yang tampil juga cukup baik. Dengan dominasi warna orange bagi karakter Theodore memberikan kesan kebahagiaan spiritual yang dicari oleh Theodore. Style warna yang dipilih serta keindahan background yang tersaji cukup mewakili jiwa film Her itu sendiri. Dekorasi beberapa setting lokasi juga menarik perhatian saya. Khususnya nuansa kantor Theodore yang cukup unik. Selain itu pemilihan musik yang baik mampu menambah kesan depresi di film ini. 

Image

Overall, film Her mampu menyajikan sebuah kisah romantis yang lain dari yang lain dengan sangat baik. Ditambah penggambaran dunia di mana teknologi sudah menjadi bagian terpenting disajikan dengan baik dan sangat believable terjadi di beberapa tahun ke depan. Tidak salah jika juri Oscar memberikannya 5 nominasi, termasuk Best Motion Picture of The Year. Meskipun sepertinya masih sangat ketat bersaing dengan contender lainnya.

PS: Penulis terpaksa berhenti karena ter- distract nyari charger HP yang gak nemu- nemu. Soalnya pengen update status. (dnf)

Rating:

9/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s