Divergent (2014)

Four: If you wanna survive. Folow me.

Image

Directed By: Neil Burger

Cast: Shailene Woodley, Theo James, Kate Winslet, Ashley Judd, Jai Courtney, Zoe Kravitz, Tony Goldwyn, Ray Stevenson, Maggie Q

Synopsis:

Chicago masa depan. Manusia dibagi ke dalam 5 fraksi. Abnegation yang suka menolong. Dauntless yang pemberani. Amity yang cinta damai. Candor yang menjunjung tinggi kejujuran. Dan Erudite yang memiliki intelektual tinggi. Dikarenakan suka menolong, maka Abnegation dipercaya untuk memimpin pemerintahan. Erudite yang ingin melakukan kudeta, menyebarkan berita tentang Child Abuse yang dilakukan salah satu pimpinan Abnegation, Marcus (Ray Stevenson) terhadap anaknya.

Setiap tahunnya, semua anak yang sudah menginjak usia 16 tahun akan mengikuti tes bakat di fraksi manakah mereka lebih cocok. Namun di akhir tes tersebut, setiap anak akan diberikan hak untuk memilih fraksi yang diminatinya. Begitu juga dengan Beatrice (Shailene Woodley) yang merupakan keturunan Abnegation. Namun hasil tes yang keluar dirinya adalah seorang Divergent, orang tidak cocok di fraksi manapun. Namun dikarenakan, pihak Erudite sedang memburu para Divergent, maka sang penguji, Tori (Maggie Q) merubah hasil tes dan menuliskan Abnegation sebagai hasil tes Beatrice.

Namun pada saat inisiasi, Beatrice malah memilih Dauntless sebagai fraksinya. Di Dauntless, Beatrice yang merubah namanya menjadi Tris berteman dengan Christina (Zoe Kravitz) yang memiliki darah seorang Candor dan dilatih oleh Four (Theo James) serta Eric (Jai Courtney).

Review:

Image

Meskipun banyak yang bosan dengan tema Teenflick, namun jelas gener macam ini masih dianggap cukup menjual. Terutama bagi para petinggi Summit Entertainment yang pernah terselamatkan oleh Twilight. Memang tidak bisa dipungkiri, adaptasi dari novel teenflick mampu menambah tebal dompet produser, setidaknya sanggup untuk membuat balik modal.

Maka tidak heran novel- novel best seller dengan genre semacam ini sudah menjadi rebutan pihak studio untuk mendapatkan hak memfilmkannya. Dan tidak sedikit juga yang cukup pede untuk mengkontrak langsung seluruh pemain dan menjadwalkan syuting keseluruhan seri yang minimal berupa trilogi, meskipun film pertamanya pun belum dirilis.

Image

Kali ini giliran novel trilogi hasil buah pikiran novelis Veronica Roth yang mendapatkan kesempatan untuk difilmkan. Kumpulan novel triloginya yang dikenal dengan nama Divergent Trilogy ini terdiri dari; Divergent, Insurgent, dan Allegiant. Dua seri awalnya resmi mendapatkan predikat New York Best Time Seller, sementara buku ketiganya baru diterbitkan bulan Oktober tahun lalu.

Jika kita melihat film- film teenflick, kita bisa menemukan kesamaan hampir di setiap filmnya. Yang pasti adalah karakter utama seorang cewek yang berada di sebuah universe yang biasanya hanya hadir di film- film kesukaan penonton cowok. Selain itu film Divergent ini juga memuat beberapa hal yang menurut saya mengingatkan dengan teenflick lainnya. Seperti proses inisiasi yang mirip dengan adegan sorting hat di saga Harry Potter.

Image

Saya tidak akan mencoba untuk membandingkan seberapa jauh film ini cukup setia dengan novelnya, karena saya tidak baca novelnya. Namun untuk secara kemasan, saya cukup menikmati film ini. Meskipun secara cerita masih agak dragging di paruh awal film yang menyajikan pelatihan Tris dan pengenalan karakter Tris dan Four yang berkembang ke arah romance. Namun chemistry yang dihadirkan oleh Shailene Woodley dan Theo James cukup bagus. Keduanya mampu saling mengisi satu sama lainnya. Tris tidak serta merta digambarkan otomatis from hero to zero. Mengingat dirinya dibesarkan di lingkungan penuh kasih, sudah sangat make sense jika dirinya tidak piawai dalam bertempur. Sementara Four digambarkan sebagai cowok tough yang biasa hidup keras. Jadi mix antara kedua karakter ini menurut saya cukup bagus dan dapat ditampilkan dengan oke oleh kedua pemainnya. Hanya saja sepertinya Neil Burger terlalu fokus kepada bonding chemistry antara dua Tris dan Four sampai lupa untuk mengembangkan hubungan antara Tris dan keluarganya yang terasa bagai angin lalu.

Image

Di antara jajaran pemain pendukung, Ashley Judd, Kate Winslet, serta Jai Courtney tampil cukup mengesankan. Judd yang bermain sebagai Natalie, ibu Tris, mampu menampilkan sosok wanita penyayang yang di baliknya mempunyai sisi tough yang cukup kuat. Selain itu Kate Winslet yang bermain sebagai Jeanine, antagonis utama, cukup memberikan aura seorang wanita intelektual yang berbahaya. Jai Courtney, yang memang pada dasarnya mempunyai template muka menyebalkan sangat pas bermain sebagai Eric. Sepertinya jebolan TV Seri Spartacus ini ke depannya akan mendapatkan peran- peran setipe. Memang sangat disayangkan mengingat sebenarnya dia punya bakat akting yang lumayan bagus.

Image

Plot cerita yang awalnya dragging di paruh awal bisa tertutupi dengan pace cepat di paruh akhir yang menampilkan adegan- adegan aksi serta aura thriller yang cukup seru. Ditambah dengan tampilan kota Chicago masa depan yang tidak terlalu futuristik. Selain itu identitas tiap- tiap fraksi yang diwakili oleh warna dasar pakaiannya cukup mewakili sifat masing- masing.

Sama halnya dengan Twilight, The Hunger Games, dan Mortal Instruments: City of Bones, Divergent bisa dikatakan sebuah kickstarter, which is sebuah film pertama yang memperkenalkan keselurugan saga, khususnya universe saga terkait kepada para penonton awam. Dan sebagai sebuah kickstarter, Divergent telah bekerja cukup efektif.

Image

Overall, Divergent bisa dikatakan cukup berhasil sebagai sebuah kickstarter bagi keseluruhan seri. Dragging di paruh awal masih bisa dimaklumi, mengingat film ini memang dipersembahkan untuk membangun apa yang nantinya akan tersaji di keseluruhan saga. Namun performa tiap pemain mampu menutupi naskah yang, mungkin bagi sebagian penonton, cukup membosankan itu. Saya sangat berharap kualitas kedua sekuel yang akan dirilis setiap tahun selama dua tahun ke depan akan semakin baik. (dnf)

Rating:

7/10

4 thoughts on “Divergent (2014)

  1. Maaf bo sedikit comment..DIVERGENT bukan orang yang tidak cocok di semua fraksi tapi DIVERGENT adalah orang yang bisa masuk dalam semua fraksi karena keistimewaan pada sistem otak dan psikologisnya..BTW good review after all keep it up

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s