Captain America: The Winter Soldier (2014)

Steve Rogers: Before we started, does anyone want to get out?

Image

Directed By: Anthony Russo, Joe Russo

Cast: Chris Evans, Samuel L. Jackson, Scarlett Johansson, Robert Redford, Sebastian Stan, Anthony Mackie, Cobie Smulders, Frank Grillo, Emily Vancamp, Toby Jones, Georges St- Pierre, Maximiliano Hernandez, Hayley Atwell

Synopsis:

Captain America/ Steve Rogers (Chris Evans) yang resmi bergabung menjadi agen S.H.I.E.L.D menjadi salah satu agen kepercayaan sang komandan, Nick Fury (Samuel L. Jackson). Bersama dengan si cantik Natasha Romanoff/ Black Widow (Scarlett Johansson) dan Brock Rumlow (Frank Grillo), Steve ditugasi untuk menyelamatkan kapal S.H.I.E.L.D yang disandera oleh teroris internasional, Georges Batroc (Georges St- Pierre).

Namun ternyata S.H.I.E.L.D memiliki agenda lain di balik aksi penyerbuan itu. Belum lagi jelas apa agenda tersembunyi tersebut, Steve harus menghadapi seorang pembunuh bayaran internasional yang memiliki kode sandi The Winter Soldier (Sebastian Stan) yang menjadikan orang- orang penting S.H.I.E.L.D menjadi target buruannya. Steve yang berusaha memburu The Winter Soldier mendapatkan bantuan dari Natasha dan Falcon/ Sam Wilson (Anthony Mackie).

Namun semakin jauh Steve menyelidiki misteri pembunuhan yang dilakukan oleh The Winter Soldier, semakin Steve menemukan kebusukan- kebusukan yang ada di dalam tubuh S.H.I.E.L.D, sehingga Steve mulai susah untuk memutuskan. Siapa yang bisa dipercaya. Dan siapa yang tidak.

Review:

Image

Bisa dikatakan selain cinta- cintaan ala vampire kelap- kelip serta bocah sihir dengan codet petir di jidat, kumpulan film- film Marvel yang disebut sebagai Marvel Cinematic Universe merupakan salah satu fenomena dunia perfilman selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Ketika DC terbuai dengan kesuksesan Batman Nolan-nya, Marvel menyiapkan sebuah storyline yang cukup kuat yang nantinya disebar di setiap film- film adaptasi karakter superhero-nya yang kemudian bermuara di setiap seri The Avengers. Phase one yang berhenti di tahun 2012 merupakan sebuah prestasi yang membanggakan. Karena selain mendapatkan rating 92% di Rotten Tomatoes, film Marvel’s The Avengers sukses menjadi film terlaris di tahun 2012. Dengan diikuti film dari saingan beratnya yang hanya puas di posisi kedua, The Dark Knight Rises.

Sebenarnya jika dilihat, hal ini wajar saja. Karena Marvel’s The Avengers memiliki banyak jagoan yang memiliki fanbase tersendiri, sementara The Dark Knight Rises hanya menjual karakter Batman- nya saja. So pasti, dilihat dari segi ini sudah jelas jumlah penonton Marvel’s The Avengers akan lebih banyak.

Image

Dan paska kesuksesn fase pertamanya, langsung Marvel mengontak tim suksesnya yang dipimpin oleh Joss Whedon untuk membuat pattern cerita fase keduanya yang disebar ke dalam 4 film yang ditayangkan selama 2 tahun. Dibuka dengan Iron Man yang cukup mengundang kontroversi kemudian dilanjutkan oleh Thor 2 yang cukup dark dan memberikan elemen fantasi dengan baik. Tahun ini giliran jilid kedua dari Captain America dan ditutup oleh Guardians of The Galaxy bulan Agustus nanti.

Melihat penceritaan fase kedua yang dimulai dengan cukup manis oleh Iron Man 3, nampaknya Marvel mencoba untuk lebih menekankan kepada tone yang lebih dark dengan cerita yang lebih serius dilengkapi twist yang merubah jalan hidup masing- masing karakternya dengan baik. Kompleksitas kisahpun juga terjalin dengan baik tanpa melupakan adegan aksi, sebagai sebuah keharusan film superhero.

Image

Template yang dipilih oleh duet sutradara, yang juga merupakan kakak-beradik, adalah pendekatan ala thriller spionase politik. Tema yang disodorkan memang lekat dengan film- film sejenis, seperti seri Bourne dan Jack Ryan. Apalagi dengan kemunculan Robert Redford di jajaran cast yang berperan sebagai Alexander Pierce, tidak sedikit yang menyebut Captain America: The Winter Soldier sebagai adaptasi lepas dari Three Days of Condor versi Marvel.

Pendekatan tersebut justru menjadikan film ini sebagai film MCU yang memiliki plot cerita terkuat dan tercedas. Hal ini sekali lagi mematikan opini yang menyebutkan bahwa Marvel hanya menghadirkan sebuah film keluarga dengan hero berkostum warna- warni. Tapi ternyata Marvel juga bisa menghadirkan sajian film dengan tema dewasa, meskipun tidak memiliki tone sekelam film- film superhero DC gubahan Nolan.

Image

Namun pendekatan yang lebih dewasa menyebabkan porsi villain justru kurang terlalu fantastis. Saya justru menyayangkan beberapa villain legendaris yang sebenarnya bisa berpotensi menambah warna film hanya ditampilkan sekilas. Bahkan menjadikan film ini sebagai origins salah satu villain. Namun itu memang mungkin untuk memberikan porsi yang lebih bagi penampilan The Winter Soldier sebagai costumed villain yang akan menguji kehebatan sang kapten.

Namun keputusan untuk mengubah template Falcon di film ini bagi saya merupakan sebuah keputusan yang tepat. Falcon tidak digambarkan sebagai sosok hero yang bisa memiliki hubungan telepati dengan burung, namun murni sebagai mantan anggota paratrooper militer yang memakai armor khusus untuk bermanuver di udara.

Image

Porsi aksi di film ini ibarat mengobati kekecewaan beberapa pihak yang menyayangkan porsi aksi di film pertamanya yang cenderung nanggung dan kurang memuaskan. Adegan- adegan fantastis yang menggambarkan kehebatan karakter- karakter favorit fanboy bisa disajikan dengan skala yang cukup hebat. Meskipun masih di bawah apa yang ditampilkan oleh Iron Man 3 tahun lalu.

Penampilan Chris Evans sebagai protagonis utama mengalami kenaikan yang cukup baik. Jika di film pertamanya mantan Human Torch ini kurang bisa menunjukan sisi kharismatik sang kapten, lalu di Marvel’s The Avengers masih tertutup bayang- bayang Robert Downey Jr., di film stand alone keduanya ini, Evans mampu menampilkan sosok kapten yang jauh lebih baik. Dengan kharisma yang lebih meningkat serta kualitas akting yang lebih baik.

Image

Deretan pemain- pemain lama yang mengulang perannya di sini, seperti Sebastian Stan, Samuel L. Jackson, Scarlett Johansson, Cobie Smulders yang melanjutkan perannya sebagai Maria Hill serta cameo dari Hayley Atwell (Peggy Carter), Hugo Weaving (Red Skull/ Johann Schmidt), dan Toby Jones (Arnim Zola) cukup memberikan esensi tersendiri bagi saga ini. Selain itu tambahan wajah- wajah baru seperti Frank Grillo, Anthony Mackie, Robert Redford, dan Emily Vancamp yang berperan sebagai Agent 13/ Kate cukup pas menghidupkan perannya masing- masing, meskipun secara fisik dan karakter ada beberapa yang berbeda dengan versi komik. Khususnya karakter Alexander Pierce yang diperankan oleh Redford memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan versi komiknya.

Image

Namun yang cukup disayangkan adalah gimmick 3D yang sungguh mengecewakan. Memang, sama seperti film- film MCU lainnya, 3D yang ditampilkan hanyalah hasil konversi. Jadi sudah pasti kurang begitu memuaskan. Baik dari segi depth dan pop- up nya.

Overall, jilid kedua dari cerita stand alone Captain America ini bisa dikatakan sangat fun. Baik dari segi cerita, aksi, maupun kesinambungan dari keseluruhan saga. Hasil kerja Anthony dan Joe Russo bisa dikatakan cukup memuaskan. Tidak salah jika keduanya langsung dikontrak untuk menggawangi seri ketiganya nanti. Dan jangan buru- buru keluar bioskop. Karena sama halnya dengan film- film MCU lainnya, ada stinger yang memberikan cepretan- cepretan sedikit tentang apa yang akan tampil di MCU berikutnya dan tampilan sekilas beberapa karakter fresh yang akan hadir di film- film berikutnya. Dan jangan cepat- cepat beranjak. Karena sama halnya dengan Thor 2. Bukan hanya satu, tapi dua credit scene, yang ditempatkan di tengah dan akhir ending credit.

Image

Oya, sebagai tambahan. Di film ini, cameo Stan Lee yang memang sudah wajib harus nongol di setiap film hero karangannya (meskipun dia bukanlah pencipta karakter Captain America, namun memiliki sumbangsih yang cukup kuat dalam kisahnya- hell, he’s the one who gave that round shaped- shield to the cap and don’t forget that he’s the one who put the cap in charge in the avengers . Dan selain sang kakek komik itu, salah satu insan perkomikan, yang hasil goresannya dijadikan dasar plot The Winter Soldier ini, Ed Brubaker juga hadir sebagai cameo. Yang mana orangnya? Coba aja tebak.😀

Rating:

8.5/10

6 thoughts on “Captain America: The Winter Soldier (2014)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s