X-Men: Days of Future Past (2014)

Older Professor Charles Xavier: You’re afraid. Cerebro knows it.

Image

Directed By: Bryan Singer

Cast: Hugh Jackman, James McAvoy, Michael Fassbender, Jennifer Lawrence, Nicholas Hoult, Peter Dinklage, Evan Peters, Ian McKellen, Patrick Stewart, Halle Berry, Josh Helman, Ellen Page, Shawn Ashmore, Daniel Cudmore, Omar Sy, Fan Bing Bing, Adam Canto, Booboo Stewart

Synopsis:

Di masa depan sebuah perang besar terjadi. Perang terhadap robot canggih pemburu mutant yang disebut Sentinel itu menelan korban bukan hanya dari pihak mutant, namun juga dari pihak manusia biasa. Pada awalnya Sentinel hanya memburu kaum mutant. Namun lama kelamaan mereka membunuh manusia biasa yang berkemungkinan memiliki anak cucu mutant. Para mutant mengalami kewalahan dalam melawan para Sentinel karena kemampuan robot tersebut untuk beradaptasi dalam melawan kekuatan masing- masing mutant. Untuk mencegah perang ini, mutant- mutant yang tersisa memutuskan untuk mengirim jiwa Logan/ Wolverine (Hugh Jackman) ke jiwanya di masa lalu dengan kemampuan yang dimiliki oleh Kitty Pryde/ Shadowcat (Ellen Page) untuk menghentikan Raven Darkholme/ Mystique (Jennifer Lawrence) membunuh Bolivar Trask (Peter Dinklage).

Bolivar Trask adalah pencetus ide pembuatan Sentinel. Dengan membunuh Trask, Mystique akan ditangkap dan akan dijadikan kelinci percobaan. Dari darah Mystique, penerus Trask akan mengambil DNA dan mempelajari kemampuannya dalam berubah wujud. Hal ini yang kemudian akan dipakai untuk menciptakan kemampuan Sentinel dalam beradaptasi.

Di tahun 1970-an, Logan harus meminta bantuan kepada Charles Xavier/ Professor X muda (James McAvoy) dan Erik Lehnsherr/ Magneto muda (Michael Fassbender) untuk mencari dan mencegah pembunuhan itu terjadi.

Review:

Image

Selama lebih dari satu dekade, franchise layar lebar X-Men telah menjadi ikon tersendiri dalam dunia film superhero. Dimulai dari film pertamanya tahun 2000 yang selain langsung melejitkan 2 pemeran utamanya, Halle Berry dan Hugh Jackman dan sang sutradara Bryan Singer, film tersebut juga menjadi garis start hype dan popularitas genre film superhero kembali digemari. Hampir seluruh studio- studio besar mulai melirik dan melobi pihak Marvel untuk menjual hak film karakter- karakter terkenalnya, kecuali Warner Bros yang memang sudah memiliki perjanjian darah dengan DC.

Image

Sempat berganti- ganti sutradara menjadikan timeline saga franchise X-Men seperti kehilangan arah. Maksudnya adalah beberapa event dan kejadian tidak berkesinambungan. Banyak fans yang bingung dengan hal ini. Tercatat hanya Matthew Vaughn dengan First Class- nya yang mendapatkan sambutan sama baiknya dengan seri- seri yang digawangi oleh Bryan Singer. Memang bisa dikatakan hanya Singer yang bisa mengerti visi dan misi akan dibawa kemana alur cerita franchise ini. Jika Warner Bros punya Nolan dan Marvel punya Whedon, Fox punya Singer untuk menciptakan sebuah sajian franchise superhero yang baik.

Image

Kali ini pula Singer dikontrak untuk menangani proyek franchise X-Men terbaru. Oke, mari kita lupakan gaya cheesy Singer dalam melahirkan Jack The Giant Slayer atau Superman Returns. Singer mempunyai kemampuan untuk mencampurkan origins yang kuat, background story, serta landasan kuat dalam perkembangan kisah tentang mutant ini. Singer mampu memeruskan apa yang sudah digarisbawahi oleh Matthew Vaughn di First Class dengan baik. Berbeda dengan ketika Brett Ratner harus meneruskan landasan cerita yang sudah ditetapkan oleh Singer di dua seri pertamanya.

Image

Apa yang menjadi nilai terkuat dari film ini adalah konsistensi cerita yang baik. Dimulai dengan pembukaan cerita yang apik, Days of Future Past bagaikan membuka lembaran halaman novel di mana plot diuraikan satu per satu dengan sabar tanpa buru- buru. Namun tensi ketegangan tetap terjaga. Meskipun setengah plot sudah dibuka di awal dan penonton mengira bahwa kisahnya hanya se- simpe itu, namun lama kelamaan kompleksitas cerita semakin terkuak dengan semakin bergulirnya waktu. Namun meskipun begitu alur cerita tidak membosankan dan tidak ada satu scene pun yang terasa dragging.

Image

Naskah yang ditulis oleh Simon Kinberg dan Jane Goldman sangat bagus. Dan dengan adanya campur tangan dari Matthew Vaughn, maka apa yang menjadi inti dari kisah ini adalah awal keretakan hubungan Professor X dan Magneto. Sama halnya dengan yang tertuang di First Class. Berbeda dengan seri- seri lainnya yang lebih mengedepankan sosok Wolverine sebagai inti plot film. Chemistry antara Fassbender dan McAvoy semakin solid. Bahkan lebih baik dibandingkan apa yang mereka tunjukan di First Class. Problematika serta perbedaan prinsip di antara keduanya, yang sebenarnya menjadi nafas utama saga X-Men, dibiarkan tumbuh dan berkembang. Namun jika ditinjau lebih jauh lagi, sebenarnya inti cerita dari Days of Future Past adalah depresi dan kehilangan arah. Ini bisa terlihat dari keadaan masa depan distopia, nasib para mutant di masa depan, atau apa yang dialami oleh Professor X, Magneto, dan Mystique.

Image

Tone warna serta sinematografi yang disajikan juga sangat mewakilkan aura kisah tersebut. Tone gelap dipakai untuk setting masa depan distopia dan warna- warna cerah dipakai untuk setting utama di tahun 70-an untuk melambangkan tone warna yang sering dipakai oleh film- film di era tersebut.

Image

Kemunculan para karakter terkenal dari seri- seri sebelumnya, baik sebagai karakter inti; pembantu; maupun hanya tampil sebagai cameo, dipadukan dengan baik. Dan kemunculan karakter- karakter baru juga ikut meramaikan database mutant yang pernah tampil di film X-Men. Dan kemunculan para karakter yang bejibun tersebut diatur sedemikian rupa sehingga porsi tampilannya pas di layar. Di antara beberapa karakter baru tercatat Bolivar Trask dan Quicksilver yang benar- benar sebagai scene stealer. Peter Dinklage mampu tampil karismatik dan suaranya yang wise serta deep mampu menghidupkan karakter pencipta Sentinel ini dengan pas. Bisa dikatakan dia adalah salah satu karakter villain superhero tanpa kemampuan super terbaik yang pernah ada di layar lebar. Selanjutnya Evan Peters sebagai Quicksilver. Penampilannya yang cukup asik, fun, serta cool sanggup menjadi satu- satunya karakter pembantu yang memorable di film ini. Be careful Aaron Taylor Johnson. You have to do harder to become (another) Quicksilver in Age of Ultron.

Image

Akting merupakan salah satu hal yang membuat film ini lebih hidup. Selain nama- nama yang sudah saya singgung sebelumnya, terdapat beberapa nama yang tampil baik di film ini. Jennifer Lawrence mampu menjadi better Mystique than Rebecca Romijn- StamosPatrick Stewart serta Ian McKellen juga mampu menjadi versi tua dari McAvoy dan Fassbender. Kolaborasi keempatnya menjadikan perkembangan hubungan dua tokoh Professor X dan Magneto cukup berkesinambungan. Gambaran sahabat yang “terpaksa” harus menjadi oposisi tampak lebih baik. Meskipun di luar mereka tampak saling bertikai, namun di dalamnya terlihat bahwa ada perasaan menyesali keadaan yang membuat mereka beroposisi.

Image

X-Men: Days of Future Past menjelma menjadi seri terbaik dari saga X-Men dengan cerita yang semakin solid serta wet dream para fans yang menginginkan para aktor- aktris seluruh saga berkumpul layaknya Star Trek: Generations yang memunculkan 2 kapten legendaris saga tersebut, yang kebetulan salah satunya dimainkan oleh Patrick Stewart. Dan juga jangan buru- buru beranjak dari kursi. Setelah credit title selesai, ada after credit scene yang menarik yang membuka gerbang story sekuel film ini. X-Men: Apocalypse yang rencananya akan tayang 2 tahun lagi. (dnf)

Rating:

9.5/10

 

 

One thought on “X-Men: Days of Future Past (2014)

  1. Yup flmnya keren bngt, Sentinel digmbrkn powerfull&sadis bngt,jmlhnya bnyk lg. adegan plng aq suka wkt quick silver mengatasi hujan peluru di Pentagon wkt membebaskan Magneto muda,cool bngt & spr kocak pkknya,Bravo Bryn Singer dh ^–^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s