Edge of Tomorrow (2014)

Rita Vrataski: Come find me when you wake up

Image

Directed By: Doug Liman

Cast: Tom Cruise, Emily Blunt, Brendan Gleeson, Bill Paxton

Synopsis:

Nun jauh di masa depan, umat manusia di bumi terpaksa harus berperang melawan ras alien yang disebut sebagai mimic. Mimic merupakan musuh yang sulit dikalahkan dikarenakan kemampuannya untuk memprediksi taktik perang yang akan dilancarkan manusia. Hanya seorang tentara wanita bernama Rita Vrataski (Emily Blunt) yang berhasil memenangkan sebuah pertempuran dan dianggap sebagai seorang pahlawan.

Lt. Col. Bill Cage (Tom Cruise) adalah seorang perwira militer yang dipaksa untuk turun ke medan perang. Namun kemalangan tidak hanya berhenti di situ saja. Di hari pertamanya menginjakkan kaki di medan perang, Cage gugur. Namun sebuah fenomena aneh membuat Cage terbangun lagi 24 jam sebelum kematiannya. Hal ini terus bergulir setiap harinya.

Hanya Vrataski yang mengerti apa yang dialami Cage dan yakin kalau fenomena ini akan menjadi kunci kemenangan umat manusia melawan para mimic.

Review:

Image

Lebih dari 2 dekade, Tom Cruise sudah menjadi jaminan kesuksesan sebuah film. Meskipun untuk ajang nominasi Oscar hanya sampai pada batas 3 nominasi saja. Dimulai dari film Top Gun yang mengangkat namanya ke jajaran aktor papan atas dan diperkuat dengan adaptasi film seri berjudul Mission: Impossible, mantan suami aktris Nicole Kidman ini telah memiliki star power yang cukup kuat dengan fans yang tidak sedikit. Hal ini dibuktikan dengan para produser yang cukup pede hanya dengan memasang nama dan tampangnya di poster yang dia bintangi tanpa menambahkan dengan aktor- aktris pendukungnya. Jika diperhatikan hanya sedikit film Cruise yang menggunakan wajah dan nama bintang pendukung.

Image

Salah satu film Cruise yang memasang wajah dan nama pemain selain dirinya adalah film Edge of Tomorrow yang memasang Emily Blunt dan diangkat dari manga populer, Ōru Yū Nīdo Izu Kiru atau yang lebih dikenal dengan judul All You Need is Kill. All You Need is Kill awalnya adalah sebuah novel ringan buah karya pemikiran Hiroshi Sakurazaka yang telah disadur ke dalam berbagai macam bahasa termasuk diadaptasi ke dalam graphic novel dan manga. Ketertarikan Cruise dalam dunia scientology menjadikan Edge of Tomorrow ke dalam jajaran film science fiction di filmografinya setelah War of The Worlds, Oblivion, dan Minority Report.

Image

Dengan memasang Doug Liman untuk menduduki kursi penyutradaraan, adegan aksi yang tersaji di film ini sudah pasti menjadi suatu jaminan kualitas tersendiri. Liman dengan pas memadukan unsur fun, weird science, dan aksi seru sehingga tensi cerita cukup terjaga dari awal hingga akhir film. Chemistry di antara 2 karakter utama cukup terbangun dengan baik. Elemen buddy cop movie yang biasanya terbangun from hatred to respect bisa ditampilkan dengan cukup apik.

Image

Cruise, tidak bisa dipungkiri, telah memberikan sebuah performa baik lewat karakter Bill Cage. Konsep from zero to hero yang dikemas, mampu ditampilkan Cruise dengan memberikan perubahan mimik wajah serta gerak tubuh. Di satu scene dia bisa tampak culun dan di scene- scene lainnya bisa tampil cool. Emily Blunt yang bisa menampilkan sosok bad- ass chick yang baik, meskipun ini kali pertama dirinya mendapatkan peran macam ini. Wajah sendu yang dimilikinya tidak menutup performa dirinya sebagai seorang femme fatale.

Image

Yang cukup disayangkan adalah tampilan gimmick 3D yang kurang maksimal. Meskipun untuk efek pop- up serta depth cukup bagus, namun tampilan 3D-nya tampak kurang jernih. Saya belum sempat menyaksikan dalam format 2D, namun saya rasa format regular tersebut akan tampak lebih bersih ketimbang format 3D-nya. Di lain sisi, musik pengiring yang dipilih untuk menghidupkan tiap adegan tampil dengan cukup efektif.

Image

Tidak bisa dipungkiri, Edge of Tomorrow adalah sebuah perpaduan antara Starship Troopers, Groundhog Day, Source Code, serta The Butterfly Effect yang dikemas dengan sangat apik. Tensi cerita yang cukup terjaga dari awal sampai habis membuat kita lupa akan adanya beberapa plothole yang bagi saya pribadi masih meninggalkan tanda tanya cukup besar. Akhir kata, Edge of Tomorrow merupakan sebuah pilihan hiburan yang cukup baik sambil menunggu 3 sekuel film Cruise lainya; Jack Reacher, Mission: Impossible, dan Top Gun. (dnf)

Rating:

8/10

 

2 thoughts on “Edge of Tomorrow (2014)

  1. Awalnya agak ragu mau nonton ini atau engga, tapi udah lama banget pengin nonton film action yg diadaptasi dari light-novel atau manga Jepang yang digarap oleh filmmaker kelas atas dan dibintangi aktor papan atas. Ternyata ga rugi nonton film ini.

    Adaptasi ke wujud manga-nya baru dibuat (oleh pengarang Death Note) setelah filmnya dalam tahap post-production, jadi kalimatnya mungkin lebih tepat “diangkat dari light-novel populer, Ōru Yū Nīdo Izu Kiru”.

    Ada beberapa perbedaan dengan cerita aslinya, tp ga papa yang penting bagus. Lebih lucu juga, ada 1 adegan yg membuat penonton satu studio tertawa terbahak-bahak.

    Btw, plothole-nya apa boss?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s