How To Train Your Dragon 2 (2014)

Stoick The Vast: Protect our people. It is your destiny.

Image

Directed By: Dean DeBlois

Cast: Jay Baruchel, Cate Blanchett, Gerard Butler, America Ferrera, Jonah Hill, Craig Ferguson, Christopher Mintz- Plasse, T.J. Miller, Kristen Wiig, Djimon Honsou, Kit Harrington

Synopsis:

Berk adalah sebuah desa kecil pinggir pantai tempat tinggal para Viking pemberani yang dulunya mempunyai masalah dengan para naga. Namun berkat jasa Hiccup (Jay Baruchel), kini para naga menjadi hewan piaraan para penduduk desa Berk. Masalah hadir ketika Hiccup dan sang kekasih, Astrid (America Ferrera) bertemu seorang pemburu naga, Eret (Kit Harrington) yang mengumpulkan para naga atas perintah seorang maniak yang ingin menguasai dunia dengan membuat dragon army, Drago Bludvist (Djimon Honsou). Eret yang selalu mendapatkan kesulitan dari seorang misterius yang disebut dragon rider yang selalu mempersulit misi berburunya.

Hiccup pun akhirnya menemukan sebuah kenyataan yang mengejutkan ketika terkuak bahwa dragon rider adalah Valka, sang ibu yang meninggalkan dirinya sejak bayi. Inilah kesempatan Hiccup dan sang ayah, Stoick (Gerard Butler) untuk berkumpul lagi dengan Valka. Di samping harus menghentikan rencana jahat Drago Bludvist.

Review:

Image

Naga merupakan salah satu hewan mistis yang paling terkenal di seluruh dunia. Tidak semua orang mengetahui unicorn, sphinx, griffin, dan phoenix. Namun most people knows dragons. Naga sendiri banyak ditemukan bukan hanya di satu kultur saja. Namun hampir setiap negara mempunyai interpretasi naganya masing- masing. Secara besar, naga terdiri dari 2 grup kultur. Yaitu european dragons dan asian dragons. European Dragons memiliki banyak kesamaan dengan naga- naga dari Timur Tengah dan Yunani. Perbedaan yang paling mencolok dari 2 grup naga ini adalah naga- naga dari Eropa memiliki sayap seperti kelelawar dan memiliki tubuh lebih pendek dibandingkan naga Asia.

Image

Pada awalnya naga divisualisasikan dengan mengambil bentuk ular. Namun semenjak abad pertengahan, sudah banyak yang menggambarkan seekor naga dengan 2 pasang kaki sehingga berbentuk seperti kadal. Biasanya naga diceritakan mampu mengeluarkan nafas api. Di era modern, banyak interpretasi dan visualisasi naga yang semakin unik. Mungkin yang paling terkenal adalah Godzilla, yang banyak memiliki persamaan dengan seekor naga. Bahkan nafas radioaktifnya mirip dengan nafas api. Satu lagi film yang menampilkan bentuk- bentuk naga baru yang unik adalah How To Train Your Dragon yang diangkat dari buku seri anak- anak.

Image

Ketika pertama kali muncul di layar lebar pada tahun 2010, How To Train Your Dragon mendapat sambutan yang cukup memuaskan. Baik itu dari para kritikus maupun dari penonton biasa. Gaya penceritaan yang dalam, chemistry yang bagus, unsur komedi yang tepat sasaran, serta tone dark yang jarang ditemukan di film- film animasi lainnya (nasib yang diterima Hiccup di akhir film) membuat film How To Train Your Dragon menjadi sebuah top notch yang beda dari yang lain. Belum lagi ditambah dengan visualisasi 3D yang bagus. Melihat apresiasi yang memuaskan ini sudah pasti para produser memberikan lampu hijau untuk pembuatan sekuel dan serial animasinya.

Image

Sekali lagi How To Train Your Dragon 2 mampu mengkombinasikan sebuah animasi yang colourful dan tone kisah yang dark. Bahkan tensi dark yang ada di film ini mampu melebihi predesornya. Esensi semacam ini menjadikan How To Train Your Dragon 2 akan disukai bagi penonton anak- anak maupun dewasa. Di mana anak- anak akan menyukai tampilan grafis serta disain karakternya, sementara orang dewasa akan menyukai tone gelap. Tone gelap ini terbukti secara efektif mampu mengantarkan plot kisah yang sebenarnya berinti learning yang dipelajari oleh Hiccup dalam menjadi seorang calon pemimpin suku. Terkadang sebuah keputusan bisa memiliki risiko yang cukup besar. Hal ini mau tidak mau memang harus dihadapi oleh sang pengambil keputusan.

Image

Naskah yang ditulis oleh sang sutradara sendiri sudah cukup bagus. Emosi yang didapat dari film ini mampu dirasakan dengan efektif oleh para penonton. Memang, kisah yang sangat menguras emosi, baik itu tegang, fun, maupun sisi dramanya terbukti menjadi sebuah nilai jual yang cukup tinggi bagi film ini. Chemistry, yang kali ini terpusat antara Hiccup dan Valka digambarkan cukup baik. Dan sama halnya dengan seri pertamanya, How To Train Your Dragon 2 juga menyelipkan sebuah ending yang cukup (bahkan bisa dikatakan lebih) dark.

Image

How To Train Your Dragon 2 juga memberikan kesempatan bagi beberapa karakter untuk lebih tereksplor dibandingkan film pertamanya. Teman- teman Hiccup, Khususnya Astrid, yang di film pertama nampak seperti tempelan belaka, di sekuel ini, karakter love interest ini memiliki screen time serta fungsi yang lebih penting. Karakter Stoick yang disuarakan oleh aktor macho Gerard Butler mampu dikarakterisasikan memiliki hati yang lembut di balik tampilannya yang sangar. Dan yang lebih baik lagi adalah para animator juga memperhatikan penambahan usia Hiccup dan teman- temannya. Template wajah serta bentuk fisiknya memang sangat believable bahwa waktu antara film pertama serta keduanya terpaut 5 tahun.

Image

Karakter- karakter baru mampu memberikan warna tersendiri bagi franchise ini. Valka bisa mewakili sisi motherhood yang tidak dirasakan oleh Hiccup seumur hidupnya. Drago digambarkan cukup baik dengan suara berat ala Djimon Honsou. Gerak tubuh serta gaya berbicaranya cukup mengerikan meskipun masih dalam area template seorang animated villain. Hanya Eret yang menjadi satu- satunya karakter baru yang kurang berkesan.

Image

How To Train Your Dragon 2 menjelma menjadi sebuah sajian film animasi yang baik yang sangat menghibur bagi segala usia. Tone gelap, action scene yang seru, komedi yang lucu, serta plot cerita yang mampu menjaga tensi emosi dari awal sampai akhir menjadikan film ini cukup baik dijadikan pilihan hiburan. Ditambah efek 3D yang sangat baik, saya bisa beranggapan bahwa How To Train Your Dragon 2 merupakan sebuah paket komplit yang enak dinikmati. Sebuah sekuel telah disiapkan untuk melengkapi film ini menjadi sebuah trilogi. Gak sabar jadinya nunggu 2016. (dnf)

Rating:

8.5/10

5 thoughts on “How To Train Your Dragon 2 (2014)

  1. Keren banget….suka banget sama Hiccup and toothless nonton sekali blm puas minimal gw mesti nonton 5 kali..ga sabar banget nunggu sekuelnya …Awesome..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s