22 Jump Street

Schmidt: Say something cool when you’re at it.

Jenko: 1,2,3…. Something cool…!!!

Image

Directed By: Phil Lord, Christopher Miller

Cast: Channing Tatum, Jonah Hill, Ice Cube, Peter Stormare, Wyatt Russell, Amber Stevens, Jimmy Tatro, The Lucas Brothers, Jillian Bell

Synopsis:

Setelah gagal menangkap gembong narkoba The Ghost (Peter Stormare), Schmidt (Jonah Hill) dan Jenko (Channing Tatum) ditugaskan kembali ke divisi penyamaran yang berfokus untuk mengungkap kejahatan di kampus dan sekolah, 21 Jump Street. Namun karena kantor yang menjadi basecamp markas mereka telah diaktifkan kembali menjadi gereja korea, kantor mereka kini berpindah ke 22 Jump Street.

Tugas Scmidt dan Jenko kini menyamar untuk menghentikan peredaran narkoba berbahaya jenis baru, yang memiliki nama WhyPhy, di kampus MCU. Namun ternyata tugas yang sebenarnya merupakan everyday job bagi mereka ini bisa menjadi berat karena bukan hanya sang pelaku yang susah untuk dilacak, namun juga kesetiaan di antara keduanya harus teruji sekali lagi.

 

Review:

Image

Mengadaptasi sebuah film seri ke layar lebar sebenarnya pekerjaan yang gampang- gampang susah. Gampangnya karena sudah pasti, minimal fans film serinya akan menonton. Susahnya adalah mengangkat trademark film itu sendiri sehingga feel yang didapat bisa melebihi, atau minimal sama dengan film serinya. Lebih susahnya lagi jika ketika dibuat film, franchise film seri tersebut sudah berusia puluhan tahun, tidak menggunakan tim dan pemain yang sama, dan berbeda jaman. Beda dengan misalnya film Batman The Movie atau Jack-Ass The Movie yang masing menggunakan pemain, tim produksi, dan berada di jaman yang sama. Film- film tersebut bisa dikatakan laku karena sebenarnya sama saja dengan perpanjangan episode dari film serinya itu sendiri, dan bukan murni merupakan sebuah adaptasi.

Image

Maka jika dilihat lebih dalam lagi, kebanyakan film- film adaptasi film seri, kebanyakan yang berbuntut sekuel, adalah film yang memiliki karakter baru dan merupakan lanjutan film serinya ketika tamat. Ini lebih aman karena nafas film tersebut akan lebih berbeda dibandingkan dengan film serinya. Dan lebih aman pula jika pendekatan atau genre yang diasung oleh si produser berbeda dengan yang dipakai di film serinya. Film- film dengan karakter baru dan merupakan lanjutan film serinya semacam ini misalnya Charlie’s Angels, Mission: Impossible, dan 21 Jump Street. Dan film- film yang sebenarnya memiliki kualtias yang bagus namun bisa dikategorikan gagal seperti Miami Vice, The A-Team, dan The Saint. Bahkan Miami Vice memiliki cast yang pas dan sutradara yang sama, namun melakukan pendekatan genre yang berbeda. Dan jajaran cast utama The A-Team sebenarnya sangat pas dan terasa chemistry satu sama lainnya. Namun yaitu tadi, karena masih menggunakan karakter yang sama, jadi fans masih kurang begitu rela jika pendekatan yang ditawarkan sangat berbeda.

Image

Itulah yang menjadi alasan mengapa 21 Jump Street mendapatkan tanggapan positif di tahun 2012 kemarin. Meskipun genre yang diusung berbeda jauh dengan versi aslinya. Adaptasi yang diperanutamai oleh Channing Tatum dan Jonah Hill itu lebih memilih genre komedi ketimbang serius seperti versi aslinya. Ketika mau rilis dulu memang 21 Jump Street masih dipandang sebelah mata karena genre yang berbeda serta performa 2 karakternya yang dianggap tidak bisa menyamai Jhonny Depp. Namun chemistry yang baik, lelucon yang tepat sasaran, serta naskah yang bagus menjadikan film ini sebagai salah satu sleeper hit tahun 2012. Walhasil pint ke arah sekuel sudah pasti terbuka lebar. Dengan bujet yang lebih besar dan mendapatkan predikat yang lebih prestige, sebuahSummer Movie. Hal ini juga sempat disindir di 22 Jump Street dengan lelucon yang bagus namun sepertinya sangat segmented.

Image

Chemistry antara 2 karakter utama yang biasanya menjadi nilai terpenting dari sebuah buddy cop movie terjaga dengan baik. Characters bonding di antara Schmidt dan Jenko mengalami peningkatan dibandingkan dengan film pertamanya. Meskipun persoalan yang dihadapi masih pengulangan seri pertamanya. Kombinasi antara Channing Tatum yang tipikal popular boy dan Jonah Hill yang lebih ke arah nerd dan korban bully terlihat pas.

Image

Naskah cerita sebenarnya masih biasa dan cenderung standar. Namun racikan permasalahan yang ada diformulasikan dengan sangat baik. Sehingga karakteristik masing- masing tokoh bisa muncul dengan efektif. Belum lagi ditambah dengan joke- joke yang masih ampuh memancing tawa penonton. Lelucon- lelucon meskipun masih tidak jauh berbau seks serta dunia college, namun bisa dibawakan dengan cukup jenius serta elegan.

Image

Akting para pemainnya juga cukup bagus. Phil Lord dan Christopher Miller juga masih memanjakan fans serial aslinya dengan menampilkan cameo salah satu bintang original-nya. Sama halnya dengan yang dilakukan di film pertamanya, meskipun tidak sebanyak tampilan cameo film pertamanya. Dan karakter- karakter lainnya dari film pertama masih ikut ditampilkan di film ini. Meskipun masih juga berstatus cameo.

Image

22 Jump Street akhirnya menjadi salah satu sekuel yang masih bagus. Perpaduan antara Old School dan Bad Boys terbukti masih menjadi suguhan manis dan mematahkan asumsi bahwa film sekuel pasti memiliki kualitas di bawah film pertamanya. Sekuel? Well, terlepas dari joke tentang perkembangan franchise di after credit scene, 22 Jump Street juga cukup pede dengan memasang tulisan “23 Jump Street: Coming Soon” di salah satu scene. (dnf)

Rating:

7.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s