The Fault in Our Stars (2014)

Augustus Waters: That’s the thing about pain. It demands to be felt.

Image

Directed By: Josh Boone

Cast: Shailene Woodley, Ansel Elgort, Nat Wolff, Laura Dern, Sam Trammell, Willem Dafoe, Lotte Verbeek

Synopsis:

Hazel Grace Lancaster (Shailene Woodley) adalah seorang pengidap kanker tiroid yang sudah menyebar sampai paru- paru. Bisa dikatakan umurnya tidak akan lama lagi. Hazel kemudian bertemu dengan seorang pengidap kanker yang berhasil survive setelah mengamputasi kakinya, Augustus Waters (Ansel Elgort). Sejak bertemu dengan Gus, Hazel merasa bahwa hidupnya yang tinggal sebentar lagi itu menjadi sangat berarti. Namun tanpa mereka sadari, takdirpun telah mempersiapkan jalannya sendiri atas kisah cinta mereka tersebut.

Review:

Image

Dunia percintaan dan remaja memang tidak dapat dipisahkan. Pasalnya pada usia belasan tersebutlah kita baru mengerti bagaimana rasanya menyukai lawan jenis (or sesama jenis), perasaan rindu, kangen, G4L@U, cinta pertama, nelpon pura- pura nanya “eh kelas kamu sudah ulangan matematika belum? Soalnya apa sih?”, dan semua hal yang bisa kita rangkum menjadi satu kata. CINTA MONYET. Namun bukan berarti Cinta Monyet tersebut akan tetap jadi monyet. (Apaan sih nih penulis?) Bisa jadi cinta monyet tersebut akan menjelma menjadi suatu hal yang lebih bermakna atau menjadi sebuah cinta sejati.

Image

Maka tidak heran banyak sekali literatur yang menceritakan perihal cinta di masa remaja yang efeknya melebihi cinta suami- istri. Bahkan salah satu ikon dunia percintaan yang paling terkenal juga digambarkan berusia remaja. Ikon bernama Romeo and Juliet yang digambarkan memiliki cinta sejati yang abadi yang daripada ditinggal mati sang kekasih mendingan bunuh diri biar bareng- bareng mati. Padahal kalo kata Ustadz, bukannya hidup bareng di sorga lu… Tapi sama- sama digodok di neraka. But well, Love Story does not consider heaven or hell. (Ini apaan sih penulis kagak jelas… Mentang- mentang lagi bulan Ramadhan).

Image

Anyway, salah satu kisah cinta remaja kali ini yang diangkat ke layar lebar adalah sebuah buku karya John Green yang ditulisnya berdasarkan pengalamannya saat bekerja sosial di Rumah Sakit khusus anak- anak. Bisa dikatakan, The Fault in Our Stars merupakan salah satu film adaptasi buku yang paling diantisipasi tahun ini. Well, selain tentunya film- film dari adaptasi buku seri seperti sekuel The Hobbit dan The Hunger Games. Dan tenang aja, film ini minus kisah cinta segitiga antara seorang wanita dengan 2 orang pria yang udah sangat klise di setiap adaptasi teen-lit belakangan ini yang diwakili oleh citna segitiga seorang wanita dengan 2 orang mahluk jadi- jadian. Coba deh bayangin kalo kisah cinta seorang pria dengan 2 orang wanita. Pasti dibilang player, bajingan, gak setia, dan segalanya. Tapi kalo kisah cinta seorang wanita dengan 2 orang pria pasti dibilangnya “Aduh pasti posisinya gak enak tuh”, “kasian ya”, “cowoknya 22nya baik sih. ganteng juga.” Well, kenapa komennya seperti itu? Karena yang baca cewek! DAMN!

Image

Oke, sudah cukup OOT-nya. Kembali ke lapt…. eh The Fault in Our Stars. Bisa dikatakan kekuatan utama dari film ini adalah performa 2 bintang utamanya yang cukup kuat dan natural. Shailene Woodley, yang belakangan ini status kebintangannya makin bersinar paska bermain di The Descendants, mampu tampil sebagai seorang girl-next-door yang labil namun diharuskan untuk tough demi orang tuanya. Gerak- gerik serta gaya berbicaranya mampu mewakili sosok seorang Hazel Grace. Dan meskipun masih memiliki kualitas akting setingkat di bawah Woodley, Ansel Elgort mampu tampil charming, kind-hearted, serta menjadi sosok yang membawa keceriaan di hidup Hazel Grace. Elgort yang sempat bermain sebagai adik Woodley di film Divergent, mampu menyeimbangi kemampuan akting the next Mary Janeini. WAIT! Elgort jadi adiknya Woodley? Berarti Woodley udah pernah lop- lopan sama hampir semua aktor di Divergent dong? Di The Spectacular Now dia kan juga sempat beradegan panas dengan Miles Teller, yang jadi rival Woodley di Divergent. Gak percaya? Liat aja di menit ke…….

Image

Selain mereka berdua, aktor- aktor senior yang ada di jajaran cast mampu berakting cukup baik. Namun sayang kurang begitu tereksplor dalam naskah, sehingga apa kemampuan bintang- bintang semacam Willem Dafoe dan Laura Dern hanya sebatas gitu- gitu aja. Sebenarnya tim penulis naskah tidak bisa disalahkan. Karena memang fokus cerita terletak pada 2 remaja yang lagi indehoy jatuh cintrong.

Image

Berbicara masalah naskah, plot cerita yang ada sangat terstruktur dengan baik. Konflik yang timbul bisa muncul secara natural serta tidak terlalu cheesy. Perpaduan antara komedi, kisah menyentuh, penggambaran optimisme, serta perjuangan tiap karakter dalam mengurangi beban yang ditampungnya merupakan sebuah kombinasi bagus yang diracik dengan cukup menarik. Selain itu pilihan musik pengiring juga sangat pas dan efektif untuk menambah mood adegan yang ada di layar. Tidak lupa Scott Neustadter dan Michael H. Webber, sebagai duo penulis naskah memasukan quote- quote indah memorable yang diambil langsung dari bukunya.

Image

Finally. The Fault in Our Stars adalah sebuah tontonan segar yang akan membuat kita tersentuh serta menghargai kesehatan dan sisa umur yang mungkin tersisa di diri kita. Cara film ini bercerita tentang disease sangat baik. Bahkan di beberapa adegan sempat dibuat cukup bright dan lucu tanpa harus mengolok- ngolok orang cacat layaknya Farelly Brothers. (dnf).

Rating:

8/10

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s