Dawn of The Planet of The Apes (2014)

Caesar: Apes not kill apes.

1401975153940

Directed By: Matt Reeves

Cast: Andy Serkis, Jason Clarke, Gary Oldman, Keri Russell, Toby Kebbell, Kodi Smith- McPhee, Nick Thurston

Synopsis:

Setelah berhasil kabur dari tangan manusia, para kera- kera cerdas yang dipimpin oleh Caesar (Andy Serkis) kabur dan membentuk habitat baru di pedalaman hutan Muir. Sementara para manusia yang selamat dari serangan penyakit Simian Flu, yang disebabkan oleh virus ALZ-113 yang tanpa sengaja diciptakan oleh GenSys dan disebarkan oleh para kera, berkumpul dan membentuk koloni baru di beberapa kota yang tersisa.

Sebuah misi untuk menghidupan generator PLTA, yang kebetulan berlokasi di daerah kekuasaan para kera, menyebabkan kontak antara kera dan manusia. Manusia, yang dipimpin oleh Dreyfuss (Gary Oldman), merasa bahwa para kera jenius tersebut adalah suatu ancaman bagi eksistensi manusia. Sementara dari pihak kera, Koba (Toby Kebbell), yang merupakan salah satu kera kepercayaan Caesar merasa bahwa manusia tidak bisa tinggal berdampingan dengan para kera dan harus dimusnahkan.

Sementara Caesar dan Malcolm (Jason Clarke) merasa bahwa perdamaian antara para manusia dan kera sangat mungkin terjadi agar saling menghargai dan menjaga kepercayaan masing- masing.

Review:

maxresdefault

Tidak banyak film remake atau reboot yang mendapatkan kredit lebih bagus daripada versi original-nya. Hanya beberapa judul, seperti Batman Begins, Star Trek, dan The Mummy yang mungkin bisa dijadikan contoh film- film reboot yang memiliki kualitas jauh di atas versi original-nya. Sementara film- film semacam Man of Steel, Casino Royale, dan The Amazing Spider- Man, meskipun masih masuk kategori “bagus” namun tetap saja masih menuai pro dan kontra dari para penonton.

XXX DAWN-PLANET-APES-MOV-JY-3806-.JPG A ENT

Rise of The Planet of The Apes yang rilis tahun 2011, dan merupakan reboot dan franchise Sci- Fi legendaris, Planet of The Apes merupakan salah satu jawaban atas film reboot yang mampu melebihi versi original- nya. Sebenarnya ini bukan kali pertama film di reboot, karena tepat satu dekade sebelumnya, sutradara nyentrik Tim Burton telah mencoba membuat ulang franchise ini dengan bintang Mark Wahlberg, namun sayangnya mendapatkan predikat gagal.

dawn.planet.apes

Yang membuat ROTPOTA sukses adalah bagaimana cara Rupert Wyatt, sang sutradara, mengemas film tersebut dan memberikan garis baru kelahiran legenda planet monyet dengan baik. Dengan menggunakan pendekatan berbeda dan lebih masuk akal, untuk jamannya. Selain itu pembangunan karakter, plot, serta outstanding performance bagi Andy Serkis yang memerankan karakter Caesar menjadikan film ini sebagai salah satu film Sci– Fi terbaik di abad modern. Bahkan menurut kabar, Andy Serkis tadinya dipertimbangkan untuk masuk ke jajaran nominasi Oscar. Namun karena dia adalah aktor CGI, jadi akting yang ditampilkan dianggap bukan merupakan murni akting biasa. Sehingga tidak bisa masuk nominasi.

00053194

Berbicara masalah sekuel sudah pasti tidak luput dari kekhawatiran apakah hasil yang diperoleh akan menyamai kualitas film sebelumnya. Setidaknya tidak jelek- jelek banget dan memiliki kualitas tidak jauh dari prekuel, jika memang bagusan prekuelnya. Banyak juga yang beranggapan sebuah film sekuel hanya menambahkan budget untuk menciptakan adegan- adegan bombastis serta ditambah antagonis yang lebih berbahaya namun tidak memperhatikan kwalitas yang telah dibangun oleh film pertamanya. Ditambah lagi jika kursi penyutradaraan diduduki oleh sutradara baru, sementara sutradara sebelumnya hanya bertindak sebagai produser.

ape-gun

Namun semua kekhawatiran tersebut mampu ditepis oleh Matt Reeves. Dengan piawai, Reeves mampu meneruskan apa yang sudah digarisi oleh Wyatt di film pertamanya. Reeves tidak serta merta mengikuti template film Summer lainnya dengan mengandalkan efek- efek ledakan serta adegan- adegan aksi yang jaw-breaking. Bahkan adegan aksi tersebut hanya muncul di paruh ketiga film. Dan adegan aksinya pun masuk kategori “tidak terlalu wah” untuk ukuran summer blockbuster.

da

Lalu apakah dengan sedikitnya aksi yang fantastis lantas menjadikan film ini tidak layak tonton? Justru layak banget. Karena screen time dimanfaatkan dengan cukup efektif oleh Reeves untuk pembangunan karakter serta plot yang terbuka sedikit demi sedikit dengan rapi dan baik. Konflik antara manusia dan kera tergambarkan cukup believable tanpa harus lebay. Karakteristik tiap karakterpun hadir cukup baik, selain dikarenakan naskah yang baik, juga dikarenakan pemilihan cast yang tepat, baik aktor- aktor biasa maupun aktor CGI nya.

la_ca_0403_dawn_of_planet_apes_027

Chemistry di antara para karakter mampu terjalin dengan baik. Khususnya antara Caesar- Malcolm, Caesar- Koba, serta Caesar- Blu Eyes (Nick Thurston). Namun sama halnya dengan ROTPOTA, saya justru lebih tertarik dengan aktor- aktor CGI-nya. Khususnya Andy Serkis dan Toby Kebbell. Serkis mampu menampilkan sosok Caesar yang berbeda dengan ROTPOTA. Jika di ROTPOTA, Caesar mengalami transformasi dari kera rumahan sampai menjadi kera pemimpin, di DOTPOTA, Caesar digambarkan lebih berumur dan terlihat lebih wise telah banyak makan asam garam. Sementara Toby Kebbell mampu menampilkan karakter Koba, yang dulunya hanya sebagai side character menjadi karakter yang lebih kompleks dengan permainan plot di mana dia bisa menjadi tangan kanan Caesar, maupun musuh dalam selimut.

dawn-planet-apes

Sinematografi yang baik dari Michael Seresin mampu menyajikan visual yang cukup astonishing dan mewakili soul film ini. Dengan berfokus kepada tone mendung di sebagian besar adegan membuat film ini mampu menyajikan efek post- apocalyptic. Selain itu score dari Michael Giacchino mampu menghidupkan efek mengerikan dan mewakili setiap adegan yang hadir di layar.

dawn-of-the-planet-of-the-apes-9

So, overall Dawn of The Planet of The Apes merupakan salah satu kandidat terkuat film musim panas terbaik tahun ini. Lengkap dengan skill storytelling yang mumpuni serta efek CGI yang menawan. Kita memang harus memberikan kredit yang lebih kepada Matt Reeves yang telah berusaha keras untuk menyajikan sebuah sekuel yang tetap setia dengan film pertamanya. Pihak Fox sendiri telah memberikan lampu hijau kepada Reeves untuk menyutradarai film ketiganya, bahkan sebelum post production- nya rampung. Dan apabila film ketiganya akan menyamai, atau bahkan mengungguli, kualitas 2 predesornya, saya tasbihkan trilogi ini menjadi salah satu trilogi terbaik sepanjang masa. Besanding dengan The Dark Knight, Back to The Future, The Godfather, dan The Lord of The Rings. (dnf)

Rating:

9/10

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s