Lucy (2014)

lucy_ver3Lucy: Life was given billion years ago. What have we done with it?

Directed By: Luc Besson

Cast: Scarlett Johansson, Morgan Freeman, Choi Min- Sik, Amr Waked, Analeigh Tipton, Pilou Asbaek

Synopsis:

Lucy (Scarlett Johansson) adalah seorang mahasiswi Amerika yang sekolah di Taiwan. Suatu hari dia diminta dengan paksa oleh pacarnya, Richard (Pilou Asbaek) untuk menyerahkan sebuah koper kepada seorang gangster asal Korea, Mr. Jang (Choi Min- Sik).

Mr. Jang kemudian memanfaatkan Lucy sebagai salah satu kurir untuk mengantarkan sebuah narkoba jenis baru dan ditaruh di dalam ususnya. Namun sebuah penyiksaan menyebabkan paket tersebut pecah dan diserap oleh tubuh Lucy. Namun bukannya overdosis, namun Lucy malah bisa menggunakan 100% kemampuan otaknya, di mana rata- rata manusia hanya bisa menggunakan 10%.

Lucy kemudian bekerjasama dengan inspektur Pierre (Pilou Asbaek) dari kepolisian Prancis untuk mencari 3 kurir lainnya sekaligus membantunya untuk menemui Profesor Norman (Morgan Freeman), ilmuwan yang mempelajari penggunaan kemampuan otak.

Review:

Lucy2

Nama Scarlett Johansson berhasil masuk ke jajaran aktris top papan atas paska keterlibatannya di dalam saga universe Marvel versi bioskop dengan berperan menjadi Black Widow.  Perpaduan antara beauty dan deadly yang digambarkan melalui karakter tersebut membuat mantan istri Deadpool/ Green Lantern ini menyandang predikat Femme Fatale baru Hollywood, meskipun sebenarnya film action-nya masih bisa dihitung jari.

lucy-scarletteJ

Saking terpukau dengan penampilannya, banyak yang mengarapkan Marvel membuat film stand alone tersendiri untuk karakter Black Widow. Yah setidaknya jika tidak pede menampilkan karakter female heroine menjadi film tunggal, bisa dijadikan satu dengan origins Hawkeye. Namun melihat schedule fase 3 MCU yang telah dirilis Marvel, rasanya harapan tersebut harus dipupus. Dan Marvel-pun belum ada niat untuk memfilmkannya. Makanya ketika trailer Lucy dirilis, banyak yang menyebutnya sebagai “pelemnya Black Widow“. Karena selain menggambarkan adegan menegangkan dan aksi yang breath-taking, trailer tersebut menjanjikan adegan- adegan seru yang seyogyanya akan ada di film Black Widow, jika jadi dibuat.

Screenshot_2014-07-10_02.58.34_2

Namun ternyata ekspektasi tinggallah ekspektasi. Apa yang dijanjikan di trailer hanyalah taktik marketing untuk menggaet penonton saja. Film yang dibuka dengan adegan 20 menit yang cukup menegankan dengan menggambarkan sifat polos Lucy bertemu dengan Mr. Jang yang sadis, cukup bisa membuat penonton tetap stay di kursi dan menahan nafas. Bukan karena menampilkan adegan spektakuler. Namun tensi ketegangan di adegan pembuka tersebut cukup menaikkan level ekspektasi yang dibawa oleh penonton dari rumah. Kemudian dilanjutkan dengan adegan aksi pertama yang menampilkan Lucy memiliki kekuatan mutant.

LUCY

Namun ketika setting cerita mulai beralih ke Prancis, cerita mulai dragging. Terlihat di sini Luc Besson terlihat kurang begitu menguasai naskah yang dibuatnya. Mungkin karena ingin terlalu menekankan sisi sci- fi- nya. Namun penekanan sisi sci- fi yang direncanakan malah tidak tereksekusi dengan baik. Terlebih pemilihan adegan klimaks yang justru malah mengecewakan dan berubah menjadi sebuah anti-klimaks. Belum lagi jika kita menyebutkan plot hole yang terbuka lebar, even dengan analogi sci- fi yang digunakan sekalipun.

Lucy

Porsi adegan askipun sangatlah kurang. Malahan Besson, yang lebih terkenal mengarahkan film- film aksi thriller malah seperti kekurangan gigi untuk menunjukkan taringnya. Meskipun masih tetap memasukkan ciri khasnya, setting kota Paris. Visual- visual simbolis yang ditampilkan juga cukup menjemukan. Apa yang terlihat malahan bukannya malah membuat film ini lebih indah, namun terasa out of the place.

hr_Lucy_5

Yang justru menjadi daya tarik utama film ini adalah penampilan Scar- Jo dan aktor watak asal negeri gingseng, Choi Min- Sik. Scar- Jo yang sepertinya hanya mengulang aktingnya sebagai Black Widow, cukup mampu menampilkan dualisme karakteristik Lucy sesuai kebutuhan naskah. Polos di awal, dan mematikan di pertengahan film. Choi Min- Sik, yang angkat nama lewat Oldboy dan I Saw The Devil, memang sudah cocok berperan sebagai psikopat kejam. Memang, melihat kemampuan aktingnya, sudah tinggal menghitung hari saja, semenjak kesuksesan I Saw The Devil untuk dirinya menjajal film Hollywood.

lucy-movie-3

Alhasil, Lucy menjadi sebuah film yang cukup mengecewakan bagi saya pribadi. Selain dikarekan naskah yang buruk serta visual yang ingin “berbeda” namun menjadi misplace, trailer yang menjanjikan sebuah film full action, malah menjelma menjadi sebuah sci- fi serba tanggung. Namun jika anda memang fans Scar-Jo dan Choi Min- Sik, film ini tidak perlu dilewatkan. Setidaknya untuk mengobati rasa kecewa tidak adanya Black Widow The Movie dan melihat si Oldboy bermain film Hollywood untuk yang pertama kalinya. (dnf)

Rating:

6/10

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s