Big Hero 6 (2014)

Baymax: Are you satisfied with your care?

Big_Hero_6_film_poster

Directed By: Don Hall and Chris Williams

Cast: Ryan Potter, Scott Adsit, Daniel Henney, Jamie Chung, T.J. Miller, Damon Wayans Jr., Genesis Rodriguez, James Cromwell, Alan Tudyk

Synopsis:

Hiro Hamada (Ryan Potter) adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal di kota fiksi bernama San Fransokyo. Dirinya adalah anak jenius yang menghabiskan penemuan- penemuannya hanya untuk mengikuti pertandingan Bot Fights, yang sangat digemari dan menjadi pertandingan ilegal di kota tersebut. Alasannya hanya satu. Dia tidak menemukan satupun tantangan yang bisa mengasah kemampuannya.

Baru setelah sang kakak, Tadashi (Daniel Henney), memperkenalkannya dengan kegiatannya di universitas yang disebut sebagai “nerd school”, dan mempertemukannya dengan rekan- rekan sekolahnya; Go Go (Jamie Chung), Fred (T.J. Miller), Wasabi (Damon Wayans Jr.), Honey Lemon (Genesis Rodriguez), serta Professor Robert Callaghan (James Cromwell), barulah Hiro  memiliki semangat hidup kembali. Bahkan ia berminat untuk menarik perhatian sang profesor dengan nanobot temuannya agar dirinya diterima masuk dengan jalur khusus di universitas tersebut.

Namun malangnya sebuah kebakaran membakar habis gedung kampus itu. Dan belakangan diketahui kebakaran tersebut didalangi oleh seorang misterius bertopeng kabuki bernama Yokai. Yokai sengaja membakar kampus tersebut untuk mencuri nanobot ciptaan Hiro.

Kini dengan perasaan ingin membalas dendam, Hiro mengajak teman- teman kakaknya, serta robot ciptaan sang kakak, Baymax (Scott Adsit), untuk menangkap Yokai.

Review:

big-hero-6-trailer2

Marvel boleh jadi sedang berada di atas angin. Setidaknya di sektor industri film adaptasi komik. Kesuksesan luar biasa Marvel Cinematic Universe bahkan mendorong para petinggi Disney, yang 5 tahun lalu mengakuisis Marvel, untuk menarik kembali hak adaptasi karakter- karakter superhero yang kadung dijual ke studio- studio saingan. Bahkan terkadang cara- caranya cenderung sangat ekstrim dengan mematikan atau menghentikan seri komik dari hak adaptasi karakter yang telah dijual tersebut sebelum film barunya dirilis. Tujuannya agar fans baru akan berkuran dan animo masyarakat untuk menonton jadi menurun. Sehingga film tidak laku, dan hak adaptasi tersebut bisa dibeli kembali.

BigHero6(4)

Ketika muncul berita akuisisi Marvel oleh Disney 5 tahun yang lalu, timbul di benak saya pemikiran bahwa tinggal menunggu waktu sampai ada salah satu komik yang diadaptasi dengan format animasi. Karena memang Disney lebih terkenal dengan produksi animasinya ketimbang live action. Saya sempat menebak- nebak superhero mana yang bisa dijadikan sumber adaptasi animasinya. Melihat ambisi untuk menciptakan dunia MCU yang berformat live action, sudah pasti komik yang dianimasikan tidak akan pernah masuk ke dalam fase MCU manapun. Akhirnya yang terpilih adalah sebuah tim superhero minor dari komik berjudul Big Hero 6.

c6cac8e51fef3c0acdeb41f2c2689db7e209dbc8

Bagi yang belum mengetahui tentang origins Big Hero 6, tim ini adalah bentukan pemerintah Jepang untuk mengatasi suatu kasus besar. Dipimpin oleh seorang pembunuh bayaran bernama Silver Samurai (Kenuichio Hanada). Tim tersebut beranggotakan beberapa manusia berkekuatan super, di antaranya adalah GoGo Tomago (Leiko Tanaka), seorang narapidana yang mampu mengeluarkan bola energi dari tubuhnya. Honey Lemon (Aiko Miyazaki), seorang penemu yang menggunakan semacam teknologi- teknologi nano sebagai senjata. Hiro Takachiho, seorang bocah yang memiliki kepintaran super jenius dan dibantu oleh robot yang bisa berubah menjadi naga bernama Baymax. Wasabi-No-Ginger, seornag koki yang memiliki keahlian bermain pedang di atas rata- rata. Fred, seorang laki- laki yang bisa berubah menjadi monster kadal bernama Fredzilla. Dan beberapa anggota lainnya.

aqqvvv

Dalam mengadaptasi komik ini, Disney, melakukan perubahan- perubahan yang cukup signifikan terhadap origins serta karakterisasi dan kemampuan para personil Big Hero 6. Untungnya jalan cerita dan karakter- karakter dari komik ini masih terlalu asing untuk dikenal masyarakat umum. Sehingga perubahan- perubahan drastis tersebut tidak mengganggu. Dan pastinya perubahan yang pasti bakal disukai adalah perubahan karakter Baymax. Despite membuatnya sebagai robot yang bisa bertransformasi menjadi naga, Disney membuatnya sebagai robot balon yang lugu dan sangat lovable. Dan dengan kehadiran Baymax versi film, berarti Disney sudah menyumbangkan 2 karakter lovable dari 2 film superhero berbeda tahun ini setelah memperkenalkan karakter Groot beberapa bulan yang lalu. Dan perbedaan lainnya adalah tidak adanya salah satu karakter sentral, Silver Samurai, karena memang hak ciptanya telah dipegang oleh Fox sebagai bagian dari X-Men Universe.

ehdm

Pendekatan yang dilakukan Disney adalah mengkombinasi antara treatment superhero ala Jepang yang biasa ditemukan dalam format anime, serta signature Disney yang memberikan sentuhan kehangatan dalam setiap filmnya. Untuk itu unsur- unsur di film ini sengaja diciptakan dengan format cross culture antara 2 gaya seni. Jepang dan Amerika. Dan untuk melengkapi metode tersebut, Disney menciptakan kota fiksi San Fransokyo, yang khusus dibuat hanya untuk versi film, dengan perpaduan ciri khas antara San Fransisco dan Tokyo. Seperti jalan- jalan raya yang bergelombang ala San Fransisco dan lampu- lampu neon ala Tokyo. Ataupun jembatan golden gate yang didisain mirip dengan sebuah pagoda.

d8ed22ee860790f58ad96cf0266b861457b9c7ed

Hanya saja bagi saya cross culture treatment tersebut kurang maksimal. Seperti halnya karakter Hiro dan Tadashi yang diceritakan sebagai orang Jepang. Disain karakter Tadashi memang sudah pas sebagai gambaran orang Jepang dengan style ala Pixar. Namun karakter Hiro seperti kehilangan identitas. Apakah dia seorang Jepang ataukah seorang Amerika. Sebenarnya bisa saja kalau dibuat karakter- karakter tersebut tetap bergaya Pixar, namun dengan style ala- ala harajuku untuk tetap menimbulkan esensi kejepang- jepangannya.

Big_Hero_6_at_University

Dari segi gaya bercerita, Disney tetap memberikan efek warmth, morality, serta life lesson yang sudah menjadi ciri khasnya selama beberapa dekade. Berbeda dengan pesaing- pesaingnya yang cenderung hanya menonjolkan sisi konyol karakter- karakter animasinya, Disney memang masih memperhatikan sisi humanis dari karakter- karakter yang disajikan. Di film inipun juga sama, selain menampilkan adegan- adegan slapstick yang mengundang tawa, beberapa moment berhasil membuat haru dan mampu memberikan pelajaran hidup tanpa menggurui.

url

Namun jangan berharap film ini akan seperti film The Incridibles, yang benar- benar menonjolkan segi teamwork dari sebuah tim superhero. Film ini cenderung lebih menonjolkan sisi buddy movie antara Hiro dan Baymax.  Karakter- karakter lainnya hanya sekedar tempelan sebagai pelengkap jagoannya harus ada 6 karena judulnya Big Hero 6. Namun dengan memfokuskan antara relationship 2 karakter utama tersebut, malahan menjadikan sisi humanis yang saya sebutkan tadi lebih terasa.

disneys-big-hero-6-has-a-radical-new-full-trailer

Hasil akhir Big Hero 6 lebih mendekati sebuah tonton keluarga ketimbang sebuah adaptasi komik. Karena level kesetiaan yang sangat kecil. Namun unsur humanis yang lebih ditonjolkan sebagai pengganti ketidak setiaan tersebut membuat film ini sangat bisa dimaafkan. Selain meninggalkan signature Disney, film ini juga meninggalkan signature ala- ala film Marvel. Apa itu? Iya… kemunculan cameo Stan Lee, yang tetap memorable. Serta after credit scene yang benar- benar menarik. So, if anyone ask me do I satisty? I’d say… I am satisfied with Big Hero 6. (dnf)

Rating:

8/10

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s