Pendekar Tongkat Emas (2014)

Cempaka: Dunia persilatan bagaikan lorong gua yang gelap

Pendekar Tongkat Emas - The Golden Cane Warrior 1

Directed By: Ifa Isfansyah

Cast: Eva Celia, Nicholas Saputra, Reza Rahadian, Tara Basro, Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Aria Kusumah, Darius Sinathrya, Prisia Nasution

Synopsis:

Cempaka (Christine Hakim) adalah seorang pendekar silat berilmu tinggi dengan sebutan Pendekar Tongkat Emas yang memutuskan untuk pensiun dari dunia persilatan dan mengasingkan diri untuk berfokus melatih ke-4 murid yang juga merupakan anak angkatnya. 3 dari 4 murid tersebut; Dara (Eva Celia), Biru (Reza Rahadian), serta Gerhana (Tara Basro) adalah anak dari lawan- lawan Cempaka yang tewas di tangannya. Sementara yang paling bungsu, Angin (Aria Kusumah) adalah anak yang dibuang oleh orang tuanya.

Mengetahui dirinya sudah tua dan sakit- sakitan, Cempaka memutuskan untuk memilih seorang muridnya untuk meneruskan gelar Pendekar Tongkat Emas, ini berarti yang terpilih akan mewarisi Tongkat Emas serta jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi, kombinasi antara senjata dan jurus yang paling mematikan dan tidak pernah terkalahkan. Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya Cempaka memutuskan untuk memilih Dara sebagai penerusnya. Hal ini membuat Biru dan Gerhana, cemburu dan sakit hati, mengingat mereka lebih kuat dan lebih pantas daripada Dara.

Maka kedua murid durhaka tersebut membunuh Cempaka dan berniat membunuh Dara dan Angin. Untungnya seorang pendekar misterius bernama Elang (Nicholas Saputra) menolong Dara dan Angin. Elang-pun setuju untuk membantu Dara menyempurnakan ilmu silatnya dan membalas dendam kematian gurunya.

Review:

Pendekar-Tongkat-Emas-2

Genre silat adalah sebuat genre action martial arts yang sempat menjadi trend di jamannya. Disebut genre silat, dikarenakan kisah yang diceritakan ber-setting di Indonesia masa lampau, dan ilmu bela diri dari Indonesia adalah pencak silat. Sama seperti genre film Kung Fu untuk film- film martial arts dari Hong Kong. Sekitar 2 sampai 4 dekade yang lalu, hampir semua media hiburan melahirkan kisah- kisah legendaris bergenre silat. Mulai dari komik, sandiwara radio, novel, sampai film. Sebut saja kisah- kisah seperti Pandji Tengkorak, Misteri Gunung Merapi, Si Buta dari Goa Hantu, Jaka Sembung, Saur Sepuh, dan Tutur Tinular.

nicholas-saputra-jadi-pendekar-di-teaser-pendekar-tongkat-emas

Majunya perkembangan film Hong Kong dan literatur dari tanah Tiong Hoa kala itu di Indonesia membuat genre tersebut sangat digemari dan menjadi pilihan nomor satu dalam menikmati dunia hiburan. Kisah- kisahnya pun tidak jauh berbeda dengan kisah- kisah Kung Fu dari Cina. Balas dendam, adu ilmu, serta seorang pendekar yang mengembara, menjadi tema inti genre tersebut.

pendekar-tongkat-emas-gunakan-jasa-kore-aa5103

Sayangnya semenjak terakhir dibawa oleh seri novel Pendekar Naga Geni, genre ini seakan mati suri dilupakan oleh generasi- generasi berikutnya. Memang ada sih satu dua kisah baru yang mengangkat genre ini, namun tidak ada yang mendapatkan popularitas seperti kisah- kisah sebelumnya. Kesuksesan Merantau Films lewat 3 film populernya, seakan membawa nafas baru bagi dunia film aksi dan bela diri di Indonesia. Sebenarnya tinggal menunggu waktu sampai ada satu film silat yang muncul di layar bioskop.

44-DAYS_154-1

Kini dengan niat untuk mengangkat kembali genre yang sempat menjadi raja di negara kita ini, Miles Production membuat sebuah film berjudul Pendekar Tongkat Emas. Sebenarnya ini bukanlah kali pertama genre silat coba diangkat lagi dan diperkenalkan ke generasi- generasi baru. Sebelumnya, produsen- produsen komik lokal telah lebih dulu merilis ulang serial- serial silat seperti Si Buta dari Goa Hantu dan Pandji Tengkorak. Namun mungkin untuk industri perfilman, ini adalah film silat pertama selama lebih dari 1 dekade.

kisah-kisah-tak-terlupakan-tara-basro-d-fd03f9

Sebenarnya apa sih inti dari kesuksesan sebuah film silat? Salah satunya adalah pemilihan bakat- bakat dari talent yang sekedar bisa akting, namun juga harus memiliki basic martial arts yang cukup kuat. Inilah yang dilupakan dalam film ini. Nama- nama seperti Reza Rahadian, Nicholas Saputra, Christine Hakim, Slamet Rahardjo, dan Tara Basro jika bergabung dengan Mira Lesmana, Riri Riza, dan Ifa Isfansyah, merupakan dream team bagi perfilman Indonesia. Namun untuk genre drama. Bukan aksi, terlebih lagi aksi silat.

Pendekar-Tongkat-Emas-1

Nama- nama pemain yang saya sebutkan di atas tadi memang sudah tidak diragukan lagi kemampuan aktingnya. Jika memang ingin berbicara masalah akting, malahan yang cukup disayangkan adalah pemilihan Eva Celia sebagai protagonis utama. Secara kualitas akting, memang cukup bagus untuk ukuran pendatang baru. Namun bila dijadikan seorang jagoan utama yang merupakan seorang pendekar, masih kurang pas. Kalau dari segi potongan pendekar (di luar kemampuan bela diri), Reza Rahadian, Tara Basro, dan Nicholas Saputra masih cocok. Yang cukup menggelitik adalah penampilan aktor cilik pendatang baru Aria Kusumah. Secara akting dan mimik wajah sangat sempurna. Namun karakternya sebagai angin yang botak mengingatkan saya kepada kepada Aang yang memiliki kekuatan angin di franchise Avatar.

maxresdefault

Sebenarnya boleh saja sih pemain- pemain tersebut tidak memiliki backgroud martial arts, asal tim lainnya mampu dan pandai mendukungnya. Sebagai contoh, di film The Raid 2: Berandal, Julia Estelle, sangat memukau dalam beradegan laga, padahal tidak punya background bela diri yang kuat. Di sini dukungan crew lainnya kurang membantu. Sinematografi yang dengan bagusnya mengangkat pesona alam Indonesia, bagaikan iklan pariwisata, terasa kedodoran dalam menangkap adegan- adegan laga. Entah mungkin karena kurang berpengalaman, atau memang untuk menutupi ketidaksempurnaan para pemain dalam beradegan laga, supaya tidak terlalu ketara oleh penonton.

cuplikan-adegan-eva-celia-di-pendekar-tongkat-emas

Kisah yang ditulis oleh 2 produser, sang sutradara, dan Eddie Cahyono, masih kurang maksimal. Sebenarnya inti ceritanya sudah “silat” banget. Namun penekanan segi drama yang terlalu kental membuat banyak scene terasa terlalu dragging. Ditambah pelabelan trademark Miles Productions, yang menampilkan keindahan alam Indonesia paska Laskar Pelangi, malah terasa tidak pada tempatnya dan menambah kejenuhan dalam menonton. Selain itu, scoring yang digubah oleh Erwin Gutawa terdengar kurang pas, dan kurang bisa mengangkat nyawa film ini sendiri.

pendekar-tongkat-mas1416977799

Usaha Pendekar Tongkat Emas untuk mengangkat genre silat memanglah harus diapresiasi. Namun kesalahan dalam memilih team pendukung, menjadi sebuah kesalahan fatal. Bukanlah berarti cast and crew tidak memiliki bakat yang baik, hanya saja untuk sebuah genre silat, masih kurang pas. Sebagai penutup saya berharap ke depannya akan ada sineas- sineas yang tertarik untuk me-reboot film- film silat jaman dulu. Atau mungkin jika ingin lebih menarik, coba membuat cross over cerita silat dengan menampilkan Si Buta team-up dengan Pandji Tengkorak, Mantili Pedang Setan, Brama Kumbara, Aria Kamandanu, dan Wiro Sableng melawan Mak Lampir dan henchmannya, Si Mata Malaikat. (dnf)

Rating:

6.5/10

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s