Blackhat (2015)

Gary Baker: This isn’t about money. This isn’t about politics. I can target anyone, anything, anywhere.

po

Directed By: Michael Mann

Cast: Chris Hemsworth, Viola Davis, Wei Tang, Leehom Wang, John Ortiz, Ritchie Coster, Holt McCallany, John Ortiz, Spencer Garrett

Synopsis:

Sebuah pabrik di Cina mendapatkan serangan hacker yang menyebabkan tempat tersebut meledak. Untuk itu pemerintah Cina mengutus salah satu agen cybercrime-nya, Chen Dawai (Leehom Wang) untuk bekerja sama dengan Amerika, yang diwakili oleh agen Carol Barrett (Viola Davis). Dawai mengajak adiknya yang juga ahli dalam IT Lien Chen (Wei Tang) dalam menangani kasus ini.

Ketika menemukan bahwa sang hacker menggunakan sistem RAT yang dirancang oleh Dawai dan teman- temannya ketika duduk di bangku MIT dulu, Dawai meminta pihak Amerika untuk membebaskan temannya yang juga ketua tim perancang sistem RAT tersebut, Nicholas Hathaway (Chris Hemsworth) yang sayangnya sedang menjalani masa tahanan akibat perbuatannya meretas sistem jaringan bank dan menimbulkan kerugian 46 juta USD.

Kini, tim kerjasama Cina- Amerika tersebut harus berpacu dengan waktu sebelum sang hacker membuat serangan lainnya yang bisa menimbulkan korban jiwa yang lebih besar lagi.

Review:

5705_C093C005

Siapa bilang orang Indonesia tidak nasionalis? Mungkin jika dilihat dari kurangnya melestarikan budaya sendiri dan lebih mencintai budaya barat, bisa dibilang iya. Namun jika sudah berkisar tentang kejuaraan sepakbola yang diikuti oleh Tim Nasional, tidak adalagi Viking, Jakmanian, Aremania, Bonek, ataupun Panser Biru. Sama halnya dengan industri perfilman. Siapa sih yang tidak bangga ketika The Raid mencetak sukses mancanegara dan akan di-remake oleh Hollywood? Ataupun siapa sih yang gak merasakan sensasi happy ketika melihat negara Indonesia dijadikan latar setting cerita. ataupun hanya disebutkan, dalam sebuah film?

181511

Bisa dikatakan Blackhat merupakan salah satu film produksi Hollywood yang pada masa syutingnya menarik minat sebagian besar netizen Indonesia. Dimulai dari menyebarnya foto seorang Indonesia yang bertemu dengan Chris Hemsworth di Plaza Indonesia, maka mulai menyebarlah berita perihal “Thor” yang lagi syuting film di Jakarta. Dengan ini, maka menambahlah daftar film- film Hollywood yang syuting di Indonesia, berbarengan dengan Eat, Pray, and Love, Savage, dan film- film lainnya.

MV5BNTg5NzQyNTgyMF5BMl5BanBnXkFtZTgwMDk1MDI5MzE@._V1_SX640_SY720_

Bagi para moviegoer lokal, film yang memilliki judul awal Cyber ini cukup memberikan harapan tersendiri. Pasalnya sineas yang mendalangi proyek Cyber ini adalah Michael Mann, sineas yang terkenal kerap membuat film- film berbobot dan serius. Sebut saja Heat, Miami Vice, Public Enemies, Ali, dan The Insider. Apalagi mengetahui bahwa film Cyber tersebut bergenre thriller. Michael Mann dikenal tidak pernah main- main dalam membuat film thriller. Style-nya yang menampilkan adegan realistis dan menegangkan menjadikan film- film thriller-nya menjadi sangat berkualitas. Terlebih nama- nama pemeran yang mendukung film ini adalah nama- nama yang cukup kompeten.

awadasdad

Namun ternyata hasilnya cukup disayangkan. Blackhat menjadi film thriller Michael Mann yang terlemah. Yang paling memberikan sumbangsih dalam kelemahan film ini adalah Morgan Davis Foehl yang berperan menjadi penulis skenario film ini. Film yang sebenarnya memiliki tensi ketegangan cukup tinggi ini malah menjadi lemah dengan adanya sub- plot- sub- plot tidak penting, yang dieksekusi secara mengenaskan. Sub- plot yang memiliki porsi terlalu banyak itu malah membuat cerita menjadi terlalu dragging. Porsi adegan aksi juga tidak bisa menambah ketegangan film ini. Dengan munculnya karakter Kassar yang diperankan oleh Ritchie Coster dan ditemani oleh 5 aktor Indonesia yang berperan sebagai henchmen-nya diharapkan dapat memberikan asupan laga yang menegangkan. Walhasil, malahan adegan aksi di Blackhat tidak mampu menyami adegan aksi di film- film Mann lainnya, sebut saja Miami Vice dan Heat.

blackhat-movie-image

Foehl sepertinya tidak begitu mengerti dunia cybercrime dan segal aktivitas di dalamnya. Bahkan jika dibandingkan dengan Live Free or Die Hard, sajian kisah cybercrime dan praktek- praktek di dalamnya lebih terasa. Bisa dimaklumi sih sebenarnya, mengingat Blackhat adalah proyek pertama Foehl di mana dirinya duduk sebagai writer, di mana sebelumnya dirinya lebih sering menjadi editor. Dunia cybercrime di film ini lebih kepada teori- teori belaka. Jadi kesannya mengenai dunia cybercrime di sini, didapatinya bukan dari survey lapangan, namun hanya hasil searching di Google saja.

eqa

Pemilihan Chris Hemsworth sebagai leading role juga terasa miscast. Nampak di sini hanya mengandalkan hype MCU saja. Aktingnya yang kurang sempurna dan potongannya yang tidak pantas menjadi seorang hacker yang menjadi penyebab lemahnya porsi karakter protagonis di film ini. Hemsworth malah lebih cocok ketika melakukan adegan aksi fight ketimbang berperan sebagai seorang hacker. Mungkin akan lebih cocok jika peran Nicholas Hathaway diberikan kepada Jessee Eisenberg. Atau jika ingin lebih “thriller” dan “action” nama- nama seperti James Franco, Michael Fassbender, Jake Gyllenhaal, Joseph Gordon- Levitt, atau Henry Cavill bisa dipertimbangkan.

still-of-viola-davis-and-chris-hemsworth-in-blackhat-(2015)-large-picture

Untungnya jajaran pemeran pendukung lainnya lebih mampu memberikan tampilan akting yang cukup pas. Leehom Wang, Viola Davis, John Ortiz, dan Holt McCallany bisa berperan cukup pas untuk porsinya masing- masing. Sayangnya penampilan Wei Tang terasa hanya sebagai pemanis belaka. Dialog di mana Leehom Wang mengucapkan kalimat “I need someone who I can trust, Come with me” kepada Wei Tang malah bukan seperti mengajak sang adik karena background IT yang kuat untuk bergabung dalam tim. Malahan seperti menjadi alasan bagi Chris Hemsworth untuk tetap betah dalam tim tanpa keinginan untuk kabur. Spencer Barrett yang memerankan villain utama juga malah memberikan efek downward yang cukup disayangkan. Karakter Gary Baker yang dibuat cukup misterius dan sadis malah menjadi melempem ketika wajah Barrett dan aktingnya diperlihatkan.

181509

Kesemuanya itu semakin ditambah dengan kualitas editing yang tidak rapi. Banyak peralihan antar adegan yang sangat kasar. Juga adanya blooper- blooper yang sangat tidak nyaman bagi penonton Indonesia. Sepertinya Foehl juga kurang melakukan riset lebih mendalam mengenai masalah bahasa. Di beberapa adegan yang ber-setting di Jakarta banyak dialog yang menggunakan bahasa Melayu Malaysia. Mungkin bagi telinga penonton Amerika ini tidak masalah, tapi bagi penonton Indonesia, atau Malaysia, kesalahan dialog ini menjadi sangat aneh.

181510

So, Blackhat menjadi sebuah total letdown yang cukup mengecewakan. Di samping tampilan beberapa lansekap Jakarta dan aktor- aktris figuran Indonesia, tidak ada nilai lain yang bisa mengangkat film ini. Dan kesalahan fatal utama adalah dari segi naskah dan pemilihan pemeran utama. Foehl seharusnya bisa lebih mengutamakan adu kecerdasan antara Nick dan Gary yang memiliki potensi memunculukan nuansa thriller menggantikan porsi adegan aksi yang sangat minim. So, bagi anda yang ingin menyaksikan film ini, jauh- jauhilah harapan menyaksikan sajian thriller khas Michael Mann. Namun berharaplah untuk bisa tersenyum simpul melihat pemandangan beberapa sudut ibukota. So let’s pray, there will be another better movie that will be shot in Indonesia. (dnf)

Rating:

6.5/10

4 thoughts on “Blackhat (2015)

  1. y mnysl mntn flm ini, aq ksh nilai C- aja dh, yg plng membuat kecewa adegan endingnya, g dieksekusi dngn elegan, ky adegan flm action picisan aja, pdhl ini kn film thriler yg bertema Hacker. Temenq yg bertanya tentang film ini lngsung aq blng, g usah ntn, flmnya biasa aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s