Hijab (2015)

Gamal: Kayanya sebenarnya ini arisan suami bukan arisan ibu- ibu. Karena duitnya dari suami.

url

Directed By: Hanung Bramantyo

Cast: Zaskia Adya Mecca, Carissa Putri, Tika Bravani, Natasha Rizki, Mike Lucock, Nino Fernandez, Ananda Omesh, Dion Wiyoko

Synopsis:

Sari (Zaskia Adya Mecca), Bia (Carissa Putri), Tata (Tika Bravani), dan Anin (Natasha Rizki) adalah empat orang sahabat karib. Keempatnya tidak bisa lepas dari dunia hijab. Sari yang bersuamikan seorang Arab ortodoks, Gamal (Mike Lucock) memilih berjilbab syar’i untuk menutupi lekuk tubuhnya sesuai syariat yang benar. Bia yang seorang disainer dan bersuamikan seorang artis sinetron, Matnur (Nino Fernandez) memilih jilbab fashion. Tata yang bersuamikan Ujul (Ananda Omesh), seorang fotografer, memilih turban untuk menutupi masalah rambut rontoknya. Sementara Anin, yang memiliki pacar seorang sutradara, Chucky (Dion Wiyoko) lebih memilih hidup bebas tanpa menikah dan tanpa berjilbab.

Masalah mulai datang ketika mereka sudah mulai jengah hidup hanya bertopang kepada suami, dan memilih untuk membuka usaha online busana muslim wanita dengan nama Meccanism. Namun usaha yang semula hanya untuk menambah penghasilan tersebut malah semakin maju, dan dari sekedar menggunakan sosial media sebagai fasilitas jualan, perlahan- lahan mereka mulai membuka butik sendiri. Seiring majunya Meccanism, masalah makin berdatangan sehingga menguji rumah tangga juga persahabatan mereka.

Review:

10351838_320451374809754_7138699461815263329_n

Jauh sebelum sukses lewat Ayat- Ayat Cinta yang membuatnya kerajingan membuat film- film religi sebagai cara bertutur atas pemahamannya akan Islam modern, di mana kerap kali diiringi oleh pro dan kontra serta kontroversi, Hanung Bramantyo terlebih dahulu terkenal dengan genre komedi. Memang, meskipun telah mencoba berbagai macam genre, dari sport, horor, drama romantis, sampai thriller politik (bentar lagi ditambah genre superhero), Hanung terbukti paling menguasai genre komedi, khususnya komedi persahabatan. Sebut saja film- film seperti Catatan Akhir Sekolah, Jomblo, Get Married 1 dan 2, serta Kamulah Satu- Satunya. Bisa dikatakan terlepas dari film- film religi yang membuat dirinya dicap sebagai sutradara penuh kontroversi ini, film- film komedi yang saya sebut tadi merupakan masterpiece Hanung sepanjang karirnya.

1920406_318907111630847_7690847515337596551_n

Seperti halnya lewat film Hijab ini. Mendengar dari judul serta nama sutradara yang menggawanginya, tidak heran banyak yang menyangka ini adalah salah satu media Hanung untuk mengibarkan Islam yang lebih modern. Namun melihat dari trailer serta posternya, timbul harapan akan sebuah masterpiece terbarunya yang mengembalikan Hanung ke ranah yang, menurut pandangan saya, paling dikuasainya. Dan bukan Hanung namanya, jika tidak menyindir isu sosial dengan caranya yang jujur apa adanya. Namun isu sosial yang disindir tidak akan menimbulkan kontroversi, karena dikemas dengan bungkusan komedi satire.

10392410_319511674903724_3559276621425924100_n

Hijab sendiri, berbeda dengan judulnya, menitikberatkan kepada sepak terjang keempat orang sahabat dalam menjalankan bisnisnya, di samping tetap harus menjalankan perannya sebagai seorang istri dan ibu. Selain itu hijab sudah menjadi fenomena fashion tersendiri bagi wanita Indonesia. Di mana peran hijab sekarang sudah menggantikan sanggul dan konde seperti di orde baru. Meskipun alasan para hijaber (sebutan non formal wanita berhijab) memakai hijab bukan hanya ingin menjalankan syariat Islam saja, namun pada kenyataannya bervariasi dari sekedar ingin mengikuti trend fashion, pencitraan, seragam, menutupi masalah rambut, ataupun paksaan dari lingkungan sekitar.

kumpulan-quote-dalam-film-hijab-bisa-ka-7b4965

Seperti halnya film- film Hanung dengan genre sejenis, kekuatan terbesar terletak pada pemilihan cast serta chemistry antar karakter yang terjalin secara baik dan natural. Dan chemistry yang saya sebutkan di sini bukan hanya pada 4 karakter utama saja. Namun juga melebar ke 4 karakter suami/ pacar, yang juga berinteraksi secara alami dan memang nampak benar- benar seperti sahabat karib. Dan applause terbesar perlu kita alamatkan untuk Mike Lucock, Natasha Rizki, dan Carissa Putri, yang menampilkan akting paling cemerlang di antara ke-8 pemain, yang sebenarnya bisa dibilang seluruh 8 cast tersebut tidak ada yang berakting buruk.

049295300_1413281540-f2

Cerita yang ditulis langsung oleh sang sutradara sendiri dibantu oleh campur tangan Rahabi Mandra, berhasil menyentil secara halus isu- isu sosial masyarakat ibukota dengan apik dan menarik. Bagaikan Sex and The City dan Arisan pada masanya, Hijab berusaha memasukkan unsur- unsur sindiran seputar ketergantungan kaum urban terhadap gadget, social media, serta isu- isu seputar feminisme dan genderisasi. Dan tidak berhenti sampai di situ, Hanung juga mengikutsertakan celebtwit yang sudah tidak asing lagi bagi para netizen, Dijah Yellow, sebagai cameo. Hanung juga tidak segan- segan menyindir dirinya sendiri lewat tokoh Chucky yang digambarkan sebagai sutradara penuh kontroversi dan kerap didemo ormas- ormas Islam.

Hijab1_zps44135235

Cara Hanung menyampaikan konflik demi konflik juga terbilang cukup rapi. Mulai dari pengenalan tokoh, kemunculan konflik, hingga penyelesaian masalah tersaji secara wajar dan tanpa terburu- buru. Dengan cara seperti itu, alur kisah menjadi tetap terjaga dan tetap menarik sampai akhir kisah. Hanung juga mampu menyuarakan isi hati perempuan bersuami, yang terkadang terjebak antara fungsi kodratnya sebagai ibu rumah tangga dengan keinginan untuk mengaktualisasikan diri lewat trend fashion maupun menghasilkan uang sendiri.

trailer-kocak-film-hijab-15cd

Kredit tersendiri patut diberikan kepada disain produksi dan set dekorasi yang mampu memillih serta menciptakan tempat tinggal masing- masing tokoh sesuai dengan karakterisasi masing- masing. Dan sesuai dengan judul film yang merupakan salah satu trend fashion, busana serta tata kostum yang ditangani oleh Klara Pokeratu dan Tasya Nur Medina, mampu memberikan karakterisasi bagi ke-4 tokoh utama lewat fashion yang dianut. Segi teknis lainnya yang patut diapresiasi adalah sinematografi yang mampu menangkap frame demi frame dengan sempurna ditambah skill bagian editing yang dengan sempurna membawa warna komedi ala Hanung dengan baik. Dan kesemuanya diiringi oleh scoring yang baik serta theme song oleh Melly Goeslaw yang dibawakan secara manis oleh Andien.

141991089254853_500x281

So, terlepas dari judulnya yang berkesan fashion muslimah, Hijab menjelma sebagai sebuah chiclit yang menggambarkan perasaan serta keadaan wanita Indonesia modern, yang harus memilih di antara keluarga, karir, serta aktualisasi diri. Terkadang ada yang bisa menjalaninya dengan selaras, ada pula yang harus mengorbankan salah satunya demi sukses di satu sisi lainnya. Thanks to Zaskia, yang telah mendorong sang suami untuk membuat film yang diinspirasi oleh kisah hidupnya saat memulai bisnis dengan sepupu- sepupunya ini. (Bahkan nama toko online “meccanism” sendiri merupakan nama butik online Zaskia sendiri). Thanks to her, kita bisa menyaksikan lagi Hanung kembali ke bidang yang paling dikuasainya. (dnf)

Rating:

9/10

PS: Review ini dedikasikan untuk hijaberku, bidadariku, permaisuriku, wanita pilihanku, tulang rusukku, Hanna Hakusuma, yang mampu dengan sempurna menjalankan perannya sebagai wanita karir serta istri yang megabdi untukku, dan ibu yang hebat untuk anakku, Danish Arkhan Effendie.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s