Chappie (2015)

Deon: Don’t let people take away your potential, Chappie

ChappiescifiPosterartfullhandblocks1-1415050002

Directed By: Neill Blomkamp

Cast: Sharlto Copley, Dev Patel, Hugh Jackman, Sigourney Weaver, Ninja, Yolandi Visser, Jose Pablo Cantillo, Brandon Auret

Synopsis:

Tidak jauh di masa yang akan datang, kepolisian Afrika Selatan, menjadi salah satu pelanggan polisi robot yang diciptakan oleh sebuah perusahaan raksasa, Tetravaal, yang dipimpin oleh Michelle Bradley (Sigourney Weaver). Tetravaal memiliki 2 macam produk, yaitu Scout, robot polisi yang memiliki Artificial Intelligence sendiri yang diciptakan oleh Deon Wilson (Dev Patel), dan Moose, yang diciptakan oleh Vincent Moore (Hugh Jackman), yang digerakkan menggunakan alam sadar manusia.

Dalam sebuah penyergapan ke markas seorang gembong kriminal Hippo (Brandon Auret), satu unit Scout bernomor sandi 22 terkena tembakan RPG dan rusak parah. Sehingga harus dihancurkan. Deon yang berhasil menciptakan sebuah program yang akan memberikan perasaan dan hati nurani kepada Scout, mencuri Scout 22, untuk dijadikan uji coba program tersebut.

Namun malang, Deon diculik oleh gerombolan kriminal Ninja (Ninja), Yolandi (Yolandi Visser) dan America (Jose Pablo Cantillo) yang menginginkan Deon untuk memberi tahu kelemahan Scout. Ninja yang memiliki hutang 20 juta dollar kepada Hippo akhirnya menyetujui Scout 22 yang telah diberi program baru tersebut untuk tinggal di markas mereka. Namun sayangnya, robot yang akhirnya diberi nama Chappie (Sharlto Copley) tersebut menjadi seperti manusia, dalam arti kata lahir seperti anak- anak dan harus dididik dan diajarkan layaknya anak manusia.

Di sisi lain, Vincent, yang dendam terhadap Deon, karena Scout lebih disukai ketimbang Moose, berusaha memusnahkan seluruh Scout dengan cara yang kotor.

Review:

maxresdefault

Niell Blomkamp adalah salah satu sutradara yang cukup diperhitungkan dalam 6 tahun belakangan ini. Pasalnya, seluruh film yang disutradarainya memiliki ide orisinil yang disukai banyak orang. Dimulai dengan film berjudul District 9, yang tanpa diduga menjadi sebuah kuda hitam di tahun 2009. Adapun film- film Blomkamp memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Ber-setting di Afrika Selatan dan menggambarkan secara jelas isu- isu sosial di negara asalnya tersebut, khususnya kota Johannesburg. Selain tentu saja dibintangi oleh aktor- aktor yang juga sekaligus sahabatnya, Sharlto Copley, Jose Pablo Cantillo, dan Brandon Auret. Blomkamp juga merupakan salah satu sutradara yang sedang ramai diperbincangkan berkat keterlibatannya dalam proyek sekuel Alien.

00065287

Jika pada District 9, Blomkamp menggambarkan bagaimana isu rasial menjadi santapan sehari- hari, dan lewat film Elysium, Blomkamp menggambarkan kesenjangan sosial antara si miskin dan si kaya, pada film Chappie, sutradara berzodiak Virgo ini mencoba untuk menggambarkan bagaimana seorang anak yang harus tumbuh di lingkungan keras seperti Johannesburg. Dan bagaimana dampak pendidikan yang salah terhadap seorang anak yang terlahir secara polos.

thumbnail_20462

Bisa dikatakan Chappie, yang diangkat dari film pendekĀ Tetravaal karya sutradar yang sama, lebih mirip dengan film A.I. ketimbang film- film aksi dengan karakter sentral robot semacam RoboCop. Apa yang coba digambarkan Blomkamp lewat karakter Chappie di sini sebenarnya sudah cukup bagus. Hanya saja, bagi seorang Blomkamp, naskah yang ditulis masih membutuhkan tambal sulam di sana sini. Khususnya dalam menggambarkan “program pendidikan” Chappie, yang sepertinya terlalu cepat dan terburu- buru. Meskipun sebenarnya tensi cerita masih tetap terjaga dari awal sampai akhir. Blomkamp juga masih bisa menampilkan adegan- adegan menarik yang cool yang pastinya akan mengundang tawa penonton. Adegan aksipun masih digarap dengan style ala Blomkamp yang masih berhasil menampilkan keseruan serta ketegangan, dan tentu saja cukup bloody.

1251623 - Chappie

Metamorfosis akan kehidupan seorang anak manusia lewat film Chappie berhasil digambarkan dengan baik. Karakter Chappie yang digambarkan terlahir di lingkungan kumuh yang keras di dataran Afrika Selatan dan diasuh oleh seorang bunda yang penuh cinta kasih dan tidak mau anaknya terjebak di kehidupan kriminal seperti orangtuanya, seorang ayah yang ingin mengajarkan untuk bertahan hidup dengan kekerasan, dan seorang paman yang cool yang berusaha untuk mengimbangi kerasnya kehidupan sang ponakan. Tidak luput pula karakter Deon, yang digambarkan layaknya “Sang Pencipta” yang menginginkan para umatnya terlahir dan tumbuh dengan baik tidak terkontaminasi segala macam bentuk kejahatan.

hugh-jackman-sigourney-weaver-vow-to-destroy-chappie-in-trailer

Dari jajaran pemain, Blomkamp berhasil menggaet 2 nama kondang yang diupayakan dapat menaikkan minat penonton untuk menyaksikan film ini. Jackman, yang bermain sebagai villain di sini cukup bisa memainkan perannya dengan baik, meskipun screen time yang kurang banyak untuk aktor sekelas Jackman. Sharlto Copley yang mencoba berakting menggunakan teknologi motion capture cukup baik menghidupkan peran Chappie lewat suara dan gesture tubuh yang menarik. Justru pemilihan duo rapper asal Afrika Selatan, Ninja dan Yolandi Visser dari group Die Antwoord, yang seharusnya berperan sangat penting dalam membentuk karakter Chappie bermain kurang meyakinkan. Template karakter mereka di panggung yang disalin langsung ke naskah terasa kurang pas (bahkan nama karakter di filmpun menggunakan nama- nama panggung mereka). Untung saja, peran mereka yang sebagai kawanan penjahat didukung oleh aktor langganan Blomkamp, Jose Pablo Cantillo, yang bisa menetralisir kekurangan akting duo rapper tersebut.

chappie_a

Namun berbanding terbalik dengan penggunaan 2 rapper kondang tersebut, pemilihan tembang- tembang rap Afrika Selatan justru memberikan nyawa tersendiri bagi film Chappie. Disain produksi juga memberikan peranan penting dalam membentuk universe Chappie. Hanya saja disain karakter- karakter robot yang terlalu mirip dengan karakter- karakter robot yang sudah ada mengurangi greget. Chappie mirip dengan karakter Patlabor, sementara Moose tidak dapat disanggah lagi, mirip sekali dengan karakter ED-209 dari franchise RoboCop, yang digambarkan mirip dengan karakter Moose, sebagai robot tandingan dari karakter robot utama dalam memberantas kejahatan, yang malahan menjelma menjadi karakter villain.

Chappie00

At the end, Chappie menjadi sebuah sajian Blomkamp yang bagus tapi masih jauh di bawah standar ukuran film- film karyanya yang lain. Pemilihan cast serta naskah yang dibuat terlalu simple yang menjadi faktor utamanya. Namun jika ingin dijadikan sebuah franchise baru, Chappie sudah memiliki base yang kuat. (dnf)

Rating:

7.5/10

One thought on “Chappie (2015)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s