Run All Night (2015)

Jimmy Conlon: Wherever we go. When we cross the line, we’re going together.

200315

Directed By: Jaume Collet- Serra

Cast: Liam Neeson, Joel Kinnaman, Ed Harris, Common, Genesis Rodriguez, Boyd Holbrook, Bruce McGill, Vincent D’Onofrio, Nick Nolte

Synopsis:

Jimmy Conlon (Liam Neeson) adalah seorang pembunuh yang bekerja untuk mafia Irlandia yang juga sahabatnya sejak kecil, Shawn Maguire (Ed Harris). Kesetiaan Jimmy hanya bertumpu kepada Shawn, sampai suatu saat Jimmy membunuh anak Shawn, Danny Maguire (Boyd Holbrook). Jimmy membunuh Danny lantaran anak sahabatnya tersebut hendak membunuh anak Jimmy, Mike Conlon (Joel Kinnaman) yang tanpa sengaja menjadi saksi mata pembunuhan atas 2 anggota gangster Albania yang dilakukan oleh Danny.

Kini, Jimmy dan Mike harus melarikan diri dari berbagai macam ancaman. Dari anak buah Shawn, seorang pembunuh bayaran bernama Price (Common), serta aparat kepolisian yang dipimpin oleh Detective Harding (Vincent D’Onofrio) dalam satu malam terberat di dalam hidupnya.

Synopsis:

asdadadsa

Kebanyakan seorang aktor mendapatkan status action star di usianya yang relatif masih muda. Berbeda dengan Liam Neeson. Aktor dengan karakter suara yang khas ini, mendapatkan status action star-nya di usia yang tidak lagi muda lewat sebuah film action thriler kuda hitam, Taken. Paska film yang juga akhirnya melejitkan karirnya tersebut, Neeson, kerap kali diberikan peran utama dalam film aksi thriller. Yang biasanya memiliki kesamaan antara satu sama lainnya, memakai jaket kulit dan memiliki adegan dirinya mengancam seseorang lewat telepon.

run-all-night-ed-harris-liam-neeson

Sayangnya tidak bisa dipungkiri, selain trilogi Taken, tidak ada satupun film aksi thriller opa Liam yang mampu menyaingi franchise tersebut. Selain faktor umur yang sebenarnya tidak prima lagi untuk melakukan adegan aksi fisik, kebanyakan film- film tersebut benar- benar hanya mengandalkan performa Liam Neeson saja. Begitu juga dengan film Run All Night yang menandakan kali ketiganya Liam Neeson bekerja sama dengan sutradara Jaume Collet- Serra setelah sebelumnya berbarengan menyelesaikan proyek Unknown dan Non Stop.

url

Run All Night sebenarnya memiliki premis yang berpotensi bagus. Khususnya dalam memuaskan penggemar aksi thriller. Pasalnya film kejar- kejaran seperti ini memiliki kesempatan besar untuk menyajikan sajian aksi seru yang mampu menahan nafas penonton. Sebenarnya dalam segi aksi, film ini memiliki adegan aksi yang cukup seru. Hanya saja porsinya yang kurang, serta tidak begitu maksimalnya penggarapan scene- scene aksi, meskupun tidak bisa dipungkiri scene- scene aksinya masih cukup menghibur. Serra yang sebenarnya memiliki kemampuan membuat nuansa suspense yang cukup baik. Hanya saja, pendekatannya dalam film ini yang lebih memilih percampuran antara crime drama serta aksi thriller, malah menjadi bumerang tersendiri lantaran apa yang ingin dibangun lewat film ini malah tidak berhasil.

RUN ALL NIGHT

Neeson terlihat sudah tidak mampu lagi beradegan fisik. Kondisinya yang sudah tua sudah tidak memungkinkan lagi dirinya seprima dulu. Bahkan di beberapa adegan terlihat kewalahan. Namun dalam adegan drama masih mampu menunjukkan performa yang bagus. Sebaliknya dengan Kinnaman. Saat beradegan drama, dia kurang piawai. Namun saat beradegan aksi, dirinya mampu menunjukkan kualitas yang cukup baik berkat tampilan fisik serta postur tubuh yang memang menunjang untuk sebuah film aksi. Tidak salah dirinya terpilih menjadi Rick Flagg di film Suicide Squad nanti. Kekurangan lainnya adalah kurangnya chemistry antara Jimmy, baik dengan Shwan maupun dengan Mike. Ini menunjukan bahwa Serra kurang mampu mengarahkan aktor- aktornya untuk menampilkan akting drama dengan baik. Bahkan aktor sekelas Neeson dan Harrispun tidak mampu memberikan penampilan wahnya dalam memainkan 2 karakter yang sudah bersahabat sejak kecil.

run-all-night

Naskah yang ditulis oleh Brad Ingelsby memang memiliki kekurangan di sana- sini, bahkan cenderung dragging di banyak adegan. Saya cukup khawatir mengetahui Ingelsby terlibat sebagai penulis naskah reboot The Raid. Khawatir membayangkan bagaimana hasil akhir naskahnya mengingat 2 hasil karyanya berhasil membuat saya menguap- nguap di dalam bioskop. Run All Night dan Out of The Furnace. Selain faktor naskah dan akting, kualitas editing film ini bisa dikatakan cukup berantakan. Khususnya dalam adegan aksi yang bertempo cepat.

RUN ALL NIGHT

Sekali lagi, Run All Night, kurang mampu menyajikan sebuah sajian aksi berbobot. Sebaliknya, lewat Run All Night, membuktikan bahwa sudah saatnya Neeson pensiun dari genre aksi dan mulai kembali fokus ke drama. Atau misalnya ingin tetap berkecemplung… eh berkecimpung di film aksi, setidaknya hanya menjadi supporting actor yang tidak mengharuskan dirinya banyak melakukan adegan aksi fisik. (dnf)

Rating:

5.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s