Mad Max: Fury Road (2015)

Nux: Oh what a day! What a lovey day!

MMFR_TeaserPoster

Directed By: George Miller

Cast: Tom Hardy, Charlize Theron, Nicholas Hoult, Hugh Keays- Byrne, Josh Helman, Nathan Jones, Rosie Huntington- Whiteley, Zoe Kravitz, Riley Keough, Abbey Lee, Courtney Eaton

Synopsis:

Dihantui oleh perasaan bersalah atas kematian orang- orang terdekatanya, seorang mantan polisi, “Mad” Max Rockatansky (Tom Hardy) mengembara melintasi Wasteland untuk melarikan diri dari masa lalunya. Namun di saat lengah, dia ditawan oleh sekelompok pengikut seorang tirani bernama Immortan Joe (Hugh Keays- Byrne). Joe sendiri adalah seorang penguasa sebuah wilayah bernama Citadel yang berlaku layaknya Tuhan. Berkat darahnya yang bertipe O, Max dijadikan pendonor universal bagi para prajurit Joe yang dijuluki War Boys.

Ketika salah seorang prajurit Joe bernama Imperator Furiosa (Charlize Theron) melenceng dari misi yang diembannya, di mana seharusnya dia mengambil supply bahan bakar dan amunisi, namun malah membawa kabur kelima istri Joe, sang penguasa tersebutpun mengutus para War Boys untuk membunuh Furiousa dan membawa pulang istri- istrinya. Salah satu War Boy yang kehabisan darah bernama Nux (Nicholas Hoult), mau tidak mau harus membawa Max serta di dalam pengejaran tersebut sebagai “kantung darah”nya.

Di dalam keadaan terdesak, mau tidak mau Max dan Furiosa harus saling bekerjasama demi menghindari kejaran Joe dan para pengikutnya.

Review:

maxresdefault

Bagi para penggemar action flick, apalagi yang menggemari film- film laga klasik sudah pasti tidak asing dengan sebuah judul film indie asal benua kangguru, Mad Max. Selain menjadi film Australia paling terkenal sepanjang masa, film yang menonjolkan tingkat violence yang cukup tinggi tersebut juga mengantarkan Mel Gibson, sang aktor utama, ke ranah Hollywood, hingga bisa menyandang status kebintangannya seperti saat ini. Laris manis di pasaran, menyebabkan 2 buah sekuel terlahir, dan meskipun tidak mendapatkan respon sebaik yang pertama, namun masih terhitung menguntungkan. Rencana sekuel ketigapun segera disiapkan matang- matang. Namun dikarenakan begitu banyak permasalahan yang terjadi, termasuk hengkangnya sang aktor utama demi menyutradarai The Passion of The Christ, menyebabkan naskah film ini menjadi salah satu naskah film yang masuk dalam kategori development hell yang cukup lama. Mad Max sendiri tercatat sebagai sebuah film yang cukup berpengaruh di genrenya.

FURY ROAD

Setelah 30 tahun dari film terakhirnya, Mad Max: Beyond Thunderdome, kali ini sang kreator sekaligus sutradara keseluruhan seri, George Miller, kembali mempersembahkan seri terbarunya, sekaligus menandakan dirinya kembali ke ranah “film cowok” setelah sebelumnya lebih sering terlibat dalam film keluarga seperti Babe dan Happy Feet. Pemilihan Tom Hardy untuk menggantikan posisi Mel Gibson, sebagai Max, adalah keputusan tepat. Pasalnya, aktor yang tengah naik daun paska keterlibatannya sebagai Bane dalam The Dark Knight Rises ini memang merupakan salah satu bibit calon aktor kelas A Hollywood, yang sayangnya paska dikalahkan oleh Batman, malah lebih memilih film- film berbujet kecil dan cenderung non mainstream, seperti The Drop dan Locke. Dengan adanya penggantian aktor utama dan jarak dari film terakhir yang sangat lama, membuat banyak yang menyangkan Fury Road adalah sebuah reboot, dan bukannya sebuah sekuel.

awqeq

Selain Hardy, Charlize Theron juga mampu menampilkan perannya sebagai seorang female heroine yang cukup tough dan bad- ass. Sekilas mengingatkan kita kepada Sarah Connor dan Ellen Ripley. Selain itu Nicolas Hoult, cukup bisa memerankan karakter side kick yang sebenarnya menjadi korban ideologi “keimanan” yang ditanamkan oleh Immortan Joe. Dan bagi para penggemar franchise ini, Miller memberikan sedikit “bonus” dengan menampilkan Hugh Keays- Byrne sebagai antagonis utama. Sekedar catatan, Keays- Byrne juga ikut terlibat membintangi film pertamanya sebagai Toecutter, salah satu antagonis dalam film tersebut. Itulah sebabnya mengapa karakter kakek tua keladi ini tidak ditampilkan wajahnya secara jelas sepanjang film. Tua keladi? Yaiyalah, gimana gak? Udah tua masih bisa kawin sama 5 cewek seksi. 2 di antaranya Rosie Huntington- Whiteley dan Zoe Kravitz. Gak heran kelimanya kabur.

mad max fury road

Fury Road bisa dikatakan sebagai sebuah sajian pemompa adrenalin yang benar- benar hanya menyisakan sedikit ruang untuk mengistirahatkan jantung dan memberikan kesempatan paru- paru untuk bekerja dengan benar. Pasalnya, seperti yang digembar- gemborkan oleh sang sineas, Fury Road memang menampilkan serangkaian adegan- adegan seru, yang relatif sangat panjang dalam setiap sekuensnya, dan jika diperhatikan hanya sekitar 30% durasi film yang mengggunakan dialog. Bahkan lebih dari 30 menit awal, kita sudah disuguhkan dengan sajian aksi yang benar- benar menegangkan. Thanks to Junkie XL yang berhasil mengangkat level ketegangan lewat musik gubahannya. Sampai ending credit pun komposer bernama asli Tom Holkenborg tersebut masih menyajikan musik metal yang benar- benar memberikan nyawa bagi film ini.

sdaad

Miller, yang juga bertindak sebagai penulis naskah dengan bantuan Brendan McCarthy dan salah seorang pemeran seri pertamanya, Nick Lathouris, mengerti betul bagaimana struktur sebuah film Mad Max harus dirangkai. Tanpa adanya basa- basi dengan plot sederhana namun tidak terlalu cheesy, Fury Road memang terlihat seperti ingin membayar atas kesalahannya dalam “melembutkan” tone Mad Max: Beyond Thunderdome, yang kala itu diperankan juga oleh Tina Turner. Meskipun awalnya ingin mengakrabkan generasi baru dengan franchise ini, tapi Miller tidak terlalu menghabiskan waktu banyak untuk mengulangi origins Max. Hanya lewat narasi dan flashback tidak jelas saja. Ya ini mungkin jadi salah satu strategi supaya generasi baru penasaran dan mau beli home video-nya. Sebenarnya jika diperhatikan, banyak sekali isu- isu sosial yang disentil lewat film ini. Dari masalah emansipasi wanita, superioritas pria dalam rumah tangga, sampai misinterpretasi Jihad, yang kebanyakan rela mati demi kepentingan pihak- pihak tertentu yang mengatasnamakan agama. Namun hal tersebut tidak menjadi terlalu sensitif, mengingat penonton akan tidak peduli dengan semua itu karena sudah terlalu excited dengan adegan- adegan aksinya.

a

Yang cukup menarik dari film macam Mad Max ini adalah karakterisasi komikal yang diusungnya. Mulai dari Immortan Joe yang harus menggunakan life support macam Darth Vader dan Bane. Pihak antagonis yang merasa dirinya Tuhan dan diikuti oleh para pengikut yang rela mati demi kepentingan sang pemimpin demi masuk ke Valhalla, sampai karakter Imperator Furiosa yang menggunakan tangan kiri mekanik. Dan jangan lupa juga karakter gitaris metal yang menjadi penyemangat tentara Joe di medan perang. Selain itu juga tidak disain mobil yang disulap dari mobil- mobil kuno menjadi mobil modifikasi siap tempur menarik. Apresiasi tersendiri juga pantas diberikan kepada bagian efek visual dan sinematografi. John Seale mampu menyajikan universe Mad Max lewat permainan warna serta camera movement yang jempolan. Hanya saja sayangnya gimmick 3D yang hanya hasil konversi tidak terlalu maksimal. Dan saya pribadi menyarankan untuk memilih format 2D saja.

mad-max-fury-road

Walhasil, Mad Max: Fury Road adalah sebuah sajian jempolan dan seri terbaik dari keseluruhan franchise-nya. Bahkan saya berani mengatakan so far, ini adalah film terbaik tahun 2015. Jangan pedulikan kualitas cerita ataupun akting. Karena memang yang ditonjolkan adalah pesta adrenalin sepanjang film. Bahkan ketika masuk ke segmen dramanya, terasa sekedar tempelan saja. Miller mampu memberikan porsi yang pas dalam menampilkan segmen dramanya. Bagaikan ketika kita berlari 1000 meter dan hanya istirahat 10 menit. Kalau 5 menit, badan belum terlalu fit, kalau lebih dari 10 menit, mungkin akan timbul rasa malas dan semangat larinya jadi berkurang. Jadi, tidak salah jika saya memberikan rating 9.5 bagi film ini. Kenapa gak 10? Karena 10 itu sempurna. Dan kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. (dnf)

Rating:

9.5/10

2 thoughts on “Mad Max: Fury Road (2015)

  1. Awalnya smpt pesimis trhadap flm ini, tp trnyta hasilnya luar biasa, dr awal smpai akhr qt sprti dipacu trs adrenalinnya, mngkn cm 10% aja qt diberi ruang untk brnafas haha. race car&battle carnya sepektakuler, hmm Furious 7 mngkn lewat dh. Memorable scan untkq y wkt badai pasir&petir, CGI-nya luar biasa kmdian keberedaan Gitaris dipasukan Immortan Joe, haha unik banget doi!!! penampilan Charlize Theron mencuri perhatian diflm ini. Hmm Fury Road mngkn bs mnjdi flm action trbaik th ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s