Tomorrowland (2015)

Frank: Do I have to explain everything to you? Can you just amazed?

url

Directed By: Brad Bird

Cast: George Clooney, Britt Robertson, Raffey Cassidy, Hugh Laurie

Synopsis:

Casey Newton (Britt Robertson) adalah seorang remaja jenius yang kerap terlibat masalah. Suatu hari, tanpa sengaja dia menemukan sebuah pin ajaib di antara barang- barangnya. Setiap Casey memegang pin tersebut, dia bisa masuk ke sebuah dimensi berbeda yang memiliki pemandangan indah dan teknologi jauh lebih maju. Ternyata pin tersebut sengaja ditaruh oleh seorang android bernama Athena (Raffey Cassidy), yang bertugas untuk merekrut orang- orang paling berbakat untuk di bawa ke suatu tempat bernama Tomorrowland. Untuk itu, mereka berdua menemui seorang pria paruh baya, Frank Walker (George Clooney), yang dulu sempat direkrut Athena.

Namun ternyata mereka malah menjadi kejaran android- android utusan pimpinan Tomorrowland, President David Nix (Hugh Laurie), yang sepertinya memiliki agenda jahat.

Review:

tomorrowland-brit-small-1000x600

Setelah memfilmkan 2 wahana permainannya, Haunted House, Tower of Terror, The Country Bears, dan Pirates of The Carribbean, kini Disney mencoba untuk mengangkat salah satu bagian di taman hiburan Disneyland yang bernama Tomorrowland. Tomorowland menampung wahana- wahana permainan yang memiliki tema space adventure dan science fiction. Di antaranya adalah Buzz Lightyear Astroblaster, Finding Nemo Submarine Voyage, Star Tours- The Space Continue, Innoventions, Autopia, dan Space Mountains.

TOMORROWLAND-1

Tidak sedikit penonton yang terkecoh dengan trailer Tomorrowland yang menampilkan serangkaian action seru, karena sebenarnya ini adalah sebuah family movie yang cukup aman ditonton seluruh keluarga. Cerita yang dimiliki oleh Tomorrowland cukup menarik dan fresh. Meskipun tidak sebanyak yang dibayangkan, namun action scene-nya cukup seru. Meskipun masih terasa dragging di beberapa adegan, khususnya adegan drama di awal- awal. Namun secara keseluruhan naskah yang ditulis oleh sang sutradara bersama Damon Lindelof dan Jeff Jensen ini mampu membawa spirit Disney akan sebuah genre science fiction.

George-Clooney-in-Tomorrowland-with-Britt-Robertson-and-Raffey-Cassidy-236523

Sebagai pemeran utama, Britt Robertson, cukup piawai melebur dalam permainan emosinya. Raffey Cassidy bisa membawakan karakter android yang lovable dengan gerakan- gerakan kaku serta ekspresi khas robot. Mereka terasa nyaman dan bisa mengimbangi kemampuan akting George Clooney, yang meskipun bermain cukup meyakinkan, namun bagi saya pribadi dirinya ketuaan untuk peran ini. Apalagi mengingat ini adalah sebuah family movie. Mungkin bisa diganti dengan aktor yang 10-20 tahun lebih muda darinya. Namun chemistry dan character bonding di antara ketiganya benar- benar terlihat natural.

aaqweqqe

Untuk visualnya tidak perlu diragukan lagi. Performa CGI yang top notch serta visual effect yang jempolan bisa memberikan movie experience yang bisa memberikan gambarang Tomorrowland dengan sempurna, yang juga tidak luput dari campur tangan production designer Scott Chambliss dan arsitek Santiago Calatrava. Bisa dikatakan dunia Tomorrowland adalah perpaduan antara imajinasi “masa depan” masyarakat tahun 60-an dengan teknologi modern masa kini. Tidak heran tahun 1964 menjadi setting masa di adegan pembuka saat Athena merekrut Frank. Ini bisa dikatakan sebagai tribute yang pada era tersebut genre science fiction sedang berkembang- kembangnya dengan booming-nya berita- berita mengenai space travel. Hanya saja yang disayangkan, kita tidak bisa menyaksikannya dalam format 3D.

awqq

Film ini juga cukup memberikan tribute bagi Disney. Dari adegan pembuka yang menampilkan Disneyland; referensi- referensi karakter- karakter Disney dalam bentuk merchandise, seperti Emperor Zurg, Donald Duck, Buzz Lightyear, dan menyelip satu karakter non-Disney, The Iron Giant, yang disutradarai oleh Brad Bird. Dan jika kita cukup jeli ada salah satu easter egg khas Pixar. Jika di dalam setiap film Pixar kerap muncul mobil Pizza Planet, di film Tomorrowland beberapa kali muncul penampakan poster film berjudul ToxiCosmos 3.

tomorrowlandconcept3

Kesimpulannya adalah Tomorrowland merupakan sebuah kemasan yang cukup menghibur. Sebuah sajian science fiction yang akan memukau utopian lover dan menjadi visualisasi dari gambaran masa depan secara umum, seperti jetpacks, hovercars, hovertrains, androids, dan fighting robots. Cerita yang ditampilkan sang sutradara The Incredibles dan kreator serial Lost ini benar- benar family friendly. Cukup seru, mengundang tawa, dan bersahabat dan relatif aman dikonsumsi seluruh anggota keluarga. Apalagi dengan adanya nilai- nilai moral, yang anehnya malah dibawakan secara monolog oleh karakter villain yang diperankan oleh Hugh Laurie. Bahwa tanda- tanda kehancuran bumi sebenarnya cukup tampak di depan mata. Dan banyak orang- orang yang sebenarnya mampu untuk merubahnya, namun tetap cuek. Mungkin memang untuk merubah masa depan sama seperti pergi ke Tomorrowland. For invitation only. (dnf)

Rating:

7.5/10

One thought on “Tomorrowland (2015)

  1. G tau knpa stlh lht flm ini ada rasa g puas, mngkin tema yg diangkat di film ini trlalu berat untuk sebuah flm keluarga jd hslnya krng memuaskan. mngkin kl dijadiin flm yg lbh dewasa lg hasilnya bs lbh bgs lg. Slh 1 contoh bagian yg menurutq hambar y wkt Athena melawan 2 robot di bagian ending flmnya, haha aq g menikmatinya, biasa aja. bagian menyenangkan dr flm ini mungkin wktu Casey Newton mulai nyentuh pinnya, haha nabrak dinding lah, kecebur rawa lah, jatuh dr tangga lah haha. kl mau tk nilai y 7 aja dh untuk flm ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s