Jurassic World (2015)

Owen: She didn’t eat them. She’s killing for sport.

jurassicworldbigger-720x1139

Directed By: Colin Trevorrow

Cast: Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, Irrfan Khan, Vincent D’Onofrio, Ty Simpkins, Nick Robinson, Jake Johnson, B.D. Wong, Omar Sy

Synopsis:

22 tahun paska kejadian di film Jurassic Park, Isla Nublar telah berubah menjadi taman hiburan yang lebih megah bernama Jurassic World yang dikelola oleh Masrani Corporation yang dimiliki Simon Masrani (Irrfan Khan). Untuk menambah menarik theme park tersebut, para ahli genetik di bawah pimpinan Dr. Henry Wu (B.D. Wong) menciptakan spesies dinosaurus baru yang menggunakan gabungan beberapa DNA dinosaurus serta hewan- hewan lainnya. Dinosaurus yang dikenal bernama Indominus Rex tersebut diharapkan dapat menggamit pengunjung lebih banyak lagi.

Namun ternyata hewan yang memiliki kejeniusan tingkat tinggi tersebut berhasil lepas dari kandang dan meneror seisi Jurassic World. Operation Manager theme park tersebut, Claire Dearing (Bryce- Dallas Howard) harus bertanggung jawab atas keselamatan seluruh staf dan pengunjung. Namun masalahnya 2 orang keponakannya, Gray (Ty Simpkins) dan Zach (Nick Robinson) masih berkeliaran di taman. Demi menyelamatkan mereka, Claire meminta bantuan mantan marinir yang menjadi pawang velociraptor, Owen Grady (Chris Pratt).

Review:

url

Tidak banyak film yang memiliki pengaruh tinggi bukan hanya bagi dunia perfilman, namun juga menciptakan suatu trend tersendiri dalam pop culture. The Fast and The Furious misalnya. Film yang diamini sebagai pakem modern dalam film aksi balap tersebut juga mempengaruhi ketertarikan anak muda dengan modifikasi mobil. Atau ambil contoh lainnya Dr. No yang diamini sebagai cikal bakal trend film spionase, dan karakter James Bond sendiri menjadi objek studi bagi tingkah laku laki- laki ideal oleh universitas London. Begitu juga dengan Jurassic Park. Ketika dirilis pertama kali pada tahun 1993, film yang disadur dari novel buah karya Michael Chricton tersebut menjelma menjadi salah satu film sci- fi berpengaruh dalam perkembangan genre tersebut ke depannya. Masih ingatkan dengan Godzilla karya Rolland Emmerich yang terang- terangan menjadikan T-Rex dan Raptor menjadi ide bagi sang monster dan bayi- bayinya? Selain menciptakan trend baru bagi film monster, film tersebut juga memperkenalkan teknologi kloning bagi masyarakat awam. Penjelasan masalah kloning yang dibawakan oleh Mr. DNA pada film tersebut mudah dimengerti dan sangat edukatif, bahkan bagi anak- anak sekalipun. Jurassic Park juga menimbulkan ketertarikan anak- anak pada dinosaurus, selain tentunya menjadikan paleontologi sebagai salah satu jurusan favorit sampai beberapa tahun berikutnya.

aweda

Sampai sekarang setidaknya sudah 2 sekuel ditelurkan oleh Jurassic Park. Belum lagi komik, video game, novel, dan media- media lainnya yang menambah kasanah universe franchise tersebut. Namun sayangnya 2 sekuel yang masing- masing dirilis di tahun 1997 dan 2001 tidak mampu menyamai kualitas film pertamanya. Oke, memang dari segi adegan aksi mampu mengungguli. Namun nilai sepertinya Steven Spielberg dan Joe Johnston pada saat itu hanya terfokus pada bagaimana menampilkan adegan aksi brutal yang melibatkan hewan yang sudah punah ratusan juta tahun lalu tersebut. Elemen sci- fi yang menjadi salah satu kekuatan cerita film pertamanya sudah dilupakan begitu saja. Tidak ada penambahan ilmu yang didapat para penonton. Elemen sci- fi hanya berupa singgungan teknologi kloning yang sekedar asal lewat. Begitu juga dengan scene- scene menyentuh yang menjadikan film pertamanya menjadi salah satu film keluarga terbaik sepanjang masa. 2 sekuelnya juga tidak memiliki scene- scene memorable seperti halnya Jurassic Park yang memiliki adegan serangan pertama T-Rex terhadap 2 mobil jeep, T-Rex mengejar Ian Malcolm, Ellie Sattler, dan Robert Muldoon yang meninggalkan penggalan quote terkenal “faster, must go faster”, atau adegan dapur yang sangat menegangkan.

jurassic-world-image-4

Sama halnya dengan film Jurassic World. Jika diukur dari kadar film aksi, sudah jelas film keempat ini menaikkan skala aksinya ke sebuah level baru dengan menghadirkan Indominus Rex sebagai momok paling mengerikan. Layaknya Spinosaurus di film ketiga, Indominus Rex memang ditujukan untuk memberikan sebuah main villain yang fresh. Untuk urusan aksi memang Trevorrow sudah layak diacungi jempol. Mengingat CV-nya hanya memiliki Safety Not Guaranteed sebagai film panjang yang ditanganinya. Belum lagi bagaimana Trevorrow menawarkan ide Raptor yang bisa dijinakkan. Meskipun sebenarnya ide menjinakkan spesies paling pintar dalam saga Jurassic tersebut sudah disinggung di novel pertamanya. Trevorrow mampu menstabilkan laju adegan aksi sehingga adrenalin tetap terpompa hingga akhir film. Apalagi adegan final showdown yang dibuat seepik mungkin dan sekeren mungkin plus sebrutal mungkin. Dijamin adegan akhir ini merupakan adegan akhir paling seru dari keseluruhan seri.

efoohfhsdlfs

Hanya saja tidak adanya unsur sci- fi menarik yang ditawarkan dalam film ini, sama halnya dengan seri kedua dan ketiga. Selain ide “setengah maksa” penggabungan DNA- DNA hewan- hewan layaknya cerita komik, tidak ada pembelajaran yang menarik yang bisa kita dapatkan sebagai nilai tambah. Dari segi naskah juga sangat biasa saja. Cenderung mudah ditebak. Karakter- karakternyapun tidak ada yang membekas di hati. Interaksi antarkarakter juga cenderung biasa. Mungkin jika berbicara masalah character-bonding, interaksi antara Owen dan 4 ekor Raptor- lah yang paling menarik dan mengalami peningkatan chemistry-nya di detik- detik akhir film. Tapi, meskipun memiliki naskah yang lemah, minimal tidak sebodoh Jurassic Park III dan tidak memiliki kumpulan karakter- karakter protagonis menyebalkan seperti The Lost World: Jurassic Park (Sampe sekarang saya masih mencari alternate ending yang karakter Kelly dicabik- cabik dan dimakan Raptor). Namun sang sutradara yang berlaku sebagai penulis didampingi pasangan suami- istri, Rick Jaffa dan Amanda Silver masih memberikan fans service dengan mencatumkan tribute film pertamanya. Selain menampilkan adegan- adegan yang mirip dengan film pertamanya, Jurassic World juga menampilkan setting lokasi serta beberapa gimmick yang dimengerti bagi mereka yang masih ingat dengan film pertamanya.

Jurassic-World-Trailer-Chris-Pratt-Motorcycle-Raptor

Dari segi akting tidak ada yang spesial. Chris Pratt yang bertindak sebagai versi bad- ass dari Alan Grant, tampil cukup memukau. Meskipun penampilannya kali ini masih belum bisa menyamai ketika dia berperan sebagai Star- Lord tahun lalu. Irrfan Khan yang seharusnya tampil sebagai CEO malah menjadi sekedar tempelan komedi dengan absennya wibawa serta seorang pimpinan kharismatik khas John Hammond. Malah jika berbicara masalah akting, Bryce- Dallas Howard yang mampu menampilkan perubahan dari seorang wanita workaholic di awal kisah menjadi family woman yang memprioritaskan keluarga di atas segalanya. Berbicara mengenai karakter, sebenarnya banyak karakter- karakter dalam film ini yang seperti pengulangan karakter dalam film pertamanya. Karakter Owen dan Barry (Omar Sy) yang menggantikan karakter Alan Grant dan Ian Malcolm, Claire menggantikan karakter Ellie Sattler, Gray dan Zach menggantikan karakter Lex dan Tim, Masrani menggantikan karakter Hammond, Lowery (Jake Johnson) menggantikan karakter Arnold, dan Hoskins sebagai gabungan antara Muldoon dan Dennis Nedry.

Jurassic-World-970x545

Sebagai penutup, Jurassic World merupakan sebuah sajian seru menegangkan yang bisa dikatakan yang terbaik kedua dari keseluruhan seri. Mampu mengungguli seri 2 dan 3, namun masih tetap berada di bawah seri pertamanya. Dengan visual yang wah dan sound editing yang mumpuni memang sangat disarankan untuk memilih format IMAX untuk menyaksikan film ini. Hanya saja sayangnya, gimmick 3D yang dipakai tidak berjalan dengan efektif. Pop up serta depth tidak begitu terasa. Bahkan jika dibandingkan dengan versi konversi 3D film pertamanya yang dirilis 2013 masih kalah jauh di bawah. So, bagi anda yang memang ingin menyaksikan aksi seru ataupun pecinta dinosaurus sangat disarankan untuk menonton film ini. And of course… more sequel, please! (dnf)

Rating:

8/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s