Poltergeist (2015)

Carrigan Burke: This house is clean

Print

Directed By: Gil Kenan

Cast: Sam Rockwell, Rosemarie DeWitt, Saxon Sarbinho, Kyle Catlett, Kennedi Clements, Jared Harris, Jane Adams

Synopsis:

Keluarga Bowen yang terdiri dari Eric (Sam Rockwell), Amy (Rosemarie DeWitt), Kendra (Saxon Sarbinho), Griffin (Kyle Catlett), dan Madison (Kennedi Clements) pindah ke rumah baru dikarenakan mereka harus berhemat mengingat Eric baru saja dipecat dari kantornya.

Tanpa sepengetahuan mereka, ternyata di rumah tersebut terdapat kekuatan supranatural yang kerap mengganggu Griffin dan Madison. Puncaknya adalah ketika Madison diculik oleh mahluk supranatural tersebut. Mau tidak mau, Eric dan Amy harus meminta bantuan tim ahli supranatural yang dipimpin oleh Dr. Brooke Powell (Jane Adams) dan seorang ahli pengusir hantu, Carrigan Burke (Jared Harris).

Review:

home-page-feature-thumbnail-image-front-featured-films-slider-1

Tahun 2015 ini bisa dikatakan saatnya memanjakan penikmat- penikmat film yang tumbuh di tahun 70 sampai 90-an. Pasalnya ada beberapa sekuel/ prekuel/ reboot dari film- film legendaris pada masa tersebut. Di antaranya ada Terminator, Jurassic Park, Mad Max, dan Star Wars. Satu lagi menambah khasanah judul film yang diambil dari salah satu film horor klasik yang merupakan kolaborasi dari Steven Spielberg dan Tobe Hooper, Poltergeist. Poltergeist sendiri dari arti sebenarnya adalah gangguan supranatural yang berupa benda- benda melayang, suara- suara, ataupun perpindahan benda dari suatu tempat ke tempat lainnya.

poltergeist-remake-2015-screenshot-jared-harris-carrigan-burke-2

Sebagai yang diberi tugas untuk meracik naskah reboot, David Lindsay- Abaire tidak mau melenceng jauh dan mereka ulang landasan naskah yang aslinya ditulis oleh si bewok sutradara Jurassic Park ini. Abaire hanya merubah beberapa komponen kecil yang tidak berpengaruh signifikan terhadap plot asli cerita. Sehingga bisa dikatakan dia hanya menceritakan ulang apa yang pernah dituangkan Spielberg dalam lembaran naskah. Perubahan- perubahan tersebut kebanyakan dilakukan untuk membawa film ini lebih up-to-date dan lebih bisa diterima penonton sekarang. Seperti teknologi- teknologi yang lebih modern, dan merubah karakter “dukun” menjadi seorang laki- laki ketimbang perempuan seperti film pertamanya.

poltergeist-remake-2015-screenshot-saxon-sharbino-kendra-bowen-1

Namun ternyata Abaire sepertinya bermain terlalu “aman” dan tidak mau menambah inovasi- inovasi jump scare yang lebih menyeramkan. Mengingat penonton sekarang sudah terbiasa dengan film- film semacam ini dan standar “ditakut- takuti”-nya pun sudah mulai meningkat setelah dibuat panik oleh Insidious dan The Conjuring. Dan Gil Kenan, sebagai sutradara juga melakukan kesalahan yang lazim digunakan oleh film- film horor belakangan ini, terlalu mengumbar adegan- adegan seram di materi promosi sehingga tidak mengagetkan lagi bagi mereka yang gemar hunting trailer film.

POLTERGEIST-2015-e1432282834528

Namun bukan berarti Poltergeist tidak mengasyikan lagi untuk ditonton. Justru yang menyelamatkan film ini adalah unsur komedi, yang mayoritas dibawakan oleh Sam Rockwell. Selain itu adegan exorcist juga masih cukup menegangkan. Sayang saya belum menyaksikan dalam format 3D, jadi belum bisa komen apakah dengan menggunakan gimmick 3D, adegan seramnya jadi lebih menakutkan atau tidak.

Poltergeist-Trailer-2015

Dari segi akting setidaknya ada 3 aktor yang bermain cukup baik. Pertama adalah Sam Rockwell yang, seperti saya sebutkan tadi, berhasil menyuntikkan unsur humor di film ini. Dan perannya memang pas sebagai seorang yang sedang dalam keadaan “down” paska pemecatan. Kedua adalah Jared Harris yang tampil sangat pas sebagai seorang ahli pengusir hantu, dan perannya sebagai Carrigan Burke bisa menjadi scene stealer tersendiri. Tampil lebih asyik dan cenderung lebih “fun” ketimbang karakter Tangina yang diperankan oleh Zelda Rubinstein di trilogi original-nya. Yang ketiga adalah Kennedi Clements, yang bermain cukup meyakinkan dengan ekspresi muka yang baik. Jika mau ditambah lagi ada Saxon Sarbinho yang menjadi nilai “plus” bagi penonton pria.

poltergeistimage2

Sebagai kata penutup, saya juga sebenarnya bingung dalam memberikan nilai film ini. Di satu sisi sebagai sebuah sajian horor, Poltergeist sudah gagal menyajikan adegan- adegan menakutkan. Bahkan cenderung fail. Namun sebagai sebuah film, sudah cukup fun tertolong oleh adegan- adegan lucu dan selentingan- selentingan humor yang tepat sasaran. Mungkin lebih tepat dikatakan film ini memiliki genre horor komedi seperti Ghostbusters ketimbang horor murni. Jadi jika dikatakan jelek, tidak juga karena ada humor tadi….. dan juga ada Saxon Sarbinho…. tetep ya cowok matanya jelalatan. (dnf)

Rating:

6.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s