Minions (2015)

Bob: Terima kasih terima kasih

MINIONS_2015_POSTER_TEASER

Directed By: Pierre Coffin, Lyle Balda

Cast: Pierre Coffin, Sandra Bullock, Jon Hamm, Michael Keaton, Allison Janney, Steve Coogan, Jennifer Saunders, Geoffrey Rush, Steve Carell, Hiroyuki Sanada

Synopsis:

Minions adalah mahluk kecil berwarna kuning yang sudah ada sebelum manusia menghuni bumi. Minions memiliki satu tujuan hidup; melayani seorang tuan yang sangat jahat. Berabad- abad Minions bersembunyi setelah terakhir kali tanpa sengaja membunuh tuannya. Di dalam persembunyian, Minions merasa kurang, karena tidak melayani seorang yang jahat.

Untuk itu Minions Kevin, Bob, dan Stuart mencoba keluar dari persembunyian dan mencari seorang tuan yang jahat untuk mereka layani. Dan pilihan jatuh kepada seorang villain Scarlet Overkill (Sandra Bullock). Namun sebuah kejadian membuat Scarlet malah ingin menghancurkan para Minions.

Review:

sdadadadas

Paska diperkenalkan pertama kali lewat film Despicable Me di tahun 2010, sekelompok ras mahluk kecil berwarna kuning bernama Minions sudah berhasil menaruh rasa cinta di hati para penikmat film. Karakter yang tadinya ditampilkan untuk mengisi komedi slapstick pada film tersebut malah bisa mengalahkan popularitas Gru dan ketiga anak yatim piatu yang menggemaskan. Tak pelak di jilid kedua Despicable Me, karakter Minions memiliki screen time dan porsi lebih besar. Nah puncaknya memang adalah pada moment perilisan Despicable Me 2 yang rilis 2 tahun lalu. Indonesia juga sempat terkena demam Minions dengan hadirnya action figure dari salah satu restorang siap saji, yang penjualannya malah mengalahkan penjualan action figure Despicable Me 2. Selain itu banyaknya jumlah pengguna android dan apple yang men-donwoload game Minion Rush juga menjadi pertanda efek demam Minions tersebut. Belum lagi dengan meningkatnya popularitas lagu Happy yang dinyanyikan oleh Pharrell Williams.

maxresdefault

Karakter Minions sendiri diciptakan oleh sang sutradara, Pierre Coffin. Memiliki karakteristik lovable yang bertentangan dengan misi hidupnya yaitu melayani penjahat paling kejam sedunia. Universe Minions juga dilengkapi dengan bahasa Minions yang merupakan rip-off sana sini dari berbagai macam bahasa. Namun kejeniusan Coffin membuat penonton mengerti apa yang diucapkan para Minions meskipun terdengar hanya seperti gumaman atau ocehan tidak jelas. Dan kalimat “banana” atau “papoy” juga sudah akrab di telinga para penonton. Sebenarnya karakter Minions adalah salah satu sumbangsih seorang Indonesia kepada dunia. Pasalnya Pierre Coffin memiliki darah Indonesia yang didapat dari ibunya, yang juga seorang penulis novel kenamaan, N.H. Dini. Dan dengan menunjukkan rasa nasionalismenya, Coffin memasukkan satu kata dalam bahasa Indonesia di akhir film yang benar- benar bikin syok satu bioskop.

635582512797270332-SCARLETT

Naskah yang ditulis oleh Brian Lynch sebenarnya tidak terlalu fresh. Bisa dikatakan konsepnya pun seperti mengulang film- film Despicable Me sebelumnya. Hanya saja caranya memasukkan unsur- unsur komedi memang tepat sasaran. Menyaksikan joke- joke dari Minions sama halnya dengan membuka lembar demi lembar majalah Mad. Unsur slapstick yang dibalut dengan keimutan mereka masih menjadi nilai jualnya. Karakter- karakter penjahat dalam film Minions masih sama halnya dengan film- film sebelumnya. Terbagi menjadi 2, yaitu penjahat yang memang benar- benar jahat dan penjahat yang masih lovable dan mengundang simpati. Dan untuk tipe kedua melalui film ini diperkenalkan karakter keluarga Nelsons.

Minions-Official-Trailer-2-5

Memasukkan beberapa karakter sejarah baik fiksi maupun non fiksi sebagai “tuan” para Minions merupakan salah satu ide yang menarik. Film ini juga dengan halus menggambarkan bagaimana pertemuan para Minions dengan Gru, bagaimana mereka cinta dengan “banana”, dan asal- usul pakaian jins denim yang menjadi ciri khasnya. Pemilihan nuansa retro dan negara Inggris sangatlah tepat mengingat film ini ber-setting di tahun 1968. Referensi- referensi pop culture lewat film seri dan gaya berpakaian mengingatkan kita dengan film- film spy masa itu, seperti The Saint ataupun The Avengers. Pierre Coffin terlihat masih paham dengan apa yang diinginkan para penonton terhadap para Minions. Dan dengan memusatkan cerita hanya kepada 3 karakter Minions, membuat ceritanya lebih padat. Dan jika dalam film- film terdahulu tidak nampak sifat menonjol dari setiap Minions, di sini setidaknya ketiga karakter tersebut mendapatkan sifat yang cukup jelas. Kevin sebagai leader, Stuart sebagai joker, dan Bob sebagai heart dari kelompok mereka.

minions-movie-gallery-1

Melihat hasil akhir film yang masih cukup menjanjikan, tidak dapat dipungkiri bahwa ke depannya setidaknya 3-4 film Minions/ Despicable Me masih tetap dinantikan para penonton. Belum lagi jika ditambah dengan penjualan merchandise yang bisa dikatakan cukup tinggi, meskipun belum mampu mengungguli Cars dan Frozen. Sebagai catatan Despicable Me 3 sudah masuk daftar film yang akan tayang di tahun 2017. Stinger yang hadir di tengah credit scene patut dinantikan. Meskipun malangnya, ketika saya menyaksikan film ini di salah satu bioskop ibu kota, baru saja after credit scene mulai, layar sudah dimatikan.😦 (dnf)

Rating:

7.5/10

2 thoughts on “Minions (2015)

  1. Bos Daneff, dari segi “fun”, mending Jurassic World atau Minions?
    Mau ngajak temen2 nobar, tp bingung pilih mana. Klo pribadi sih mo nonton dua-duanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s