Terminator Genisys (2015)

T-800: I’ll be back!

Terminator-Genisys-poster-final

Directed By: Alan Taylor

Cast: Arnold Schwarzenegger, Jai Courtney, Emilia Clarke, Jason Clarke, J.K. Simmons, Byung- Hun Lee, Seth Meriwether

Synopsis:

Perlawanan umat manusia yang dipimpin oleh John Connor (Jason Clarke) telah berhasil membuahkan kemenangan. Namun di tengah kemenangan itu John menemukan fakta bahwa Skynet (Seth Meriwether) mengirim sebuah cyborg T-800 (Arnold Schwarzenegger) ke tahun 1984 untuk membunuh ibunya, Sarah Connor (Emilia Clarke) sehingga John tidak pernah lahir ke bumi. Untuk itu ditugaskanlah seorang tentaranya, Kyle Reese (Jai Courtney) ke tahun 1984 untuk menyelamatkan Sarah.

Namun sebuah twist saat proses pengiriman Kyle mengakibatkan garis waktu menjadi berubah. Tahun 1984 yang dikunjungi Kyle tidak sama dengan apa yang diceritakan oleh John selama ini. Sarah menjadi wanita tangguh, tidak ada kejadian Judgment Day di tahun 1997 melainkan sebuah peluncuran produk Genisys di tahun 2017, kunjungan cyborg T-1000 (Byung- Hun Lee) di tahun tersebut untuk membunuh Kyle, serta sebuah T-800 yang diutus melindungi Sarah sejak kecil.

Review:

url

Sepertinya Hollywood sedang kerajingan memperbarui franchise- franchise lama yang selama ini hanya tersimpan di gudang. Biasanya langkah termudah adalah dengan me-reboot-nya. Reboot menjadi pilihan favorit para produser karena bisa memasukkan unsur fresh yang lebih disukai penonton jaman sekarang. Seperti halnya Star Trek yang memiliki unsur lebih fun ketimbang seri lamanya yang lebih serius, atau Teenage Mutant Ninja Turtles yang lebih dark ketimbang seri lamanya yang terlalu ceria dan kekanak- kanakan. Namun tantangan terberat sebenarnya ada jika franchise lama tersebut diberikan sebuah sekuel yang jaraknya terpaut sangat jauh. Seperti 2 sekuel film lama yang bisa dikatakan cukup sukses di tahun 2015, Mad Max: Fury Road dan Jurassic World. Bagaimana memberikan kontinuitas cerita dengan feel yang tetap sama namun masih bisa diterima oleh penonton masa kini. That the real challenge is.

Emilia-Clarke-Terminator-Genisys-1-600x373

Khusus bagi film Terminator Genisys, ini merupakan sebuah contoh yang cukup unik. Setelah spekulasi para fans dan moviegoer yang menduga apakah ini reboot atau sekuel, pihak produser malah menawarkan sebuah ide fresh dengan menjadikan sebuah sekuel yang merupakan juga sebuah reboot. Hal ini memang mudah dicapai mengingat tema time travel tidak bisa dipisahkan dari franchise ini. Dengan menggunakan teori relativitas yang sempat dipopulerkan oleh Albert Einstein yang sudah kerap kali dipakai dalam film sejenis. Di mana apabila kita merubah satu kejadian di masa lalu, maka akan mempengaruhi kejadian yang ada pada masa sekarang.

Jai Courtney plays Kyle Reese in Terminator Genisys from Paramount Pictures and Skydance Productions.

Dengan premis seperti ini sebenarnya secara di atas kertas hasil tulisan Laeta Kalogridis dan Patrick Lussier ini sudah cukup menjanjikan. Apalagi mengingat banyaknya tribute yang pastinya bisa berperan sebagai fans service. Baik itu dari quote legendaris maupun reka ulang adegan- adegan di The Terminator dengan menggunakan muka- muka baru. Sebenarnya tribute semacam ini sudah wajib hukumnya bagi film- film sekuel ataupun reboot semacam ini. Di lain hal Terminator Genisys juga memberikan penjelasan ilmiah atas perubahan usia T-800 dalam masing- masing seri yang seiring dengan bertambahnya usia Arnold Schwarzenegger.

atsgqjxuwmi6h25tm9rj

Kerja keras kedua penulis juga memungkinkan penonton- penonton baru untuk mudah mengikuti film ini, yang rencananya akan dijadikan sebuah trilogi dengan interval perilisan 2 tahun, tanpa harus menonton seri- seri lamanya. Dan dengan menggunakan twist dari seorang karakter inti layaknya yang dilakukan oleh Tom Cruise lewat Mission: Impossible, sebenarnya merupakan sebuah langkah berani untuk lebih mengukuhkan franchise ini untuk tidak terikat dengan seri lamanya. Hanya saja Alan Taylor selaku sutradara kurang bisa menjalankan tugasnya dengan cukup baik. Cukup berhasil dalam beberapa seri Game of Thrones dan Thor: The Dark World, namun sayangnya lewat film ini Taylor terlalu banyak menghadirkan adegan- adegan yang cukup dragging. Dialog- dialog yang membosankan dan chemistry yang melempem. Chemistry antara Sarah dan Pops, yang bisa menjadi salah satu kekuatan cerita malah kurang bisa menarik simpati penonton seperti layaknya John dan T-800 di film kedua.

maxresdefault

Dari segi aksi laga sudah cukup baik dan seru, meskipun level ketegangannya masih belum mampu menyaingi Judgment Day. Hanya saja, saya pribadi masih kurang sreg dengan CGI yang digunakan. Tidak seperti saat pertama kali menyaksikan Judgment Day di bioskop yang mampu membuat mulut ternganga dengan tampilan efek T-1000 yang begitu menakjubkan pada masa itu. Satu- satunya CGI yang bikin saya puas adalah bagaimana menampilkan Arnold Schwarzenegger dalam usia 38 tahun. Tapi sebenarnya tidak adil rasanya jika membandingkan Genisys dengan Judgment Day, karena memang baikan langit dan bumi.

terminator_genisys_t_1000

Jajaran cast dari keseluruhan saga The Terminator memang cukup unik. Pasalnya 2 karakter utama dalam film ini memiliki trivia yang bertolak belakang. Jika John Connor selalu diperankan oleh aktor berbeda dalam tiap serinya, T-800 selalu diperankan oleh aktor yang sama, Arnold Scwarzenegger. In fact, meskipun dia absen dalam Terminator Salvation karena karir politiknya, efek CGI berhasil mereka wajahnya sehingga bisa tampil sebagai T-800 di film tersebut. Jai Courtney, Emilia Clarke, Byung- Hun Lee, dan Jason Clarke yang ditugasi untuk menggantikan pemeran- pemeran lama dalam memerankan karakter- karakter sentral di film ini sebenarnya secara fisik sudah cocok dengan perannya masing- masing. Hanya saja belum mampu menghadirkan kualitas akting selayaknya yang biasanya mereka lakukan di film- film lainnya. Terlebih lagi Emilia Clarke, yang meskipun secara sekilas mirip dengan Linda Hamilton, namun kurang mampu menampilkan sisi female heroine layaknya pemeran Saran Connor pertama itu. Oke, banyak yang membela karena ini adalah Sarah di tahun 1984 di mana di film pertamanya memang belum jago berantem. Namun jika sudah menyaksikan film ini, terlihat jelas bahwa Sarah di tahun 1984 sudah memiliki skill survival dari Pops.

TG

Menurut pendapat saya pribadi, secara keseluruhan Terminator Genisys sebenarnya menawarkan sebuah twist franchise baru yang diharapkan dapat memberikan nuansa fresh dari seri Terminator. Dan sudah cukup memenuhi syarat pula dengan menghadirkan trivia sebagai fans service. Hanya saja kurangnya kemampuan story-telling sang sutradara membuat film ini menjadi agak melempem. Film ini mengacuhkan kehadiran seri ketiga dan keempat, yang bisa kita lihat dari perbedaan cara bertemu John dan Kyle pertama kali. Namun meskipun begitu, saya pribadi lebih enjoy menonton Terminator Salvation ketimbang Terminator Genisys. Hal ini makin membuat saya menyayangkan keputusan James Cameron dulu jual putus franchise ini ke produser Gale Anne Hurd demi memiliki kesempatan menyutradari film The Terminator. Mungkin apabila hal itu tidak pernah terjadi, sutradara yang 2 kali telah menyumbangkan film dengan pendapatan terbesar itu akan memiliki andil lebih besar di Rise of The Machines, Salvation, dan Genisys. Dan akan membuat ketiga sekuel tersebut menjadi lebih baik. Ya mudah- mudahan para produser berfikir untuk menggaet Cameron di dua sekuel Genisys berikutnya. At least sebagai supervisor. (dnf)

Rating:

6.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s