Yakuza Apocalypse: The Great War of The Underworld/ Gokudou Daisensou (2015)

yakuza-apocalypse-the-great-war-of-the-underworld-2015-poster

Directed By: Takashi Miike

Cast: Hayato Ichihara, Yayan Ruhian, Mio Yuki, Riri Furanki, Riko Narumi, Reiko Takashima, Yuki Sakurai, Denden, Kiyohiko Shibukawa, Sho Aoyagi

Synopsis:

Sejak kecil Akira Kageyama (Hayato Ichihara) sangat mendambakan menjadi seorang Yakuza. Terlebih dirinya sangat mengagumi sosok Genyo Kamiura (Riri Furanki) yang biasa dipanggil The Boss. Selain kharismatik dan baik terhadap penduduk kota yang berada dalam perlindungannya, The Boss juga selalu selamat dalam berbagai usaha pembunuhan. Kageyama-pun akhirnya bergabung dengan organisasi The Boss.

Hingga suatu saat The Boss diserang oleh sepasang pembunuh bayaran hingga nyawanya dihabisi oleh Kyoken/ Mad Dog (Yayan Ruhian). Dalam keadaan sekarat, The Boss membocorkan rahasianya kepada Kageyama bahwa dia adalah seorang vampire dan meneruskan “kekuatannya” tersebut kepada Kageyama.

Kageyama-pun menggunakan kekuatan barunya tersebut untuk membalaskan dendam kepada pihak- pihak yang menyebabkan kematian The Boss.

Review:

url

Di ranah industri perfilman Negara Matahari Terbit, nama Takashi Miike merupakan nama yang patut diperhitungkan. Karya- karyanya kerap menimbulkan kontroversi. Miike senang sekali memasukkan unsur- unsur yang membuat pusing badan sensor, seperti tingkat kekerasan yang sangat tinggi serta adegan seks atau nude yang sudah menjadi ciri khas film- filmnya. Meskipun begitu, Miike dikenal memiliki pendekatan yang agak “nyeleneh”. Seperti menampilkan adegan kekerasan yang agak- agak comical. Mungkin jika ingin dibandingkan dengan industri Hollywood, gaya film- filmnya memiliki kesamaan dengan sutradra Robert Rodriguez dan Quentin Tarantino di karya- karya awal mereka.

yayan-ruhiyan11

Dikarenakan memiliki ciri- ciri tersebut, maka karya- karya Miike bisa dikategorikan sebagai film cult. Tapi bagi penonton Indonesia, tidak peduli siapa sutradaranya, in fact, nama tersebut kurang begitu dikenal di telinga penonton awam. Yang diperdulikan adalah penampilan perdana salah satu aktor jebolan The Raid dalam perfilman internasional, Yayan Ruhian. Miike tampak sangat mengagumi film kebanggan Indonesia tersebut. Tampak dari nama karakter yang diperankan Yayan Ruhian adalah Kyoken, atau dalam peredaran internasional disebut Mad Dog. Dan memang melalui film ini, Kang Yayan diuji kapabilitasnya dalam berperan di perfilman luar negeri. Dan penampilannya dalam film ini bisa saya katakan menjadi salah satu karakter yang berhasil mencuri perhatian. Sadis, tough, dan memiliki dark humor tersendiri. Di samping itu terlihat Kang Yayan mulai belajar dan bisa mengucapkan dialog dalam bahasa Inggris, maupun bahasa Jepang.

rsfsdfdssff

Tidak sedikit penonton awam yang membeli tiket ini karena mengharapkan aksi martial arts ala The Raid. Yang memang dari trailer juga sudah menjanjikan kadar aksi yang lumayan seru. Namun seperti saya bahas di awal, jika anda tidak akrab dengan karya- karya Miike, maka ada kemungkinan anda akan kecewa. Dan mungkin bagi penonton pria bisa dipuaskan sedikit dengan dark comedy dan violence-nya, yang sayangnya ada beberapa adegan yang dipotong oleh LSF. Tapi bagi penonton wanita, bisa menjadi sulit untuk menikmati film- film semacam ini. Namun film ini bisa dikatakan merupakan salah satu karya “nyeleneh” terbaik Miike. Kemampuannya dalam meramu ide- ide out of the box yang cukup weird malah menjadikan film ini semakin fun. Tidak sedikit adegan- adegan dalam film ini mengambil unsur manga. Miike juga melakukan penetrasi “nyeleneh”nya dengan pelan- pelan. Adegan- adegan awal memang lebih pop corn. Namun semakin melajunya durasi, Miike semakin menunjukkan trademark-nya. Setting di kota fiksi juga sangat baik. Miike dengan sangat piawai membangun setting sebuah district fiksi di sekitaran Tokyo dengan apik. Sinematografi juga menjadi salah satu unsur penting dalam film ini.

Screen-Shot-2015-02-09-at-11.21.13-AM-620x400

Jika berbicara masalah karakterisasi dalam film ini, Miike sengaja menampilkan ke-absurd-an karakter. Seperti minimnya penjelasan mengenai latar belakang karakter. Dan yang paling absurd adalah penampilan karakter Kaeru- Kun yang dianggap sebagai teroris paling berbahaya di dunia. You know what, saya berani jamin anda akan melongo melihat penampilan sosok tersebut. Dan selepas ada melongo akan terbagi menjadi dua kubu. Kubu yang semakin tidak betah untuk keluar bioskop, dan kubu yang semakin memuja kejeniusan Miike. Selain Kang Yayan, beberapa aktor Jepang juga berhasil memerankan karakternya dengan baik. Hayato Ichihara terlihat cukup cool sebagai seorang Yakuza. Gesture tubuhnya pun cukup meyakinkan. Riri Furanki juga sangat baik memerankan karakter bos Yakuza baik hati. Yang cukup menggelikan adalah penampilan aktris watak, Yuki Sakurai sebagai kapten Yakuza yang berkelamin pria. Namun kurangnya make-up penonton tidak tahu jika sebenarnya secara naskah dia seorang pria. Penonton hanya mengira dia adalah seorang wanita tomboi. Absudr kan?

dasdadeqrrqwe

Pada akhirnya Yakuza Apocalypse menjadi sebuah sajian cult bin absurd yang cukup menghibur. Kombinasi antara fantasi yang nyeleneh, aksi brutal, serta karakter- karakter aneh menjadikan film ini cukup bisa dijadikan alternatif hiburan. Apalagi bagi mereka yang menggemari genre dari film semacam Machete. Jika ingin dibandingkan dengan perfilman lokal, karya anak bangsa yang cukup absurd adalah Comic 8 yang tahun ini akan muncul sekuelnya. Namun dalam film ini terlihat Miike mencoba untuk tidak memunculkan adegan- adegan seks serta nudity yang biasanya harus muncul di filmnya. Eh bentar bentar deh… Emang kagak ada atau kena potong LSF ya? (dnf)

Rating:

8/10

One thought on “Yakuza Apocalypse: The Great War of The Underworld/ Gokudou Daisensou (2015)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s