Ant- Man (2015)

Scott Lang: My days of breaking into places and stealing shit are over! What do you need me to do?

Hank Pym: I want you to break into a place and steal some shit.

Scott Lang: Make sense

batman-robin-foursquare

Directed By: Peyton Reed

Cast: Paul Rudd, Michael Douglas, Evangeline Lilly, Corey Stoll, Bobby Cannavale, Michael Pena, Judy Greer, T.I. Harris, David Dastmalchian, Abby Ryder Fortson, Hayley Atwell, Martin Donovan, John Slattery, Anthony Mackie

Synopsis:

Pada tahun 1989, seorang taipan Hank Pym (Michael Douglas), yang tergabung dalam organisasi S.H.I.E.L.D menyatakan keluar dan mengasingkan diri. Pasalnya, dirinya berselisih paham dengan Howard Stark (John Slattery) yang ingin mereplikasi Pym Particle, teknologi ciptaannya, yang dianggapnya memiliki potensi bahaya yang cukup tinggi. Korporasinyapun dititipkan oleh anak didiknya, Darren Cross (Corey Stoll).

26 tahun kemudian, Pym keluar dari persembunyiannya, dikarenakan mendengar kabar bahwa Cross sudah berhasil mereplikasi Pym particle di dalam armor suit yang diberinya nama Yellow Jacket. Pym dan putrinya, Hope Van Dyne (Evangeline Lilly) kemudian bertemu dengan seorang maling yang hendak merampok isi brankas Pym, Scott Lang (Paul Rudd). Melihat potensi dalam diri Lang, Pym meminta bantuan dirinya untuk menjadi Ant- Man dan menghancurkan Yellow Jacket dan hasil penelitian Cross.

Review:

maxresdefault

Oke, Marvel sudah bisa berbangga hati. Pasalnya, meskipun dulunya sempat menjual- jual franchise superhero- nya ke berbagai studio untuk difilmkan, dan kemudian menggunakan berbagai macam cara untuk membeli kembali hak film tersebut, dalam urusan industri hiburan film, perusahaan komik yang berbasis di New York ini sudah mampu berlari di depan saingannya, DC Comics, yang baru saja menciptakan Cinematic Universe-nya. Kepedean Marvel terlihat dari beraninya memfilmkan karakter- karakter yang kurang familiar di telinga masyarakat awam, seperti Guardians of The Galaxy, Ant- Man, dan yang akan datang, Black Panther dan Doctor Strange. Bahkan saya berani jamin, seandainya Howard The Duck difilmkan sekalipun, tetap akan meraih box office dan mendapatkan tempat prestige sebagai salah satu film musim panas. Selain itu, pada saat DC sudah memproklamirkan dirinya untuk tidak akan menyentuh genre komedi dan lebih ke arah film- film serius, Marvel sudah berani bermain di multi-genre di setiap filmnya. Dari sci-fi, action, thriller, political thriller, sampai comedy.

screen-shot-2015-04-13-at-4-41-52-pm-131243

Kesuksesan MCU dalam melahirkan 2 film The Avengers sebagai masing- masing muara tiap fasenya, ditambah beberapa serial yang cukup terbilang sukses, sendiri sudah membuktikan bahwa kehadiran MCU menjadi salah satu fenomena bagi perfilman masa kini. Dan bisa dikatakan pendobrak pakem perfilman superhero ke depannya. Di mana metode meleburkan beberapa franchise superhero menjadi satu diikuti oleh studio- studio lainnya. Setelah DCCU, rencananya Fox juga akan menggabungkan Fantastic Four dengan franchise X-Men. Membicarakan The Avengers tidak luput dari peran serta Hank Pym, atau alter ego dari Ant- Man serta partner-nya, The Wasp. Pasalnya 2 karakter pahlawan ini memiliki predikat sebagai salah satu pendiri afiliasi liga pahlawan super milik Marvel tersebut. Dan memang, setidaknya dalam pemikiran saya, dalam memfilmkan kisah pahlawan super yang bisa menciut dan membesar ini haruslah memilliki kisah yang menarik. Karena sebenarnya ability tersebut tidak terlihat cool secara visual, jika dibandingkan dengan ability- ability rekan- rekan The Avengers lainnya. Dan memilih pendekatan komedi sudah merupakan keputusan yang tepat, demi menambah unsur fun.

ant-man-image-evangline-michael-paul-rudd

Bagi penggemar komik, pasti sudah tahu bahwa karakter Ant- Man adalah salah satu karakter komik yang memiliki alter ego lebih dari satu orang. Di antara 4 karakter yang pernah memakai kostum Ant- Man, terdapat 2 karakter yang dianggap paling populer. Yaitu Ant- Man original, Hank Pym dan Ant- Man kedua, Scott Lang. Marvel cukup cerdik dalam memilih untuk menggunakan 2 karakter tersebut dalam versi filmnya. Meskipun Lang akan menjadi Ant- Man dalam keseluruhan franchise, namun Pym tidak dilupakan begitu saja sebagai otak di balik kemampuan super yang dimiliki Ant- Man. Dan sekedar informasi, Hank Pym adalah satu dari 4 karakter yang dianggap memiliki otak paling cerdas di universe Marvel Comics di samping Reed Richards (Mr. Fantastic), Bruce Banner (The Hulk), dan Tony Stark (Iron Man). Untuk karakter villain sendiri, Marvel lebih memilih menggabungkan 2 karakter yang sudah ada menjadi satu karakter baru. Yaitu karakter villain Darren Cross dan anti-hero, Yellow Jacket. Bukan tidak mungkin paska film ini orang akan lebih mengenal Yellow Jacket sebagai karakter penjahat ketimbang anti-hero. Menciptakan karakter baru untuk dari 2 karakter yang sudah ada sempat dilakukan oleh MCU lewat karakter Whiplash dengan karakter Crimson Dynamo dalam Iron Man 2, atau menjadikan karakter baik, Aldrich Killain sebagai karakter jahat dengan memasukan unsur Mandarin di Iron Man 3. Dan berbicara mengenai penggabungan 2 karakter, dalam film inipun karakter Hope Van Dyne adalah penggabungan antara karakter Janet Van Dyne dan Hope Pym

Ant-Man 2015 6_zpsosowvhr3

Marvel juga masih menaruh trademark family movie- nya dengan menyisipkan unsur father-to-daughter relationship yang cenderung memberikan kehangatan tersendiri. Hubungan melankolis antara Hank- Hope dan Scott- Cassie (Abby Ryder Fortson) berhasil memasukan unsur drama tanpa harus menjadikan plot cerita nge-drag membosankan. Beda dengan film Age of Ultron, yang bagi saya justru agak membosankan dalam unsur dramanya. Hubungan kedua pasang ayah- anak tersebut juga memiliki keunikan tersendiri. Jika Hank berjuang untuk mendapatkan kepercayaan Hope dan memperbaiki hubungannya dengan sang anak paska meninggalnya sang ibu secara misterius, Scott justru harus membuktikan kepada mantan istrinya, Maggie (Judy Greer) dan tunangannya, Paxton (Bobby Cannavale) bahwa dirinya dapat menjadi panutan dan ayah yang bertanggung jawab terhadap anaknya, Cassie. Dan justru unsur drama ini yang membuat film ini semakin hangat di tengah nuansa komedi serta heroisme yang diusung oleh filmnya.

Screen-shot-2015-01-08-at-11.33.57

Dari jajaran pemain, sudah bisa dikatakan keseluruh pemain berhasil memerankan karakternya secara efektif. Michael Douglas bisa berperan sebagai seorang mentor yang masuk dalam tahapan redemption. Paul Rudd mampu menghadirkan humor jenius ala film- film Judd Apatow. Evangeline Lilly, yang entah kenapa di film ini wajahnya nampak lebih tua, mampu memerankan karakter femme fatale dengan apik. Corey Stoll juga bisa memberikan aura kesadisan komikal tersendiri yang sangat efektif dalam menghidupkan karakter villain Yellow Jacket. Dan di antara keseluruhan jajaran pemain, saya paling suka dengan ketiga maling yang bertindak sebagai scene stealer yang diperankan oleh Michael Pena, David Dastmalchian, dan rapper T.I. Harris. Bisa dikatakan humor- humor yang disajikan lewat ketiga karakter ini, khususnya Michael Pena, memang menjadi kekuatan tersendiri untuk menyumbankan kelucuan dalam film ini. Khususnya dalam adegan lypsinc story-telling yang bagi saya pribadi, sangat cerdas dan menghibur.

ant-man-suit.png

Meskipun bukanlah yang terbaik dan yang paling memorable, Ant- Man cukup bisa memberikan sumbangsih tersendiri bagi perkembangan cerita MCU. Setidaknya untuk mengembalikan tema warna- warni MCU setelah beberapa bulan sebelumnya disuramkan oleh nuansa dark lewat Age of Ultron. Tidak salah Kevin Feige menjadikan film ini sebagai penutup fase kedua dan bukannya bagian fase ketiga, meskipun sebenarnya sudah bermuara di AOU. So, dengan kata lain, bagi saya pribadi, yang sedari awal sangat sangat menyangsikan kerennya superhero yang bisa menciut dan membesar dalam layar kaca, sudah bisa cukup terpuaskan. Terlebih dengan mid credit scene dan after credit scene yang, seperti biasa, sedikit banyak menjelaskan kelanjutan dari MCU ini. (dnf)

Rating:

7.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s