Mission: Impossible- Rogue Nation (2015)

Ethan Hunt: The Syndicate is real. A rogue nation, trained to do what we do.

Benji Dunn: An anti- IMF

10865871_612372792222920_6931055041149370545_o

Directed By: Christopher McQuarrie

Cast: Tom Cruise, Jeremy Renner, Ving Rhames, Simon Pegg, Rebecca Ferguson, Sean Harris, Alec Baldwin

Synopsis:

Setelah berhasil menyelamatkan sebuah kargo berbahaya, Ethan Hunt (Tom Cruise) dijebak dan ditangkap oleh Solomon Lane (Sean Harris), pimpinan sebuah organisasi teroris bernama The Syndicate. Namun ketika Hunt diselamatkan oleh seorang wanita misterius bernama Ilsa Faust (Rebecca Ferguson). Hunt pun berniat untuk memberitakan tentang adanya organisasi The Syndicate ini. Namun pimpinan IMF, William Brandt (Jeremy Renner), yang juga merupakan teman Hunt, menyatakan bahwa IMF sudah dibekukan, sementara aset- asetnya semua di bawah penguasaan CIA.

Selama 6 bulan, Hunt seorang diri mencoba menyibak misteri The Syndicate tersebut sambil mengindari kejaran CIA di bawah pimpinan Director Alan Hunley (Alec Baldwin). Kini hanya dengan bermodalkan bantuan dari segelintir teman- temannya yang masih tetap setia, Benju Dunn (Simon Pegg), Luther Stickell (Ving Rhames), dan William Brandt, Hunt harus berusaha menggulingkan organisasi jahat tersebut. Sementara Faust, sebagai salah seorang anggota organisasi yang ikut membantu Hunt, masih harus dipertanyakan berdiri di pihak yang mana,

Review:

mission-impossible-rogue-nation-final-trailer-1107129-TwoByOne

Generasi baru era milenium mungkin akan mengenal franchise Mission: Impossible sebagai film spionase ala James Bond yang full action. Tapi bagi penonton setia akan tetap menjadikan TV series-nya menjadi salah satu legasi yang penting bagi industri perfilman dunia. Yang menjadikan franchise TV yang diprakarsai oleh Bruce Geller tersebut adalah team work yang baik atas kumpulan agen- agen dengan keahlian masing- masing yang sepanjang film menampilkan usaha untuk mempersiapkan eksekusi yang akan dilakukan di akhir episode. Dan penonton pun akan tetap mengernyitkan dahi sampai semua puzzle persiapan misi disatukan di akhir kisah. Dan berbeda dengan film James Bond, dalam franchise Mission: Impossible, tidak ada satupun agen serba bisa dengan kualitas superhuman. Masing- masing memiliki ability dan kemampuan sendiri- sendiri. Ada seorang pemimpin, ahli perlengkapan, ahli teknologi, ahli menyamar (kalo gak salah gimmick topeng karet dalam menyamar pertama kali nge-trend lewat film ini), dan lain sebagainya.

dsada

Adalah seorang Tom Cruise yang berhasil mengantongi izin untuk mengangkat film ini ke layar lebar. Dan seperti diketahui semua orang, Cruise adalah seorang aktor superstar yang memiliki ego sangat besar. Ini bisa terlihat dari poster film yang memasang besar- besar mukanya, dan terlebih lagi, menyajikan twist tentang pribadi seorang Jim Phelps sebenarnya. Yang akhirnya berujung kepada pemindahan tongkat estafet bintang utama yang dipegang oleh Jim Phelps lebih dari 30 tahun ke tangan Ethan Hunt. Perlakuan yang diberikan oleh Cruise terhadap karakter Jim Phelps bisa jadi disukai para penggemar twist dan penonton awam atau penonton muda. Namun bagi fans setianya, apa yang disajikan berujung kepada sumpah serapah mati- matian dan mengutuk Tom Cruise. Bahkan kabarnya almarhum Peter Graves melakukan walk out di tengah- tengah screening dan mengutuk Tom Cruise habis- habisan. Namun box office berkata lain. Star factor Tom Cruise membuat mayoritas penonton tidak pusing- pusing memperdulikan kekurangajaran mantan Nicole Kidman tersebut. Terbukti dengan berkembangnya film ini menjadi 5 seri dengan sutradara dan gaya yang berbeda- beda. Namun kesemua filmnya tetap menyajikan Tom Cruise sebagai James Bond, dan bukanlah sebagai agen IMF, di mana bisa digambarkan semua keahlian dimiliki oleh dirinya, seakan- akan peran agen IMF lainnya hanyalah tempelan belaka.

RogueNation4

Setelah menampilkan Mission: Impossible dengan nilai thriller spionase perang dingin yang kental lewat Brian De Palma dalam jilid pertama, lalu dilanjutkan oleh John Woo dengan gaya Hong Kong lebay-nya yang menjadikan seri terburuk menurut saya pribadi, lalu diteruskan oleh JJ Abrams dengan gaya spionase modern ala- alam Alias, dan kemudian ditangani oleh Brad Bird yang memberikan sentuhan komedi dalam jilid keempat, kini Cruise mengajak sutradara yang sempat menanganinya dalam film Jack Reacher, Christopher McQuarrie. McQuarrie lebih dikenal sebagai seorang penulis naskah ketimbang sutradara. Karya penyutradaraannya, termasuk Rogue Nation, baru berjumlah 3 film. McQuarrie berhasil memberikan sentuhan thriller cerdas yang mirip- mirip dengan gaya penyutradaraannya dalam film Jack Reacher. Dan menurut saya pribadi, pemilihan McQuarrie merupakan sebuah keputusan yang tepat. Pasalnya McQuarrie bisa memberikan sentuhan spionase berbeda. Naskah yang ditulis oleh McQuarrie dan Drew Pearce memang memiliki kekuatan tersendiri. Sequence- sequence-nya memang lebih mengarah kepada film James Bond ketimbang film Mission: Impossible. Hal ini sebenarnya bisa dimaklumi, mengingat dalam salah satu wawancara, McQuarrie menjelaskan visinya untuk menjadikan film ini tetap setia terhadap genre thriller lawas.

mission-impossible-rogue-nation-jeremy-renner-ving-rhames-review

Cruise memilih untuk menampilkan The Syndicate dalam film ini. Bagi penonton setia serinya, sudah pasti tau bahwa The Syndicate adalah salah satu organisasi yang menjadi lawan IMF dalam season kelima. Namun The Syndicate dalam Rogue Nation, tidak semengerikan dalam film serinya, meskipun ide dalam menggabungkan mantan agen- agen rahasia dari berbagai negara cukup cool bagi saya. Untungnya McQuarrie masih mampu menyajikan ketegangan yang diselipkan dalam cerita. Termasuk adegan- adegan aksi yang sangat padat dan seru. Memang bisa dikatakan setiap proyek Mission: Impossible menjadi ajang penyaluran hobi Tom Cruise yang terkenal sebagai seorang adrenaline junkie. Di mana dalam setiap filmnya pasti menyisakan satu adegan berbahaya yang menjadi ciri khas masing- masing filmnya. Jika dalam film pertama ada adegan ikonik yang membuat Cruise menggantung hanya 3 inci dari lantai, di film kedua Cruise melakukan aksi panjat tebing tanpa alat pengaman, di film ketiga Cruise melakukan ayunan dari satu gedung ke gedung lain, lalu di film keempat Cruise melakukan stunt berbahaya di Burj Khalifa. Dalam materi promo film kelima ini sudah digembar- gemborkan, salah satu (iya salah satu) adegan menegangkan yang ada di film ini adalah di mana Cruise bergelantungan di dinding luar pesawat terbang yang lepas landas tanpa menggunakan alat bantu apapun. Dan terlepas dari adegan ikonik tersebut, McQuarrie dan Cruise masih menyajikan adegan- adegan menegangkan lainnya yang tidak kalah seru.

url

Karakter- karakter pendamping lainnya benar- benar seperti tempelan belaka. Khususnya Luther Stickell (Ving Rhames) yang benar- benar “yang penting muncul”. Bahkan perannya sama sekali tidak penting dan bisa dihapus dari naskah. Kali ini Cruise memberikan porsi yang cukup penting dan besar bagi Simon Pegg. Dan yang sangat disayangkan adalah karakter Brandt. Seperti kita ketahui, Brandt adalah salah satu karakter yang cukup mencuri perhatian di seri keempatnya. Bahkan banyak yang berspekulasi bahwa Brandt disiapkan untuk sebuah film spin- off. Tapi layaknya seorang Hawkeye, sepertinya Hollywood belum mau memberikan porsi utama bagi Renner untuk sebuah franchise besar. Sean Harris yang berperan sebagai villain utama juga agak- agak menggelikan. Oke, memang Harris memiliki raut muka penjahat. Bisa dilihat di penampilan- penampilannya di film- film lain. Namun dalam film Rogue Nation ini malah cenderung lebih seperti karakter villain di film- film komedi. Apalagi dengan suaranya yang benar- benar konyol dan jauh dari kesan mengerikan. Mungkin satu- satunya karakter yang mencuri perhatian adalah Ilsa Faust, yang dibawakan oleh Rebecca Ferguson. Layaknya Charlize Theron sebagai Furiosa, Rebecca Ferguson, mampu tampil sebagai scene stealer dengan penampilannya sebagai femme fatale. Aktingnya pun cukup meyakinkan dalam membuat penonont bimbang atas karakter Ilsa. Ke depannya, saya sangat berharap karakter Ilsa akan muncul lagi di film berikutnya.

dsadaaa

Jika kita ingin berkaca pada kesetiaan terhadap franchise aslinya, sudah jelas Mission: Impossible- nya Tom Cruise akan sangat jauh berbeda. Namun jika kita ingin berfikir layaknya penonton muda yang awam, film Rogue Nation akan sangat menghibur. Terus terang, saya pribadi paska shock di film pertamanya, sudah mencoba untuk berfikir lebih terbuka. Tidak lagi mengharapkan untuk menyaksikan sebuah film teamwork, melainkan one man show ala Tom Cruise. Setidaknya dengan begitu saya masih dapat menikmati dengan penuh ketegangan atas adegan- adegan seru yang disajikan oleh Cruise. (dnf)

Rating:

8.5/10

2 thoughts on “Mission: Impossible- Rogue Nation (2015)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s