Fantastic Four (2015)

Sue Storm: You can’t change the past, but you can change the future.

fan4-2

Directed By: Josh Trank

Cast: Miles Teller, Michael B. Jordan, Kate Mara, Jamie Bell, Toby Kebbell, Reg E. Cathey, Tim Blake Nelson

Synopsis:

Reed Richards (Miles Teller) adalah seorang siswa jenius, yang bersama dengan sahabat kecilnya, Ben Grimm (Jamie Bell) mengembangkan teknologi teleportasi antardimensi. Merasa tertarik dengan percobaannya, Reed ditarik oleh Dr. Franklin Storm (Reg E. Cathey) yang juga tengah mengembangkan percobaan perjalanan antar dimensi juga. Bersama dengan anak- anak Storm, Susan Storm (Kate Mara), Johnny Storm (Michael B. Jordan), dan seorang jenius Victor Von Doom (Toby Kebbell), Reed ikut memimpin di dalam tim percobaan ilmiah tersebut. Namun ketika berhasil, seorang aparat pemerintah, Dr. Allen (Tim Blake Nelson) malah menginginkan alat tersebut untuk digunakan oleh NASA.

Di dalam kekecewaan mereka, Reed, Victor, dan Johnny memutuskan untuk mencoba melakukan perjalanan antar dimensi tersebut. Reed mengajak Ben untuk ikut serta. Namun ternyata sebuah kecelakaan di dimensi asing tersebut membuat Reed, Johnny, Ben, dan Susan, yang mencoba menolong mereka, mengalami perubahan fisik. Victor tidak berhasil selamat dan terjebak di dimensi tersebut. Kemampuan super mereka akhirnya digunakan oleh pemerintah untuk menjadi senjata rahasia militer. Namun tanpa mereka sadari, sebuah kekuatan mengerikan telah menunggu mereka di dimensi, yang kemudian disebut Planet Zero tersebut, untuk datang ke bumi dan menghancurkannya.

Review:

Fantastic-Four-20151

Dulu, sebelum adanya Marvel Pictures seperti sekarang ini, yang sukses dengan MCU-nya, Marvel Comics sibuk dengan menjual hak adaptasi filmnya ke berbagai macam studio. Fox berhasil mendapatkan Fantastic Four, X-Men, Daredevil, Deadpool, Electra, dan The Punisher. New Line Cinema dengan Blade. Dan bos- bos Sony cukup puas dengan meraup keuntungan lewat Spider- Man. Kini setelah mereka besar dan sukses dengan MCU- nya, Marvel Pictures hendak merebut kembali hak adaptasi tersebut yang sudah kadung dijual. Mereka berhasil menarik kembali hak adaptasi Daredevil, Electra, Blade, dan The Punisher. Dan berhasil melakukan kerjasama dengan Sony untuk me-reboot Spider- Man. Namun masih tetap belum berhasil menarik kembali X-Men dan Fantastic Four. Cara baik- baik sudah gagal, Marvel mencoba cara yang lebih “kasar” dengan mematikan popularitas Fantastic Four dan karakter Wolverine, sebagai karakter yang paling menjual di dalam franchise X-Men. Kelima karakter tersebut sengaja dimatikan popularitasnya di dalam komiknya dengan harapan dapat menjegal penjualan filmnya dan membuat studio- studio tersebut rugi dan mengembalikan hak ciptanya. Padahal menurut saya pribadi, hal ini tidak berimbas banyak. Karena mayoritas penonton tidak paham dunia komik. Jangankan tahu kalau Fantastic Four dan Wolverine mati di komiknya, beberapa di antaranya juga saya yakin masih menganggap Superman adalah anggota The Avengers atau masih bingung Green Lantern itu produk Marvel apa DC.

FF.sue_.storm_

Fantastic Four merupakan komik terbitan Marvel yang dirilis pertama kali tahun 1961. Seiring dengan perkembangan jaman, Fantastic Four telah menjadi trendsetter tersendiri dalam hal membuat tim superhero yang para anggotanya merupakan sebuah keluarga. Contoh yang paling populer adalah The Incredibles, yang terang- terangan mengikuti format Fantastic Four dari berbagai macam segi. Meskipun memiliki hubungan keluarga, namun tim superhero ini digambarkan sebagai sebuah dysfunctional family, yang dalam arti kata sering terjadi perbedaan pendapat dan cekcok satu sama lainnya. Tim ini pula yang pertama kali terbuka akan jati dirinya sebagai superhero, sementara pada masa rilisnya, superhero masih menggunakan pakem Secret Identity- nya. Kini Fox mencoba untuk me-reboot kembali film Fantastic Four, dan berangan- angan ke depannya dapat latah mengikuti Disney- Marvel dan Warner- DC untuk membuat sebuah cinematic universe tersendiri dengan menggabungkan franchise ini dengan X-Men.

ff-trailer-025-119753-119798

Dari tahap perancaan awal sudah, jujur, film ini sudah banyak mengundang hujatan dari berbagai pihak. Salah satunya mengenai perubahan ras warna kulit salah satu karakter penting, yaitu Johnny Storm/ Human Torch, yang nampak seperti efek gosong karena terbakar. Apalagi mengingat aktris yang terpilih untuk memerankan kakaknya, Susan Storm, tetap memiliki ras caucasian. Hal ini sebenarnya merupakan wujud idealisme Trank dalam menggambarkan bentuk keluarga seperti layaknya keluarganya di dalam dunia nyata yang memiliki saudara- saudara angkat berbeda warna kulit. Oke, sebenarnya itu wajar. Namun apabila hal ini diaplikasikan ke dalam sebuah franchise yang memiliki fanbase cukup tinggi, maka hal tersebut sulit untuk diterima. Tapi kalau misalnya Trank membuat film dengan ide original yang menggambarkan sebuah keluarga berbeda ras, mungkin masih bisa diterima. Sebenarnya konsep ini juga bukanlah kali pertama. Perubahan ras sempat dilakukan pula oleh Michael Clarke Duncan yang memerankan karakter Kingpin dalam Daredevil, atau yang akan tayang tahun depan, Will Smith sebagai Deadshot dalam Suicide Squad. 

maxresdefault

Selain faktor Michael B. Jordan, yang benar- benar tidak pas memerankan Human Torch, film ini memang sangat gagal dalam segi casting. Oke, memang dari segi cerita, pendekatan yang digunakan adalah versi seri komik The Ultimate, di mana Fantastic Four masih remaja. Tapi coba lihat, tidak ada satupun cast yang cocok memerankan karakternya masing- masing. Oke, saya setuju, Miles Teller dan Jamie Bell aktingnya di sini cukup baik. Saya setuju. Tapi ketika berubah wujud menjadi seorang superhero, akting kedua aktor tersebut tetap saja kurang meyakinkan. Terlebih lagi faktor Kate Mara, yang terlalu tuir untuk jadi istri Miles Teller. Iya lho, dalam versi komiknya Mister Fantastic kewong sama Invisible Woman. Dan yang terlebih parah adalah pemilihan Toby Kebbell sebagai Victor Von Doom. Kagak ada cocok- cocoknya sama sekali. Apalagi ketika berubah jadi Doctor Doom, Ya Allah, saya sampai geleng- geleng kepala. Wujudnya jauh dari kata menyeramkan. Malah ada yang mengatakan seperti Crash Test Dummies.

gfhgj

Dari segi cerita film ini sungguh- sungguh melempem. Dengan menggunakan gaya Nolan-esque, atau bergaya- gaya ala film- film Christopher Nolan, khususnya Interstellar, naskah yang dikembangkan oleh sang sutradara dengan duet Jeremy Slater dan Simon Kinberg ini tidak memiliki feel sebuah film Fantastic Four. Aura franchise yang sebenarnya lebih pas digambarkan dengan fun dan hangat ini, malah ikut- ikutan trend yang mengedepankan tone dark dan penggalian karakter terlalu dalam. Bahkan saking terlalu dalamnya sampai gelap dan gak keliatan. Durasi film yang 100 menit diisi lebih dari setengahnya untuk mengembangkan karakter dan universe-nya. Hanya saja tidak didukung dengan dialog cerdas, adega’n menarik, dan chemistry antar Fantastic Four yang memuaskan. Ditambah lagi ketika mereka sudah menjadi “Fantastic” malah tidak ada satupun adegan yang memamerkan kekuatan super mereka yang benar- benar memuaskan dahaga penggemar aksi laga. Cenderung melempem banget menurut saya. Ditambah adegan klimaks yang bisa bikin kita mengucapkan “udah….??? gitu aja…???”

screen-shot-2015-04-13-at-4-41-52-pm-131243

Selain kurang bagusnya chemistry antar karakter, film ini juga kurang menunjukkan karakter masing- masing karakter. (Aduh ngomong apa sih gue?) Ya artinya ciri khas masing- masing karakternya. Ben Grimm kurang digambarkan sebagai seseorang yang temperamen namun menjadi penghangat tim. Dan terlebih lagi Human Torch kurang digambarkan sebagai seseorang yang sangat kekanak- kanakan dan memiliki karakter sanguin sejati. Belum lama ini, sang sineas telah menyebarkan berita bahwa hasil akhir filmnya jauh dari apa yang direncanakannya. Absennya beberapa adegan aksi dan ending filmm yang (katanya) disyuting ulang tanpa dirinya. Seperti membuat sineas yang cukup sukses lewat Chronicle tersebut tidak ingin disalahkan fans. Namun sebagai seorang reviewer yang baik dan berbudi pekerti luhur, sayapun harus mencoba untuk menceritakan hal baik dari film ini. Setelah berfikir keras, bangun malam untuk berdoa minta petunjuk, bersedekah untuk dibukakan petunjuk, akhirnya saya menemukan satu keunggulan film ini. Special Effect. YEEEESSSS…!!! Akhirnya nemu juga…

url

Oke, jadi Fantastic Four versi baru ini benar- benar sangatlah gagal. Jika dilihat dari berbagai macam segi film ini sangat- sangatlah tidak bagus (jika tidak ingin dikatakan “buruk”). Tidak heran, kemudian ada petisi yang menginginkan Fox untuk memulangkan franchise ini ke Marvel, untuk akhirnya nanti disatukan dengan saga MCU. Tapi sepertinya hal tersebut masih agak sulit, mengingat Fox masih berencana membuatkan sekuelnya dan rencana untuk membuat team- up dengan karakter- karakter dari film X-Men. Kalau saya pikir- pikir sepertinya Marvel tidak perlu repot- repot menghentikan kelanjutan seri komik Fantastic Four. Karena melihat hasil akhirnya pun tanpa upaya tricky tersebut, sudah pasti akan flop dan dihujat massa. Because this is not Fantastic Four, this is FANTASTIC FAIL…!!!! (dnf)

PS: Saya pernah coba iseng- iseng buat fancast Fantastic Four, kayanya pilihan saya lebih cocok dibanding pemeran reboot ini ya… (narsis)

FAncast

Matthew Goode (Reed Richards/ Mr. Fantastic)

Alice Eve (Susan Storm/ Invisible Woman)

Garrett Hedlund (Johnny Storm/ Human Torch)

Jared Padalecki (Ben Grimm/ The Thing)

Luke Evans (Victor Von Doom/ Dr. Doom)

 

 

Rating:

9/10

Hahahaha…… becanda deh….

Rating:

3/10

One thought on “Fantastic Four (2015)

  1. setuju banget sama cast pilihannya, apalagi buat dokter doomnya, kayaknya bakal pas banget kalo yang meranin luke evans
    gak habis pikir sama pemilihan human torch yang sekarang, apalagi dulunya sekeren dan seasik chrish evans

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s