Inside Out (2015)

Bing Bong: Take her to the moon for me, Joy!

Poster

Directed By: Pete Docter, Ronnie Del Carmen

Cast: Amy Poehler, Phyllis Smith, Bill Hader, Lewis Black, Mindy Kaling, Kaitlyn Dias, Richard Kind, Diane Lane, Kyle McLachlan

Synopsis:

Seorang anak perempuan bernama Riley (Kaitlyn Dias) memiliki 5 perasaan yang masing- masing diatur oleh Joy (Amy Poehler) untuk rasa senang, Sadness (Phyllis Smith) untuk rasa sedih, Anger (Lewis Black) untuk rasa marah, Fear (Bill Hader) untuk rasa takut, dan Disgust (Mindy Kaling) untuk rasa jijik. Masing- masing perasaan tersebut bertugas untuk menyelaraskan kepribadian Riley dan membuat perasaannya seimbang. Hanya saja, Joy, memiliki peran yang dominan, karena tugasnya lah yang membuat Riley tetap merasa bahagia. Kelimanya tinggal di sebuah tempat di otak Riley yang disebut dengan nama Headquarters. Setiap memory yang dihasilkan oleh suatu pengalaman Riley akan disimpan di dalam sebuah bola dengan warna tergantung dari perasaan yang mendominasi kenangan tersebut. Beberapa bola akan disimpan di 5 buah pulau yang merupakan manifestasi hal- hal yang penting yang membuat hidup Riley berarti; Goofball Island, Friendship Island, Family Island, Hockey Island, dan Honesty Island.

Suatu hari, Riley harus pindah dari Minnesota ke San Fransisco, karena pekerjaan sang ayah. Ini berarti Riley harus meninggalkan semua yang disayanginya dan mencoba untuk beradaptasi dengan hal baru. Namun, sebuah kejadian membuat Joy dan Sadness keluar dari Headquarters. Ini berarti perasaan Riley hanya dikendalikan oleh Anger, Fear, dan Disgust. Tanpa kehadiran Joy, satu per satu pulau tersebut menjadi hancur, sebagai perwujudan tidak berartinya hal penting tersebut. Sebelum kelimanya hancur, Joy mau tidak mau harus bekerjasama dengan Sadness untuk kembali ke Headquarters.

Review:

1

Sudah bukan rahasia lagi, Pixar bisa dikatakan studio terdepan dalam urusan animasi hingga saat ini. Saingan terberatnya mungkin ada di Dreamworks Animation dan Blue Sky Studios. Yang menjadikan Pixar tetap eksis dan karya- karyanya kerap dinantikan adalah kehangatan cerita dan nilai moral yang selalu diselipkan di setiap filmnya, tanpa melupakan sisi fun. Maka itu orang tua merasa lebih aman jika anaknya menyaksikan film- film Pixar. Berbeda dengan pesaing- pesaingnya, yang mungkin memiliki nuansa komedi dan komikal yang lebih kental, namun minim dengan pesan- pesan moral. Ya meskipun tidak semua, seperti film How To Train Your Dragon, masih terasa kental pesan moralnya. Kali ini Pixar mencoba lagi untuk membuat sajian hiburan yang memiliki pesan moral yang tinggi lewat film terbarunya ini yang berjudul Inside Out (bukan “keluar di dalam”- red).

2

Inside Out bisa dibilang sebagai film yang sangat mewakili Pixar. Seperti kita ketahui, telah lebih dari 2 dekade, Pixar mampu memainkan perasaan penonton. Di satu sisi, Pixar mampu membuat kita tertawa terbahak- bahak atau excitement dengan petualangan yang di layar. Namun di sisi lain, Pixar mampu membuat hati kita mendayu- dayu dan merasa empati atas hal yang dialami karakter, yang mungkin baru kita kenal hanya beberapa menit saja. Nah, film Inside Out ini adalah film yang menceritakan tentang “perasaan”. Terutama rasa senang dan rasa sedih. Sama seperti yang Pixar hadirkan selama ini di hati penikmatnya.

3

Bisa dikatakan film ini merupakan penggambaran yang jujur atas perasaan manusia. Khususnya masa- masa pra pubertas, di mana seorang manusia akan mengalami pergolakan batin dan perubahan perilaku yang kemudian nantinya akan membentuk kepribadiannya hingga dewasa. Penggambaran cara pandang seorang anak kecil yang melihat sebuah kejadian hanya dari satu sisi, dan bedanya dengan orang dewasa yang bisa melihat segala sesuatu dari berbagai sisi diwujudkan dengan penggambaran warna bola- bola memory Riley. Yang lebih menarik lagi, cara Pete Docter dan Del Carmen menggambarkan bagaimana bentuk seluk beluk pikiran dan perasaan manusia, disajikan dengan cara yang unik, menarik, dan masuk akal. Tidak heran kerena memang tim produksi berdiskusi dengan pakar psikologi untuk menggambarkan kepribadian manusia, terlebih untuk anak perempuan usia 11 tahun. Universe yang ditampilkan dalam Inside Out cukup unik. Gambaran mengenai bagaimana sebuah kenangan dilupakan, bagaimana sebuah mimpi tercipta, atau bagaimana proses cara berfikir manusia mampu diterjemahkan ke dalam layar dengan apik.

4

Secara plot, Inside Out, memiliki berbagai macam elemen yang sudah sering disajikan di film- film Pixar lainnya. Pasangan yang aneh, tim pendukung, dan perjalanan untuk mencari sesuatu. Namun Pete Docter  dan Del Carmen mampu meraciknya dengan sangat menarik. Meskipun karakter- karakternya bisa dibilang absurd, namun film ini memiliki nilai manusiawi yang cukup tinggi. Diwakili dengan 5 perasaan dasar manusia (pada awalnya akan ada 27 perasaan yang ditampilkan, namun akhirnya dikurangi menjadi 5) dengan sifat, penggambaran, serta warna yang bisa mendukung perasaan tersebut. Terlebih lagi pemilihan voice talent untuk kelima perasaan tersebut sudah sangat pas. Khusunya untuk Amy Poehler dan Phyllis Smith yang benar- benar patut diacungi jempol dalam menghidupkan perannya masing- masing. Namun jika ditelaah lagi, sebenarnya Inside Out, lebih tepat jika dikategorikan sebagai sebuah animasi untuk remaja ketimbang animasi untuk anak- anak. Karena apa yang dialami Riley di film ini bisa benar- benar mewakili perasaan remaja seusianya. Dengan perasaan tidak tentu, yang kalau bahasa gaulya “galau”.

5

Teknik animasi yang ditampilkan juga cukup baik, rapi, dan memiliki ciri khas Pixar. Bagaimana Docter  dan Del Carmen menggambarkan masing- masing karakteristik perasaan dan Headquarters di tiap- tiap manusi (dan hewan) juga cukup menarik. Negeri “pikiran” Riley juga ditampilkan dengan memiliki pewarnaan yang sesuai. Pemilihan tone juga cukup menarik, baik untuk dunia realita maupun dunia di pikiran Riley. Tone gelap dipilih untuk menggambarkan San Fransisco, sementara untuk Minnesota, dipilihlah tone yang lebih colourful untuk mewakili perasaan Riley. Dan sama halnya dengan film- film Pixar lainnya, film ini juga dibuka dengan short movie Lava (sleng dari “Lover”) yang begitu indah dan mampu membuat hati kita tersentuh. Dan bagi anda pecinta Pixar, sudah pasti anda akan sibuk mencari trivia ke film- film Pixar lainnya (saya pribadi menemukan Good Dinosaur, Up, Finding Nemo, dan Ratatouile). Dan bagi anda pecinta Disney, anda juga akan dibuat sibuk mencari trivia Hidden Mickey yang menjadi ciri khas studio ini selama puluhan tahun.

6

Tanpa disadari manusia bahwa perasaan sedih, atau air mata, adalah sebuah karunia dari Tuhan. Manusia banyak menghindari hal tersebut di dunia nyata, namun tetap mengantri tiket untuk menyaksikan Titanic atau membaca buku karya Nicholas Sparks. Rasa sedih yang dihasilkan oleh karya- karya tersebut berubah menjadi perasaan puas dan senang. Itulah pesan yang coba diselipkan oleh Pixar lewat Inside Out. Bahwasannya semua perasaan itu adalah anugerah dari Tuhan, dan hanya merasakan senang, tanpa merasa sedih, tidak menjadikan kita menjadi seorang manusia yang lebih baik. Terkadang kita memerlukan rasa sedih juga. Bahkan sebuah kenangan indah bisa menjadi sebuah memoy yang menyedihkan, tanpa menjadikan kita sebagai seorang pemurung. Seorang anak yang sudah ditinggal oleh orangtuanya akan merasa sedih ketika mengingat dirinya saat kecil bermain dengan orangtuanya. Dan itu bukanlah hal negatif. Justru sebaliknya, itu adalah hal positif. Karena dengan seperti itu, meskipun sudah tidak bisa bertemu, namun bonding antara dirinya dan orangtuanya yang sudah tiada akan lebih kuat. (dnf)

Rating:

8/10

One thought on “Inside Out (2015)

  1. Pixar is back! It’s definetely the best from Pixar….em…4 taun – 5 taun ke belakang.

    Kayaknya udahlah front-runner menang Oscar Animated Feature taun depan ni.

    *Btw, lam kenal gan.
    Boleh tuker link?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s