Badoet (2015)

Kayla: Emangnya di sekitar sini ada badut ya?

Poster

Directed By: Awi Suryadi

Cast: Daniel Topan, Ronny P. Tjandra, Ratu Felisha, Christoffer Nelwan, Aurelie Moremans, Tiara Westlake, Marcel Chandrawinata

Synopsis:

Di sebuah kawasan rumah susun terjadi peristiwa misterius di mana 3 anak kecil ditemukan meninggal bunuh diri. Donal (Daniel Topan), salah seorang penghuni mencoba menyelidiki kasus tersebut dibantu dengan sepupunya, Farel (Christoffer Nelwan), teman kuliahnya, Kayla (Aurelie Moremans), dan seorang indigo yang menjadi musuhnya di twitter, Nikki (Tiara Westlake). Merekapun mengetahui ketiga kasus bunuh diri tersebut berkaitan dengan kemunculan sosok hantu badut (Ronny P. Tjandra) dan kotak musik yang dimiliki oleh anak pengelola rumah susun, Raisa (Ratu Felisha).

Review:

1

Coulrophobia adalah sebutan bagi orang- orang yang memiliki ketakutan akan sosok badut. Sama seperti fobia- fobia lainnya, Coulrophobia juga merupakan salah satu penyakit kejiwaan, di mana seseorang takut akan sesuatu yang mungkin dianggap sepele bagi orang kebanyakan. Namun tidak tertutup hanya orang yang mengidap coulrophobia saja yang takut akan badut, banyak juga orang- orang biasa yang menganggap badut- badut tertentu memiliki sosok yang cukup mengerikan. Dengan make- up tebal, dandanan aneh, serta tingkah laku ackward, banyak yang mendeskripsikan karakter yang sebenarnya bertujuan untuk menghibur ini disebut menyeramkan. Badut memang sudah lama. Tercatat sudah dari abad pertengahan, seorang badut melakukan aksi- aksi hiburan untuk mengundang tawa. Namun dikarenakan memang tidak sedikit orang yang menganggapnya cukup seram, banyak praktisi- praktisi hiburan yang mengangkat karakter ini sebagai sosok villain. Dari dunia film tentu saja yang paling terkenal adalah Pennywise dari film IT yang dulu diperankan oleh Tim Curry dan akan di remake dengan menggamit aktor muda Will Poulter sebagai sang badut. Dan tentu saja salah satu karakter villain komik terfavorit, The Joker, juga merupakan seorang badut. Namun bukan berarti karakter badut menyeramkan hanya ada di dalam imajinasi saja. Tercatat di negara Amerika Serikat, sempat ada seorang serial killer bernama John Wayne Gacy, yang dijuluki Pogo The Clown, karena profesinya.

2

Sebenarnya Pe Er Awi Suryadi dalam menahkodai film yang diangkat dari ketakutan Daniel Topan terhadap sosok badut ini cukup berat. Pasalnya, berbeda dengan Kuntilanak, Pocong, atau Sundel Bolong, karakter setan badut bukanlah karakter populer di Indonesia. Mungkin di negara Paman Sam sana, karakter setan badut sudah lazim. Namun justru itulah kekurangan sekaligus kelebihan yang dimiliki Awi. Dengan minimnya karakter setan badut di negara kita, maka dia lebih bebas berekspolrasi dalam menciptakan sosok menyeramkan dari seorang badut. Dan bisa dikatakan penggambaran karakter setan badut di sini cukup menyeramkan. Awi tidak perlu repot- repot menampilkan muka seram. Hanya dengan sosok badut yang berdiri di kejauhan dengan membawa balon sebenarnya sudah sangat efektif. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana Awi tidak terburu- buru dalam mengumbar keseraman. Awi cukup leluasa memberikan ruang untuk pembangunan karakter. Aura- aura misterius justru dibangun dengan step- step yang cukup akurat. Seperti menggambarkan suaana mencekam dari sudut- sudut komplek rumah susun, yang ditampilkan apa adanya dan justru memberikan scary atmophere yang cukup efektif. Dan seperti disinggung di atas tadi, Awi tidak boros dalam menampilkan karakter badut. Justru dengan minimnya kemunculan, bisa memberikan nuansa misterius yang mungkin saja sengaja dipersiapkan untuk sekuel. Namun bukan berarti film ini tidak memiliki jumpscare. Awi masih menyelipkan adegan- adegan mengejutkan yang bisa membuat penonton menahan nafas.

3

Jika ingin disinggung mengenai kekurangan- kekurangan bisa disebutkan lewat pengembangan karakter. Awi sebenarnya memberikan porsi yang cukup banyak untuk pengembangan karakter. Hanya saja karakterisasinya terasa hambar. Sebagai contoh, lewat film ini nampak ingin menonjolkan karakter Donal (ya gapapalah… kan dia produsernya). Tapi karakter tersebut menjadi kurang terolah dengan baik. Sebenarnya karakter tersebut masih memungkinkan untuk ditampilkan sebagai comedy relief. Dengan postur tubuh yang tambun sebenarnya bisa menjadi penyegar di tengah kengerian dan ketakutan yang dihadirkan. Origins sang setan badut juga masih terlalu hollywood, terlihat dari gambaran penyiksaan yang dialaminya. Sebenarnya jika ingin menciptakan karakter yang lebih Indonesia, gambaran adegan tersebut bisa lebih dipribumikan. Misal dihakimi massa, seperti yang kerap terjadi di Indonesia. Namun background sang villain cukup terbantu dengan penampilan yang luar biasa dari Ronny P. Tjandra. Karakter- karakter yang ditampilkan juga cukup membumi. Hanya saja, kehadiran Marcel Chandrawinata nampak seperti pemanis dan tempelan belaka.

4

Art director memang memberikan sumbangsih yang cukup signifikan dalam film ini. Selain itu sinematografi yang dihadirkan juga cukup apik dengan pengambilan gambar yang sangat sangat bagus. Di samping itu yang tidak bisa dipungkiri adalah kualitas musik yang cukup menambah suasana mencekam. Namun secara keseluruhan, Badoet mampu memberikan sebuah sajian horor yang berbeda dari horor kebanyakan. Di mana permainan cahaya dan suara kerap mendominasi, namun kurang efektif memberikan kengerian yang tepat sasaran. Terlebih lagi, jika dibandingkan dengan horor yang hanya menjual kemolekan tubuh dan guyonan- guyonan mesum, yang membuat film Indonesia sedikit terdiskriminasi oleh mayoritas penonton. Setidaknya dengan adanya Badoet, variasi warna horor Indonesia lebih beragam. Dan dengan ending yang masih membuka kemungkinan adanya sekuel yang bisa memberikan harapan terhadap kemajuan genre horor Indonesia. (dnf)

Rating:

7.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s