Point Break (2015)

Bodhi: The only law that matters is gravity

Poster

Directed By: Ericson Core

Cast: Edgar Ramirez, Luke Bracey, Teresa Palmer, Delroy Lindo, Ray Winstone, Clemens Schick, Matias Varela, Tobias Santelmann, Nikolai Kinski

Synopsis:

Johnny Utah (Luke Bracey) adalah seorang mantan atlit x-treme sport yang memutuskan untuk menjadi seorang agen FBI paska kematian temannya. Bersamaan dengan hari pertama dirinya bergabung, terdapat 3 kasus perampokan yang dilakukan dengan aksi berbahaya, yang disinyalir dilakukan oleh praktisi- praktisi x-treme sport. Dirasa memiliki background yang cukup, Utah diutus untuk masuk ke dalam komunitas X-treme sport dan bertemu dengan segerombolan praktisi yang dipimpin oleh Bodhi (Edgar Ramirez).

Lambat laun, Utah semakin merasa dekat dengan Bohdi, dan loyalitasnya semakin dipertanyakan. Apakah dia tetap menjadi seorang agen FBI yang baik, atau apakah dia lebih memihak kepada “keluarga” barunya tersebut.

Review:

1

Bagi pecinta film yang berusia di atas 30 tahun siapa sih yang tidak mengenal film Point Break? Film yang pada masa itu laris manis di pasaran karena memasang 2 bintang yang sedang naik daun. Patrick Swayze baru saja melejit paska menjadi hantu yang mencintai Demi Moore dalam Ghost. Dan Keanu Reeves sedang menjadi idaman gadis- gadis kawula muda, selain juga sedang populer paska memerankan Ted dalam serial Bill & Ted. Film ini disebut- sebut sebagai salah satu film yang berpengaruh dalam dunia sport movie. Salah satu sumbangsih yang cukup kuat dari film ini adalah ketika kisahnya diadaptasi secara bebas dengan mengganti dunia surfing menjadi dunia street racing berjudul The Fast and The Furious yang belakangan menjadi salah satu franchise terpopuler.

2

Sebelum akhirnya di remake, film ini sempat dijadwalkan untuk mempunyai sebuah sekuel. Dan mungkin tidak banyak yang tau sekuel yang direncanakan tersebut memiliki setting kisah di Indonesia. Remake film ini memilih untuk mengganti dan meluaskan cakupan olahraga yang dimuat, dari sekedar surfing menjadi x-treme sport. Ini berarti selain hanya berselancar di tengah ombak, adegan- adegan aksi lainnya akan mencakup  olahraga- olahraga pemicu adrenalin lainnya, meskipun tetap memasang surfing sebagai olahraga yang memiliki porsi lebih penting dalam film ini. Selain sebagai tribute juga dikarenakan Point Break sendiri merupakan istilah dalam dunia surfing, untuk menggambarkan pecahan ombak ketika terbentur dengan daratan yang menonjol ke laut.

3

Salah satu yang menjadi kekuatan dalam versi original- nya adalah chemistry yang cukup kuat antara Keanu Reeves dan Patrick Swayze. Dan jika ingin dibandingkan, sama kuatnya dengan Paul Walker dan Vin Diesel. Namun hal tersebut tidak nampak dalam versi terbarunya ini. Edgar Ramirez memang sudah tidak usah diragukan lagi kualitas aktingnya. Dirinya pun sangat pas untuk memerankan Bohdi, yang seorang praktisi x-treme sport. Lain halnya dengan Luke Bracey. Di samping wajahnya yang tampan, kemampuan aktingnya sebenarnya masih perlu diasah lebih dalam lagi sebelum mendapatkan peran utama seperti ini. Padahal ketika bermain menjadi rival Pierce Brosnan di November Man, Bracey masih saya nilai cukup baik. Nah, dengan adanya jomplangan kemampuan akting seperti ini, menjadikan chemistry di antara keduanya tidak terjalin dengan baik. Sehingga penontonpun tidak dapat merasakan feel bromance yang seharusnya cukup kuat terasa dalam film ini. Namun aktor- aktor yang memerankan anggota geng Bohdi lainnya bermain cukup baik. Namun tidak dengan Teresa Palmer, yang bermain sangat buruk dan seperti sekedar menghapal dialog saja.

4

Namun jika berbicara masalah adegan aksi, film ini jelas menyuguhkan adegan- adegan menegangkan yang cukup memuaskan. Dan bisa dikatakan fokus cerita film ini lebih ke arah aksi laga ketimbang chemistry yang saya sebutkan tadi. Selain itu dengan meluasnya cakupan cabang olahraga yang ditampilkan, menjadikan adegannya cukup bervariasi. Hanya saja cara menyajikan plot cerita kurang cukup baik, sehingga melihat film ini bagaikan melihat channel ESPN saja. Pemanjaan visual bukan hanya dari adegan aksi belaka, pemilihan setting, sinematografi, serta pemilihan lokasi syuting juga menjadi salah satu faktor yang memperindah film ini.

5

Secara keseluruhan sebenarnya Point Break merupakan sebuah sajian pemacu adrenalin yang menghibur. Hanya saja, dikarenakan ini merupakan sebuah remake dari film yang berpengaruh di era 90-an, tidak heran jika akhirnya rating film menjadi menurun, karena sudah pasti akan dibanding- bandingkan dengan versi aslinya. Apalagi film The Fast and The Furious juga dianggap sebagai adaptasi Point Break yang cukup baik dan juga selain mempengaruhi film balapan, juga memberikan efek bagi pop culture, dengan memopulerkan modifikasi mobil. Bagi yang ingin menyaksikan film ini, jangan berharap terlalu jauh akan kualitas cerita dan chemistry. Silahkan berharap untuk menyaksikan aksi- aksi berbahaya dan pemandangan- pemandangan yang indah sepanjang film. (dnf)

Rating:

7/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s