The Peanuts Movie (2015)

Linus: Charlie Brown, you’re the only person I know who can turn a book report into a lifelong commitment

Poster

Directed By: Steve Martino

Cast: Bill Melendez, Noah Schnapp

Synopsis:

Charlie Brown (Noah Schnapp) adalah seorang anak SD yang memiliki seekor anjing bernama Snoopy (Bill Melendez). Adapun dirinya yang sembrono dan selalu bernasib sial, selalu dijadikan bulan- bulanan oleh teman- temannya. Suatu hari, sebuah keluarga baru pindah ke seberang rumahnya. Keluarga tersebut memiliki seorang putri seumuran Charlie Brown yang sangat cantik. Charlie Brown pun berusaha dengan segala macam upaya untuk dapat berteman dengannya.

Review:

1

Peanuts adalah seri komik strip yang dibuat oleh Charles M. Schultz dari tanggal 2 Oktober 1950 hingga sehari setelah kematiannya, 13 Februari 2000. Jika menyebut nama Peanuts, mayoritas orang Indonesia pasti akan asing mendengarnya, terutama anak- anak. Namun jika menyebutkan Snoopy, sudah pasti akan familiar. Peanuts sendiri menceritakan tentang kehidupan Charlie Brown dan anjing Snoopy-nya. Tidak ada arti ataupun makna dari penggunaan kata Peanuts itu sendiri. Judul tersebut digunakan oleh United Feature Syndicate ketika memilih karya Schultz sebelumnya, Lil’ Folks untuk diterbitkan. Dan penggunaan kata Peanuts sendiri dilempar secara spontan untuk membedakan seri tersebut dengan Lil’ Folks yang merupakan cikal bakal komik Peanuts.

2

Rasanya sudah lama tidak ada film animasi yang benar- benar “aman” bagi anak- anak. Dalam artian “aman” adalah ceritanya mudah dipahami, animasinya cerah, serta joke- joke-nya jauh dari kata kasar dan sadis. Jangan menyebutkan judul- judul seperti Ice Age dan Despicable Me yang bagi saya masih ada unsur- unsur violence-nya. Atau film- film rilisan Pixar, yang meskipun sangat hangat ditonton sekeluarga, namun bagi saya pribadi, kebanyakan ceritanya masih cukup berat untuk dicerna oleh anak- anak. Untunglah akhirnya ada The Peanuts Movie yang memang sangat friendly untuk dijadikan tontonan anak- anak. Kisah yang dialami memang tidak jauh dari kehidupan anak- anak. Yaitu first love. For the record, semakin hari memang secara nyata sudah semakin cepatnya perasaan ketertarikan dengan lawan jenis dialami oleh anak- anak. Bahkan sebelum usia akhil balik-nya.

3

Hal yang patut diperhatikan dari film The Peanuts Movie ini adalah langkah yang diambil dalam me-kini-kan komik strip yang digubah oleh Schultz ke masa sekarang, tanpa perlu meninggalkan trademark yang sudah kadung dibawakan selama puluhan tahun. Seperti tetap menggunakan telepon kabel (meski sekarang jamannya pake whatsapp), lalu Snoopy masih menggunakan mesin ketik sebagai salah satu khayalannya menjadi seorang novelis (meski sekarang udah pada pake laptop). Begitupun dengan karakteristik- karakteristik asli dari para karakter yang hinggap di benak para pecinta komiknya. Schroeder dengan pianonya, orang- orang dewasa yang tidak tampak di layar dan berbicara dengan dialog yang tidak jelas, lalu Lucy yang membuka praktek konsultasi jiwa dengan bayarannya hanya 1 nickel, Snoopy dengan fantasinya sebagai pilot di Perang Dunia I melawan musuh bebuyutannya, Red Baron. Hal- hal ini seakan memang untuk memperkenalkan The Peanuts kepada generasi baru, dengan tidak melupakan cinta dari fans lamanya.

rs_1024x588-151105121156-1024-peanuts-movie-2

Kualitas animasinya jelas sangat jempolan. Dengan didominasi warna- warna cerah sudah bisa memanjakan mata penonton. Cara mereka untuk men 3D kan karakternya juga sangat baik dengan masih memberikan ciri khas komik stripnya. Meski begitu, adanya sentuhan animasi manual yang dikerjakan tangan membuat feel komik stripnya masih terasa. Seperti huruf “Z” yang keluar di balon dialog saat Woodstock sedang tidur. Pilihan musik pengiring juga sangat baik, menambah feel hangat filmnya itu sendiri. Kehangatan dan cara sang sutradara untuk lebih membumikan film ini adalah dengan menggunakan anak- anak sebagai voice cast. Bukan dengan menggunakan aktor remaja terkenal untuk memerankan karakter yang masih duduk di bangku SD, seperti yang sering dilakukan film- film Hollywood lainnya.

5

The Peanuts Movie, yang untuk di Indonesia memillih judul Snoopy and Charlie Brown: The Peanuts Movie untuk lebih menekankan ini filmnya Snoopy, menjadi sebuah sajian anak- anak yang selain menghibur juga memberikan sesuatu. Dalam arti kata, anak- anak diajarkan untuk tampil apa adanya dan tidak mudah menyerah. Seperti halnya Charlie Brown yang mencoba untuk menjadi orang lain, namun malah gagal. Dan usaha Charlie Brown untuk menarik hati sang primadona, jelas menjadi nasihat bagi si kecil untuk tidak mudah menyerah. Mungkin bagi penonton dewasa, film ini akan sangat membosankan. But, trust me, bagi anak- anak, film ini sangat- sangat begitu indah. (dnf)

Rating:

8/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s