Deadpool (2016)

Colossus: I’m gonna take you to the Professor

Deadpool: Stewart or McAvoy?

Poster

Directed By: Tim Miller

Cast: Ryan Reynolds, Morena Baccarin, Ed Skrein, T.J. Miller, Gina Carano, Brianna Hildebrand, Stefan Kapicic, Greg Lasalle, Stan Lee

Synopsis:

Wade Wilson (Ryan Reynolds) adalah mantan pasukan khusus yang mempergunakan keahliannya sebagai tukang pukul. Hidupnya terasa sempurna dengan hadirnya Vanessa Carlysle (Morena Baccarin), seorang PSK yang menjadi kekasihnya. Namun setelah dirinya divonis mengindap kanker ganas, kehidupan Wade terasa berubah 180 derajat. Ancaman kematian bisa datang kapan saja. Namun sebuah harapan mulai hadir setelah Wade ditawari sebuah program ilegal yang mampu menyembuhkan penyakitnya.

Ternyata program, yang dipimpin oleh Ajax (Ed Skrein) tersebut ditujukan untuk menciptakan mutant baru untuk dijual ke penawar tertinggi. Memang, penyakit Wade sembuh, dan Wade mendapatkan kemampuan super yang memungkinkannya untuk menyembuhkan dan menumbuhkan ulang sel- selnya yang rusak. Dalam arti kata, Wade menjadi susah mati. Hanya saja, secara fisik, Wade menjadi rusak parah.

Wade yang berhasil kabur, kemudian mencari Ajax untuk memperbaiki kondisi fisiknya. Ajax dibantu oleh tangan kanannya, Angel Dust (Gina Carano), sementara Wade, yang kemudian menamakan dirinya Deadpool, dibantu oleh 2 anggota X- Men, Colossus (Stefan Kapicic/ Greg Lasalle) dan Negasonic Teenage Warhead (Brianna Hildebrand).

Review:

1

Di ranah industri komik, karakter Deadpool merupakan salah satu karakter favorit yang mungkin kurang begitu dikenal non fanboy, namun bagi para penggila komik, namanya sudah memiliki daya tarik sendiri. Pasalnya, berbeda dengan karakter- karakter komik lainnya, karakter Deadpool, yang digambarkan memiliki perpaduan antara violence dan komedi, mendobrak industri komik dengan gaya narasinya yang breaking the fourth wall. Maksudnya di sini adalah, Deadpool kerap berbicara dan berinteraksi dengan pembacanya. Hal ini disebabkan bahwa Deadpool memiliki kepribadian yang aneh yang membuatnya berfikiran bahwa dirinya adalah seorang karakter komik, dan petualangannya tidak lain dan tidak bukan merupakan plot cerita komik serialnya. Sehingga hal ini sering membuat bingung karakter komik yang diceritakan sedang berbagi panel dengannya.

2

Deadpool sendiri merupakan hasil dari buah pemikiran kolaborasi duo Rob Liefeld dan Fabian Nicieza. Jika Liefeld bertanggung jawab dalam membuat nama karakter dan disain karakternya, Nicieza bertangung jawab dalam memberikan kepribadian unik sang anti-hero. Disain karakter Liefeld yang tanpa sengaja dipengaruhi oleh kecintaannya terhadap serial Teen Titans, membuat Nicieza menyadari kemiripan antara karakter tersebut dengan Deathstroke, sehingga tercetuslah nama Deadpool dan alter-egonya, Wade Wilson yang juga merupakan plesetan dari Slade Wilson, nama asli Deathstroke. Bahkan Nicieza sempat berkelakar bahwa Slade dan Wade adalah 2 saudara yang memiliki hubungan cukup jauh. Satu hal yang tidak mungkin karena keduanya diproduksi oleh 2 publisher raksasa komik yang saling bersaing, DC dan Marvel.

3

Sebenarnya ini bukanlah kali pertama karakter Deadpool (Wade Wilson- red) diangkat ke layar kaca. Pada tahun 2009, di dalam film spin- off, X- Men Origins: Wolverine, Wade Wilson sempat muncul menjadi salah satu karakter pembantu. Namun seiring jalannya cerita, Wilson bukan menjelma menjadi Deadpool, melainkan menjadi Weapon XI. Namun para fans cukup suka dan menilai penampilan Ryan Reynolds sebagai Deadpool sangatlah pas. Meskipun keputusan studio untuk karakter tersebut dihujat para fans. Sejak saat itu, rencana proyek film ini sempat terkatung- katung. Dan Reynolds pun merupakan salah satu pihak yang sangat keukeuh untuk mengangkat Deadpool menjadi sebuah film stand- alone. Hingga akhirnya pada Januari 2012, Reynolds memfilmkan dirinya dalam sebuah footage untuk meyakinkan pihak studio. Footage yang akhirnya dipost online pada 1 Agustus 2014 tersebut mendapatkan respon yang sangat luar biasa dari kalangan fans. Sehingga lampu hijau langsung dinyalakan oleh para pembesar Fox.

4

Reynolds benar- benar membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi Deadpool. Hal ini sebenarnya juga menjadi pengobat paska keterpurukan film Green Lantern yang dibintangi olehnya. Selain mantan suami Black Widow tersebut, nama- nama pemeran pendukung lainnya juga tidak kalah apik dalam membawakan karakter. Tercatat ada 3 nama yang menurut saya sangat baik dalam berperan di film ini. Pertama adalah Briana Hildebrand yang cukup mencuri perhatian dengan memadukan unsur gothic-rebellious-skinhead-teenager nya dengan aura bad- ass yang cukup memukau. Kemudian ada Morena Baccarin yang bisa menetralisir unsur testoteron dengan penampilannya yang dimaksudkan untuk memancing sisi melankolis dari Deadpool. Kemudian ada Ed Skrein, yang ternyata lebih cocok jadi penjahat ketimbang meneruskan tongka estafet Frank Martin dari tangan Jason Statham. Hanya saja karakter Colossus yang sempat tampil di dua film X- Men, di film ini tampak bodoh. Penggambaran karakternya yang naif dan polos malah cenderung membuat dirinya seperti seorang mindless muscle henchman. Penampilannya di film ini mengingatkan saya kepada karakter Bane di versi Batman & Robin.

5

Menyaksikan Deadpool jelas merupakan perpaduan antara aksi seru, sadis, serta komedi- komedi sarkastik. Hanya saja joke- joke yang dilemparkan cenderung menyindir pop culture dan industri hiburan Amerika Serikat. Bahkan film Green Lantern, franchise X-Men, dan Ryan Reynolds sendiri menjadi target olok- olok. Joke- joke semacam ini akan sangat tepat sasaran jika anda mengerti dan mengikuti pop culture dan lebih jauh lagi, mengikuti industri hiburan film. Sehingga bagi penonton awam, joke- joke cerdas tersebut terasa garing, bahkan mungkin tidak sadar itu adalah sebuah joke. Contoh seperti ketika Deadpool mau dibawa menghadap Professor X oleh Colossus, dia menanyakan Professor X versi James McAvoy atau Patrick Stewart. Lebih jauh lagi dia juga menyindir kesulitan untuk mengerti timeline franchise X-Men yang semakin hari semakin rumit.

6

Tim Miller, sebagai sutradara yang masih cukup hijau dinilai cukup sukses dalam memfilmkan Deadpool. Sehingga bagi Fox sendiri, ini merupakan sebuah persembahan permintaan maaf yang manis paska telah menodai Fantastic Four tahun lalu dengan sebuah prestasi buruk, dan bahkan dicap sebagai salah satu film superhero terburuk yang pernah ada. Janganlah lagi membebani diri anda dengan masalah plot cerita yang murahan atau naskah yang buruk. Karena inti dari film ini adalah seru- seruan semata. Jika saya ingin membandingkan film ini mungkin bisa disamakan dengan Expendables 2. Dalam arti dari segi violence, aksi, dan joke- joke sindiran pop culture dan industri hiburan. Dan jangan lupa menyaksikan film ini sampai akhir, karena akan ada after credit scene yang sangat menarik sekaligus hint mengenai kelanjutan film ini.

7

Film Deadpool sudah jelas akan disesaki dengan berbagai macam adegan laga yang akan menjadi sasaran empuk pihak sensor. Dan memang, cukup banyak adegan yang disensor dari film ini. Bahkan tidak sedikit penonton dan fanboy yang kecewa dengan keputusan LSF untuk mensensor beberapa adegan dari film ini. Tapi seharusnya kita masih bersyukur. Karena di negara Cina, bahkan film ini dilarang beredar. Kita masih bersyukur tidak harus menggunakan paspor untuk hanya menyaksikan film ini. Dan sebagai pengingat film ini diperuntukkan untuk dewasa. Karena karakter Deadpool juga memang diciptakan untuk reader dewasa. Mungkin masih banyak di luar sana, orang tua yang berfikiran dangkal yang masih men-generalisir bahwa semua film superhero untuk anak- anak. Bahkan tidak sedikit pihak- pihak, termasuk Fox sendiri yang membuat campign untuk melarang orang tua membawa anak kecilnya menonton film ini. Ya, semoga kita semua termasuk orang tua smart yang membawa anak kita menyaksikan film sesuai rating dan batasan usianya. Chimichanga! (dnf)

Rating:

8.5/10

One thought on “Deadpool (2016)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s