Zootopia (2016)

Judy Hopps: Zootopia, where anyone can be anything.

Poster

Directed By: Byron Howard, Rich Moore, Jared Bush

Cast: Ginnifer Goodwin, Jason Bateman, Idris Elba, Jenny Slate, Shakira, Nate Torrance, Bonnie Hunt, Don Lake, J.K. Simmons, Octavia Spencer, Alan Tudyk, Tommy Chong, Maurice LaMarce

Synopsis:

Dikisahkan dunia fauna telah mengalami evolusi yang cukup besar. Tatanan kehidupannya semakin beradab dan telah meninggalkan nafsu kebinatangan sehingga herbivora dan karnivora bisa hidup berdampingan dan menjalankan aktivitas sehari- hari layaknya manusia. Seekor kelinci muda bernama Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) dari kota kecil Bunnybarrows memiliki cita- cita untuk menjadi seorang (seekor?) polisi. Meskipun banyak meragukan dikarenakan karakteristik kelinci yang lucu, lemah, kecil berbanding terbalik dengan polisi yang tangguh dan kuat.

Untuk menggapai cita- citanya dia pergi ke Zootopia, sebuah kota idaman dan bergabung dengan Zootopia Police Department di bawah pimpinan Chief Bogo (Idris Elba). Hanya saja diskriminasi spesies membuatnya ditempatkan hanya sebagai polisi lalu lintas yang bertugas untuk menilang kendaraan yang parkir sembarangan. Namun sebuah kesempatan datang ketika Chief Bogo “terpaksa” menugasinya untuk mencari seekor anjing air bernama Mr. Otterman yang hilang. Dengan dibantu oleh seekor rubah manipulatif, Nick Wilde (Jason Bateman), Judy harus mengusut kasus yang tampaknya ringan tersebut yang tidak disadari berujung kepada sebuah konspirasi besar yang dapat menentukan nasib kehidupan masyarakat Zootopia.

Review:

1

Semenjak manusia bisa melahirkan karya cerita atau dongeng, metode Antropomorfisme sudah menjadi salah satu pilihan bercerita. Istilah antropomorfisme adalah di mana objek selain manusia dikarakteristikan memiliki atribut sifat, perilaku, tindak- tanduk seperti manusia. Objek- objek tersebut bisa berupa benda mati atau yang paling sering digunakan adalah hewan. Hal ini kembali kita bisa lihat dalam kepercayaan paganisme kuno di mana dewa- dewi memiliki karakteristik seperti manusia. Khususnya bisa ditemukan di kepercayaan mesir kuno, di mana penggunaan patung- patung hewan sering digunakan sebagai simbol dewa- dewi mereka. Semakin hari, berkembangnya antropomorfisme akhirnya melahirkan literatur fabel yang biasanya bercerita seputar dunia hewan yang memiliki sifat seperti manusia. Indonesiapun memiliki fabel yang cukup terkenal dengan tokoh sentral seekor kancil.

2

Di era indsutri perfilman modern, studio Walt Disney dianggap sebagai pelopor dalam penggunaan antropomorfisme dalam bercerita. Dengan tokoh- tokoh terkenal seperti Mickey Mouse dan Donald Duck. Seiring dengan perkembangan jaman, semakin banyak karakter- karakter dan film- film yang mengedepankan istilah ini. Di antaranya yang terkenal bisa kita sebutkan semacam Looney Tunes, Ice Age, dan meskipun tidak murni antropomorfisme, karakter Scooby Doo bisa dibilang memiliki beberapa sifat layaknya manusia biasa. Kali ini, Walt Disney, setelah sukses meneruskan kedigdayaan Disney Animated Feature Film-nya di ranah animasi 2D lewat Big Hero 6 dan yang fenomenal, Frozen, melahirkan sebuah film berjudul Zootopia yang murni mengangkat tema antropomorfisme. Sebagai satu dari dua film Animated Feature yang dirilis tahun ini (Moana akan dirilis November tahun ini).

Zootopia+godfather

Perkembangan industri film animasi bisa dikatakan hampir sama dengan industri komik, video game, dan lainnya. Permintaan akan tema yang lebih kompleks dan plot cerita yang lebih dewasa telah menggeser perannya sebagai hiburan anak- anak menjadi hiburan yang bisa ditujukan ke range usia yang beragam. Seperti halnya film Zootopia ini. Meskipun memiliki disain karakter yang cukup bersahabat dengan anak- anak, namun cerita yang ditawarkan cukup kompleks bagi anak- anak. Dan pada akhirnya, anak- anak hanya akan menyaksikan adegan- adegan seru dan lucu saja tanpa memperdulikan cerita buddy cop movie yang menjadi momok terdepan dari film ini. Bahkan beberapa joke memang diperuntukkan bagi penonton dewasa. Khususnya tribute dari karakter Don Corleone yang diwakilkan oleh karakter tikus tanah Mr. Big. Beberapa parodi film The Godfather jelas tidak akan dimengerti oleh anak- anak kecil. Dari segi cerita juga, naskah yang ditulis secara keroyokan ini cukup rapi dan bagus. Dan sebagai service tambahan juga memiliki plot twist yang sebenarnya sudah bisa ditebak di pertengahan cerita.

4

Secara disain karakter, Disney mencoba untuk tetap menggunakan metode klasik dalam memoles karakter- karakter yang muncul. Nuansa penggambaran klasik memang cukup kental dari karakter- karakter yang ada. Disain- disain karakter Judy Hopps, Mayor Lionheart, Chief Bogo terasa seperti disain animasi yang dibuat pada tahun 1960an dengan teknik yang lebih modern. Selain Mr. Big yang memang diadaptasi dari Don Corleone, karakter Nick Wilde mengambil template dari karakter Robin Hood ala Walt Disney yang dirilis tahun 1973. Bagi saya pribadi malahan karakter sloth yang kebetulan dipekejakan di dinas lalu lintas mengingatkan dengan kinerja birokrasi pemerintah yang biasanya terlalu lama dalam mengerjakan sesuatu. Karakter- karakter tersebut didukung pula oleh voice cast yang cukup sempurna dalam memberikan nyawa bagi setiap guratan tinta animasinya. Selain disain karakter, disain kota Zootopia sendiri cukup menarik. Digambarkan sebagai tempat meraih mimpi jutaan hewan dari berbagai belahan dunia membuat kota ini memiliki distrik- distrik yang memiliki suhu dan gambaran ekosistem yang beragam. Seperti Sahara Square, Tundratown, Little Rodentia, Rainforest District, Savanna Cetral, dan Downtown.

5

Secara implisit sebenarnya Zootopia ingin menyindir tatanan kehidupan sosial yang memiliki multikultur dan multiras. Dalam arti kata, sebenarnya Zootopia sendiri menyindir kehidupan negeri Paman Sam. Di mana adanya negara tersebut digambarkan sebagai negara maju dengan sejuta harapan dan mimpi. Namun pada kenyataannya, dengan adanya berbagai macam ras dan kultur membuat lahirnya stereotype terhadap beberapa warga keturunan. Contoh ras hispanik dan negro yang dicap sebagai ras bermasalah dan selalu hidup berseberangan dengan hukum. Lalu adanya kesenjangan sosial terhadap keturunan Arab, yang selalu dicurigai sebagai teroris. Termasuk juga kesempatan untuk mendapatkan kemajuan hanya terhadap beberapa warna kulit dan isu rasisme yang sebenarnya cukup mendarah daging di negara tersebut. Sindiran- sindiran di mana kita bisa menuju sebuah kota utopia (kota dengan kesempurnaan yang luar biasa dari berbagai aspek), hanya bisa terjadi jika tidak adanya kesenjangan sosial dan kesempatan yang sama rata bagi setiap penduduknya. Steretotype negatif pun harus dihilangkan sehingga tidak adanya kecurigaan di antara penduduknya. Hanya satu pertanyaan saya selama nonton film ini. Para manusia kemana?(dnf)

Rating:

8/10

2 thoughts on “Zootopia (2016)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s